Welcome My Blog

Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Kuansing TV (KSTV)Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Kuansing TV (KSTV)Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri  2
Kuansing TV (KSTV)Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri  3
Kuansing TV (KSTV)Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri  4
Kuansing TV (KSTV):Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Selasa, 7 September 2010, Kuansing TV (KSTV) Produksi Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri yang disampaikan oleh Drs. Zulkifli M.Si Sekretaris Daerah (Setda Kab.Kuansing).
Dewan Redaksi
Produser
Maulina Reza SE
Pengarah Acara
Marlis
Konsep Naskah
Wini Perwita Sari
Kamerawan
Riko Andoni
Editor
Lukman Sandi
Sandi Santoso
Asalam WR WB
Kami Segenap Dewan Redaksi Kuansing TV (KSTV)
Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Semoga Amalan Bulan Ramdhan kita diterima Allah SWT...Amin
Wassalam WR WB
READ MORE - Kuansing TV (KSTV):Setda Kuansing Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

Pendidikan karakter yang bakal diterapkan di sekolah-sekolah tidak diajarkan dalam mata pelajaran khusus. Namun, pendidikan karakter yang bakal digencarkan dan diberi perhatian khusus dalam praksis pendidikan nasional ini dilaksanakan melalui keseharian pembelajaran yang sudah berjalan di sekolah.

Wakil Menteri Pendidikan Nasional, Fasli Jalal di Jakarta, Selasa (31/8/2010), mengatakan pendidikan karakter yang didorong pemerintah untuk dilaksanakan di sekolah-sekolah tidak akan membebani guru dan siswa. Sebab, hal-hal yang terkandung dalam pendidikan karakter sebenarnya sudah ada dalam kurikulum, namun selama ini tidak dikedepankan dan diajarkan secara tersurat.

"Kita mintakan pada guru supaya nilai-nilai yang terkandung dalam mata pelajaran maupun dalam kegiatan ekstrakurikuler itu disampaikan dengan jelas pada siswa. Pendidikan karakter itu bisa terintegrasi juga menjadi budaya sekolah. Jadi, pendidikan karakter yang hendak kita terapkan secara nasional tidak membebani kurikulum yang ada saat ini," jelas Fasli.

Pendidikan karakter yang diminta yang dapat membangun wawasan kebangsaan serta mendorong inovasi dan kreasi siswa. Selain itu, nilai-nilai yang perlu dibangun dalam diri generasi penerus bangsa secara nasional yakni kejujuran, kerja keras, menghargai perbedaan, kerja sama, toleransi, dan disiplin.

Menurut Fasli, sekolah bebas untuk memilih dan menerapkan nilai-nilai yang hendak dibangun dalam diri siswa. Bahkan, pemerintah mendorong muculnya keragaman bentuk pelaksanaan pendidikan karakter.

Kementeraian Pendidikan Nasional, tambah Fasli, telah mengumpulkan contoh-contoh pelaksanaan pendidikan karakter yang sudah berjalan di sekolah. Setidaknya ada 139 contoh praktis pendidikan karakter dari berbagai lembaga pendidikan yang bisa juga diterapakan di sekolah lain.

Program-program di sekolah seperti pramuka, kantin kejujuran, sekolah hijau, olimpiade sains dan seni, serta kesenian tradisional, misalnya, telah sarat dengan pendidikan karakter. Tinggal guru yang mesti memunculkan nilai-nilai dalam program itu sebagai bagian dari pendidikan karakter di sekolah.

Untuk menyukseskan program pendidikan karater, pemerintah menggelar pelatihan bagi 263 ribu pengawas dan kepala sekolah. Selai itu, setiap tahun akan dilaksanaakan pertemuan nasional untuk membahas pendidikan karakter.Source:Kompas.com

READ MORE - Pendidikan Karakter Diintegrasikan
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
10 Karakter Sifat yang paling disukai

1. KETULUSAN
Ketulusan menempati peringkat pertama sebagai sifat yang paling disukai oleh semua orang. Ketulusan membuat orang lain merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta. Prinsipnya “Ya diatas Ya dan Tidak diatas Tidak”. Tentu akan lebih ideal bila ketulusan yang selembut merpati itu diimbangi dengan kecerdikan seekor ular. Dengan begitu, ketulusan tidak menjadi keluguan yang bisa merugikan diri sendiri.

2. KERENDAHAN HATI
Berbeda dengan rendah diri yang merupakan kelemahan, kerendahan hati justru mengungkapkan kekuatan. Hanya orang yang kuat jiwanya yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati bisa mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia bisa membuat orang yang diatasnya merasa oke dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.


3. KESETIAAN
Kesetiaan sudah menjadi barang langka & sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan. Dia selalu menepati janji, punya komitmen yang kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.


4. BERSIKAP POSITIF
Orang yang bersikap positif (positive thinking) selalu berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Dia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, lebih suka memuji daripada mengecam, dan sebagainya.


5. KECERIAAN
Karena tidak semua orang dikaruniai temperamen ceria, maka keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tidak suka mengeluh dan selalu berusaha meraih kegembiraan. Dia bisa mentertawakan situasi, orang lain, juga dirinya sendiri. Dia punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain

.
6. BERTANGGUNG JAWAB
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Kalau melakukan kesalahan, dia berani mengakuinya. Ketika mengalami kegagalan, dia tidak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Bahkan kalau dia merasa kecewa dan sakit hati, dia tidak akan menyalahkan siapapun. Dia menyadari bahwa dirinya sendirilah yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.


7. PERCAYA DIRI
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Dia tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.


8. BERJIWA BESAR
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci dan permusuhan. Ketika menghadapi masa-masa sukar dia tetap tegar, tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.


9. EASY GOING
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan. Dia tidak suka membesar-besarkan masalah kecil. Bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Dia tidak suka mengungkit masa lalu dan tidak mau khawatir dengan masa depan. Dia tidak mau pusing dan stress dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.


10. EMPATI
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Ketika terjadi konflik dia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Dia selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

READ MORE - 10 Karakter Sifat yang paling disukai
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

A. Pendahuluan
Seiring perkembangan zaman, pendidikan dituntut mampu mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Peserta didik sebagai subjek dan objek pendidikan harus dikembangkan agar mampu menggunakan seluruh potensinya untuk mempersiapkan diri menghadapi semua tantangan tersebut. Pengembangan peserta didik dimulai dari penggalian potensi-potensi dasar, yang diarahkan untuk memahami dan menghayati serta mengamalkan pengetahuan, konsep dan fakta dalam kehidupannya, sehingga pendidikan tidak lagi diarahkan untuk menciptakan peserta didik yang hanya memiliki perbendaharaan pengetahuan, akan tetapi peserta didik mampu mempergunakan potensi dirinya untuk terus belajar.
Sebagai wahana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tentunya keberhasilan pendidikan merupakan keniscayaan. Keberhasilannya akan mendukung keberhasilan pembangunan, yaitu pembangunan yang mencakup seluruh aspek kehidupan masyarakat, termasuk aspek sosial, ekonomi, politik dan kultur budaya dengan tujuan utama meningkatkan kesejahteraan warga bangsa secara keseluruhan melalui pendidikan nasional.
Berbagai kenyataan lemahnya mutu pendidikan di sekolah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kualitas guru yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Hal ini karena guru sebagai pendidik, merupakan unsur utama dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh tugas dan fungsi guru yang merupakan kegiatan inti pelaksanaan manajemen pendidikan.
Proses pembelajaran yang dilakukan guru menjadi aspek terpenting dalam pelaksanaan manajemen pendidikan, karena hasil yang dicapai dari proses pembelajaran tersebut akan menjadi patokan bagi keberhasilan pendidikan, yang dilihat dari outcame yang dihasilkan. Secara umum, outcame yang dihasilkan lembaga pendidikan lebih banyak dihubungkan dengan kualitas pembelajaran yang dilakukan guru.


B. Guru Profesional adalah Guru Yang Kompeten
Dalam dunia pendidikan, guru merupakan salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan keberadaanya. Sebagian besar keberhasilan pendidikan terletak pada kinerjanya. Karena guru mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam merealisasikan tujuan pendidikan. Karena itu, guru harus mempunyai kompetensi terkait dengan tugas keguruannya.
Kompetensi mempunyai arti yang sangat luas, karena kompetensi bukan sekedar mampu melaksanakan sesuatu, tetapi juga mau menerapkan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Seseorang yang mempunyai kemampuan dan mau menerapkannya dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dinamakan orang yang kompeten. Karena itu, untuk mengukur dan mengamati kompetensi, setidak-tidaknya ada 4 (empat) macam petunjuk, yaitu:
1. Latar belakang pengetahuan;
2. Penampilan atau performance;
3. Kegiatan yang menggunakan prosedur dan teknik yang jelas; dan
4. Hasil yang dicapai.
Asian Institute for Teacher Education mengemukakan beberapa kompetensi yang harus dimiliki guru, yaitu :
1. Kompetensi pribadi, berisi kemampuan menampilkan mengenai :
a. Pengetahuan tentang adat istiadat (baik sosial maupun agama).
b. Pengetahuan tentang budaya dan tradisi.
c. Pengetahuan inti demokrasi
d. Pengetahuan tentang estetika
e. Apresiasi dan kesadaran social.
f. Sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan.
g. Setia kepada harkat dan martabat manusia.
2. Kompetensi mata pelajaran, yaitu mempunyai pengetahuan yang memadai tentang mata pelajaran yang dipegangnya.
3. Kompetensi profesional, mncakup kemampuan dalam hal :
a. Mengerti dan dapat menerapkan landasan pendidikan baik filosofis, psikologis dan sebagainya.
b. Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai dengan tingkat perkembangan dan perilaku siswa.
c. Mampu menangani mata pelajaran yang ditugaskan kepadanya.
d. Mengerti dan dapat menerapkan metode mengajar yang sesuai.
e. Dapat menggunakan berbagai alat pelajaran dan fasilitas belajar lain.
f. Dapat mengorganisasi dan melaksanaan program pembelajaran.
g. Dapat mengevaluasi.
h. Dapat menumbuhkan kepribadian siswa.
Sebagai tenaga pendidik yang sangat diharapkan keberhasilannya dalam menyiapkan generasi penerus bangsa, saat ini guru mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintah. Salah satu bentuk perhatian tersebut adalah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tentang Standar Pendidikan Nasional, dan Peraturam Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dalam UU tersebut dijelaskan tentang kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional.
Kompetensi pedagogik mencakup kemampuan mengelola pembelajaran. Kompetensi kepribadian mencakup kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi profesional adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. Dan kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Empat macam kompetensi ini merupakan keharusan bagi seorang guru sebagimana diamanatkan Undang-Undang dan peraturan-peraturan terkait.
Apabila seorang guru benar-benar memiliki 4 kemampuan di atas, tentu mempunyai kinerja yang baik. Seorang guru dapat dikatakan mempunyai kinerja yang baik, apabila ia telah melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan disiplin dan sesuai dengan tugas-tugas dan fungsi yang dimilikinya sebagai seorang guru.


C. Upaya Pemerintah dalam Meningkatkan Profesionalitas Guru
Bagaimana mencetak guru professional sebagaimana dijelaskan di atas? Ini merupakan pertanyaan yang harus segera mendapatkan jawaban. Bahkan pertanyaan ini menjadi salah satu konsentrasi utama bagi peningkatan mutu pendidikan nasional.
Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah program sertifikasi, baik guru dalam jabatan maupun para calon guru. Namun, selama ini upaya pemerintah lebih banyak dikonsentrasikan dalam program sertifikasi guru dalam jabatan. Sedang sertifikasi calon guru diserahkan kepada Perguruan Tinggi penyelenggara Fakultas Pendidikan. Hal ini mengingat keadaan yang sudah sangat mendesak. Mereka yang selama ini menjadi guru harus segera di-profesional-kan agar permasalahan pendidikan yang terkait dengan guru segera bisa teratasi.
Setelah Undang-Undang Guru dan Dosen ditetapkan, ada angin segar bagi masyarakat karena adanya program sertifikasi guru yang merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan profesionalitas pendidik. Dalam program tersebut, setiap guru dalam jabatan harus memenuhi berbagai kompetensi professional guru agar bisa mendapatkan sertifikat sebagai seorang guru. Upaya yang dilakukan adalah melakukan penilaian terhadap semua guru dalam jabatan melalui program sertifikasi guru.
Menurut pemahaman penulis sebagai orang awam, dalam program sertifikasi guru akan dilakukan 3 hal terkait dengan profesionalitas guru dalam jabatan. Pertama, memberikan sertifikat kepada guru-guru profesional, kedua, memberikan pendidikan dan pelatihan bagi guru yang masih belum mencapai kualitas professional, dan ketiga mengantorkan guru (memutasi guru sebagai pegawai kantor, bukan pendidik) seiring dengan tersedianya guru-guru baru professional yang telah disiapkan oleh perguruan-perguruan tinggi penyelenggara Fakultas Pendidikan.
Realitas di lapangan menunjukkan, hampir 100% hanya opsi kedua yang dilakukan. Hal ini karena ternyata sebagian guru dalam jabatan masih jauh dari profesionalitas yang diharapkan. Karena itu, mereka harus dididik dan dilatih dalam sebuah kegiatan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang sangat menyedot anggaran pendidikan. Belum lagi, tunjangan yang didapat setelah mereka lulus PLPG dan mendapatkan sertifikat.
Barapapun biaya yang dikeluarkan dari APBN tidak ada masalah sejauh diimbangi dengan kinerja yang benar-benar baik. Hal ini tidak berarti semua guru yang telah mendapatkan sertifikat tidak mempunyai kinerja yang baik. Kalau kita melihat kenyataan di lapangan, mereka yang lulus PLPG memang bertambah pengetahuannya, tetapi tetap saja sebagian besar dari mereka tidak mau (mampu tetapi tidak mau) melaksanakan peran dan fungsinya sebagai guru profesioanl yang dibiayai oleh Negara.
Menurut pengamatan penulis, hal ini terkait dengan minat dan bakat mereka masing-masing. Kalu kita menengok jauh ke belakang, hal ini sangat mungkin terjadi, mengingat penerimaan PNS guru selalu didominasi oleh orang-orang yang berduit dan hanya berminat mendapatkan pekerjaan dan status sosial. Mereka sebenarnya tidak punya minat dan bakat menjadi guru. Namun, karena mudahnya mendapatkan pekerjaan guru (kuota PNS guru paling besar dibanding yang lain), mereka “dengan terpaksa” mendaftarkan diri menjadi guru untuk mendapatkan jaminan masa tua (pensiun).
Kenapa mereka bisa lolos setifikasi? Menurut pengamatan dan wawancara penulis terhadap guru-guru yang telah lulus, standar kelulusan hanya diukur dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat administratif belaka. Asal bisa membuat dan menunjukkan portofolio serta mempunyai sertifikat-sertifikat seminar, cukup untuk dijadikan modal lulus dalam program sertifikasi guru. Sayangnya, selama ini, belum pernah ada evaluasi konperehensif terhadap kinerja guru yang telah mendapatkan sertifikat dan dana tunjangan profesional dari APBN. Pemerintah hanya mengandalkan laporan kinerja dari atasan langsung guru, yang sebagian besar terjadi manipulasi laporan. Mestinya, program yang sangat menyedot anggaran ini dievaluasi secara faktual. Apabila hal ini terus berlanjut, 20% anggaran Negara yang dialokasikan di sektor pendidikan tidak akan efekftif meningkatkan mutu pendidikan nasional. Sekali lagi, semua ini terjadi karena sebagian guru dalam jabatan bukan orang yang mempunyai minat dan bakat. Mereka hanya menginginkan pekerjaan dan status sosial.
Terkait dengan ketersediaan guru yang bekerja berdasarkan minat dan bakat, penulis mempunyai usulan dalam paparan mencetak guru professional berikut ini.


D. Mencetak Guru Profesional
Penulis menggunakan istilah mencetak karena ingin mengkonsentrasikan mencetak calon-calon guru profesional sejak mereka duduk di Fakultas Pendidikan. Hal ini bukan berarti menafikan peningkatan profesionalias guru dalam jabatan. Ini penting, tetapi jangan terlalu dipaksakan. Karena hal ini bisa menimbulkan konsekuensi anggaran yang tidak sedikit dan tindakan-tindakan nepotis.
Konsekuensi anggaran jelas. Biaya penyelenggaraan program dan biaya tunjangan professional sangat menyedot anggaran pemerintah. Padahal, sebagian besar mereka bukanlah para pendidik yang mempunyai minat dan bakat. Mustahil akan bisa memperbaiki kinerjanya sebagai guru.
Sedangkan tindakan nepotis, bisa terjadi karena sangat dimungkinkan adanya upaya-upaya tertentu agar segera dapat jatah program sertifikasi yang dipastikan bakal lulus. Kecuali itu, karena adanya tunjangan profesional, setiap orang tua ingin menyekolah anaknya di Fakultas Pendidikan agar cepat mendapat pekerjaan. Si anak juga berpikir, mengapa harus repot kuliah di Fakultas yang mahal, Fakultas Pendidikan lebih menjanjikan segera mendapatkan pekerjaan. Tidak peduli punya bakat atau tidak. Hal yang demikian ini tentunya akan sangat fatal bagi mutu pendidikan nasional.
Berdasarkan kajian di atas, penulis melihat, upaya mencetak guru profesional akan lebih efektif apabila dilakukan sejak para calon guru duduk di bangku kuliah. Tentunya, hal pertama yang harus dilakukan adalah menghindari peminat yang tidak berbakat. Mereka harus benar-benar orang yang mempunyai bakat dan kepribadian sebagai guru, yang menurut orang jawa adalah orang yang digugu dan ditiru (menjadi panutan bagi peserta didik).
Karena itu, Fakultas ini harus diprioritaskan pengelolaannya semacam STAN (Sekolah Tinggi Administrasi Negara). Bahkan harus lebih ketat, mengingat yang akan dikelola para calon guru ini adalah manusia yang berhati nurani. Hal ini lebih sulit dibandingkan obyek yang bakal dikelola mahasiswa lulusan STAN yang sebagian besar berupa benda mati. Para guru harus mempunyai bakat dan kepribadian guru, mengingat kompetensi yang harus dimiliki bukan hanya kompetensi professional belaka, melainkan ada kompetensi pedagogik, kepribadian dan sosial.
Penulis berandai, Fakultas Pendidikan menjadi fakultas yang dibiayai Negara 100%. Dengan demikian, pembelajaran di dalamnya juga bisa diperketat agar mereka bertanggungjawab dalam menerima beasiswa dari Negara. Konsekuensinya, rekrutmen calon mahasiswa juga harus diperketat. Tidak semua siswa lulusan SLTA dapat menduduki kursi empuk di Fakultas Pendidikan.
Untuk mengatasi masalah kebutuhan guru profesional yang tinggi, pemerintah melalui Dinas Pendidikan sebaiknya melakukan penjaringan minat dan bakat sejak mereka masih duduk di SLTA. Dengan penjaringan minat dan bakat semacam ini, tentu akan timbul reaksi langsung dari teman sekelas apabila ada siswa yang sebenarnya tidak pantas menjadi guru bisa ikut terjaring sebagai calon mahasiswa Fakultas Keguruan. Karena itu, ruang evaluasi dan kontrol terhadap penjaringan ini juga harus dibuka lebar bagi siswa sekelasnya.
Yang terakhir, ada terobosan besar yang akan terjadi apabila program sertifikasi lebih dikonsentrasikan pada calon-calon guru. Yaitu, pemerintah tidak perlu lagi mengadakan pendaftaran CPNS guru. Setiap warga Negara ini tahu, bahwa setiap pendaftaran CPNS selalu dipenuhi dengan kolusi dan nepotisme. Yang paling fatal adalah kolusi dan nepotisme tersebut memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tidak mempunyai bakat dan kepribadian guru.
Setelah menjadi guru, mereka juga berupaya bagaimana mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Sekolah yang dulunya cukup dibiayai (SPP) dengan Rp. 10.000,00, masih merasa kurang walaupun telah mendapatkan BOS sebesar Rp.. 27.000,00 sehingga masih perlu bantuan biaya pendidikan dari orang tua siswa. Alokasi waktu per mata pelajaran yang telah direkomendasikan para Profesor dan Doktor ahli pendidikan, juga dirasa masih kurang hanya karena ingin mendapatkan keuntungan dengan menambah pelajaran di luar jam pelajaran dengan biaya tersendiri. Mereka berkata, jangan salahkan guru dan sekolah apabila anak-anak Bapak tidak lulus karana tidak mau mengikuti les (pelajaran tambahan). Dengan ini, mungkin benar siswa akan menjadi pandai dan pinter mengerjakan soal-soal ujian, tetapi mereka tidak mempunyai kepribadian dan akhlak.
Mereka jadi pemaksa kehendak, karena gurunya juga sering memaksakan kehendak. Mereka jadi pembentak, karena gurunya juga sering membentak. Mereka juga ingin selalu mencari keuntungan pribadi, karena hal itulah yang dilihat dari guru-guru mereka selama ini. Dengan demikian, siapa yang bertanggungjawab atas terpuruknya mutu pendidikan nasional, terutama yang terkait dengan akhlak, moral dan kepripadian siswa ?
Mungkin, kolusi dan nepotisme dalam rekrutmen PNS non guru tidak begitu menimbulkan masalah mengingat obyek kelolanya adalah benda mati. Tetapi, untuk PNS guru, hal ini akan menjadikan fatal mengingat obyek kelolanya adalah manusia hidup yang mempunyai hati, akal dan pikiran.
Apabila siswa-siswa di Indonesia ini diajar oleh guru-guru yang tidak professional, tidak berkepribadian, tidak paham tentang psikologi, tidak mempunyai budi pekerti mulia, dan tidak paham bagiamana memotivasi siswa, tentu Negara ini akan menjadi Negara para bedebah. Yang tahunya hanya bagaimana mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok. Sebab, para pendidik dan tenaga kependidikan sekarang ini, yang diharapkan dapat memperbaiki moralitas bangsa, sudah tersusupi oleh oknum-oknum tidak bermoral dan hanya tahu mencari keuntungan pribadi. Seperti yang, mungkin, kita alami sekarang ini.


E. Penutup
Ini adalah igauan rakyat kecil yang prihatin terhadap pendidikan nasional. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali hanya mengigau. Karena itu, layaknya igauan orang tidur, igauan ini juga (mungkin) ngawur. Paling tidak, igauan ini sudah dapat dibaca orang lain. Syukur, bisa berguna dan bermanfaat bagi kita. Amin.
Tayu, 24 Agustus 2010.

READ MORE - MENCETAK GURU PROFESIONAL Langkah Awal Memperbaiki Kualitas Pendidikan
Label: 0 komentar | | edit post
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd

HAK DAN KEWAJIBAN GURU

Dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen &

Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru

A. KEWAJIBAN
1. Memiliki Kualifikasi Akademik yang berlaku (S1 atau D IV)
2. Memiliki Kompetensi Pedagogik, yang meliputi :
a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan
b. pemahaman terhadap peserta didik;
c. pengembangan kurikulum atau silabus;
d. perancangan pembelajaran;
e. pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis;
f. pemanfaatan teknologi pembelajaran;
g. evaluasi hasil belajar; dan
h. pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
3. Memiliki Kompetensi Kepriadian, yang meliputi :
a. beriman dan bertakwa
b. berakhlak mulia;
c. arif dan bijaksana;
d. demokratis;
e. mantap;
f. berwibawa;
g. stabil;
h. dewasa;
i. jujur;
j. sportif;
k. menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat;
l. secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan
m. mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
4. Memiliki Kompetensi Sosial, yang meliputi :
a. berkomunikasi lisan, tulis, dan/atau isyarat secara santun
b. menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional;
c. bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan
pendidikan, orang tua atau wali peserta didik;
d. bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang
berlaku; dan
e. menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan.
5. Memiliki Kompetensi Profesional, yang meliputi :
a. mampu menguasai materi pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi program satuan
pendidikan, mata pelajaran, dan/atau kelompok mata pelajaran yang akan diampu; dan
b. mampu menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi, atau seni yang relevan, yang secara
konseptual menaungi atau koheren dengan program satuan pendidikan, mata pelajaran, dan/atau
kelompok mata pelajaran yang akan diampu.
6. Memiliki Sertifikat Pendidik
7. Sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
8. Melaporkan pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik kepada
pemimpin satuan pendidikan
9. Mentaati peraturan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, penyelenggara pendidikan, Pemerintah
Daerah, dan Pemerintah.
10. Melaksanakan melaksanakan pembelajaran yang mencakup kegiatan pokok :
a. merencanakan pembelajaran
b. melaksanakan pembelajaran;
c. menilai hasil pembelajaran;
d. membimbing dan melatih peserta didik; dan
e. melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok.
B. HAK GURU
1. Mengikuti uji kompetensi untuk memperoleh Sertifikat Pendidik bagi guru yang telah memiliki Kualifikasi
Akademik S-1 atau D-IV
2. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial.
3. Mendapat tunjangan profesi, tunjangan fungsional dan subsidi tunjangan fungsional bagi guru yang
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. memiliki satu atau lebih Sertifikat Pendidik yang telah diberi satu nomor registrasi Guru oleh Departemen
b. memenuhi beban kerja sebagai Guru;
c. mengajar sebagai Guru mata pelajaran dan/atau Guru kelas pada satuan pendidikan yang sesuai dengan
peruntukan Sertifikat Pendidik yang dimilikinya;
d. terdaftar pada Departemen sebagai Guru Tetap;
e. berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun; dan
f. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan tempat bertugas.
4. Mendapat Masalahat Tambahan dalam bentuk:
a. tunjangan pendidikan, asuransi pendidikan, beasiswa, atau penghargaan bagi Guru;
b. kemudahan memperoleh pendidikan bagi putra dan/atau putri Guru, pelayanan kesehatan, atau bentuk
kesejahteraan lain.
5. Mendapat penghargaan dalam bentuk tanda jasa, kenaikan pangkat prestasi kerja luar biasa baiknya,
kenaikan jabatan, uang atau barang, piagam, dan/atau bentuk penghargaan lain.
6. Mendapat tambahan angka kredit setara untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi 1 (satu) kali bagi
Guru yang bertugas di Daerah Khusus.
7. Mendapatkan penghargaan bagi Guru yang gugur dalam melaksanakan tugas pendidikan.
8. Mendapatkan promosi sesuai dengan tugas dan prestasi kerja dalam bentuk kenaikan pangkat dan/atau
kenaikan jenjang jabatan fungsional.
9. Memberikan penilaian hasil belajar dan menentukan kelulusan kepada peserta didik
10. Memberikan penghargaan kepada peserta didik yang terkait dengan prestasi akademik dan/atau prestasi
non-akademik
11. Memberikan sanksi kepada peserta didik yang melanggar aturan.
12. Mendapat perlindungan dalam melaksanakan tugas dalam bentuk rasa aman dan jaminan keselamatan
13. Mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi,
atau perlakuan tidak adil
14. Mendapatkan perlindungan profesi terhadap :
a. pemutusan hubungan kerja yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
b. pemberian imbalan yang tidak wajar
c. pembatasan dalam menyampaikan pandangan, pelecehan terhadap profesi, dan
d. pembatasan atau pelarangan lain yang dapat menghambat Guru dalam melaksanakan tugas.
15. Mendapatkan perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja dari satuan pendidikan dan penyelenggara
satuan pendidikan terhadap:
a. resiko gangguan keamanan kerja,
b. kecelakaan kerja
c. kebakaran pada waktu kerja
d. bencana alam
e. kesehatan lingkungan kerja dan/atau
f. resiko lain.
16. Memperoleh perlindungan dalam melaksanakan hak atas kekayaan intelektual sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan.
17. Memperoleh akses memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran
18. Berserikat dalam Organisasi Profesi Guru.
19. Kesempatan untuk berperan dalam penentuan kebijakan pendidikan
20. Kesempatan untuk mengembangkan dan meningkatkan Kualifikasi Akademik dan kompetensinya, serta
untuk memperoleh pelatihan dan pengembangan profesi dalam bidangnya
21. Berhak memperoleh cuti studi.

Diposkan oleh alfatihna di 11.36 0 komentar Link ke posting ini

Label: Kinerja Guru

24 Maret 2010

Perbaikan Kinerja Guru

PERBAIKAN KINERJA GURU
UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN NASIONAL
A. Pendahuluan
Untuk melaksanakan pembangunan diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan bermutu tinggi. Sedang untuk membangun SDM yang bermutu tinggi, diperlukan penidikan yang bermutu, berperadaban, efektif dan efisien. Karena, “SDM yang bermutu hanyalah dapat dibentuk, dikembangkan segala potensi dan kemampuannya melalui pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya”. Dengan demikian, dalam proses pembangunan peranan pendidikan amatlah setrategis. Kualitas dan mutu penyelenggaraan pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap mutu SDM, yang juga akan berakibat pada tersendatnya pembangunan.
Berbagai kenyataan lemahnya mutu pendidikan di berbagai sekolah memang dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya adalah kinerja guru yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses pendidikan itu sendiri. Sebab guru sebagai tenaga kependidikan yang berhubungan langsung dengan obyek pendidikan, merupakan unsur utama dalam pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh tugas dan fungsi guru yang merupakan kegiatan inti pelaksanaan manajemen pendidikan.
Proses pembelajaran yang dilakukan guru menjadi aspek yang penting dalam pelaksanaan manajemen pendidikan. Karena, hasil yang dicapai dari proses pembelajaran tersebut akan menjadi patokan bagi keberhasilan pendidikan dilihat dari outcame yang dihasilkan. Secara umum, outcame yang dihasilkan lembaga pendidikan lebih banyak dihubungkan dengan kualitas pemebelajaran yang dilakukan guru. Untuk itu, kepala sekolah sebagai pemimpin dan manajer dalam lembaga pendidikan harus selalu berupaya menigkatan kinerja guru agar proses pembelajaran yang dilakukan benar-benar efektif, yang selanjutnya dapat menghasilkan outcame yang memuaskan.
Dalam sebuah lembaga pendidikan, kepala sekolah merupakan titik sentral dan dinamisator pada seluruh proses kegiatan pendidikan. Pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta tuntutan masyarakat terhadap mutu pendidikan menuntut gaya dan corak kepemimpian yang efektif dalam lembaga pendidikan. Upaya memperbaiki mutu pendidikan sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan dan manajemen yang dilaksanakan. Karena itu, kepala sekolah mempunyai tantangan bagaimana ia mampu berperan secara aktif dan efektif dalam mendorong dan menjadi pelopor perubahan menuju lembaga pendidikan yang bermutu. Kepemimpinan kepala sekolah diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang yang dipimpinnya dalam melaksanakan berbagai kegiatan untuk meraih tujuan pendidikan. Yaitu kepala sekolah yang disipilin dan bertanggungjawab, sehingga ia dapat menjadi taladan, rujukan dan sekaligus motivator bagi orang-orang yang dipimpinnya dalam menentukan arah dan melaksanakan berbagai kegiatan secara efektif.
Memang, dalam lembaga pendidikan telah ada aturan-aturan yang digunakan untuk mendasari langkah kerja secara rasional, sistematis dan terprogram secara teliti untuk mencapai tujuan pendidikan, namun hal itu saja tidak cukup. Sebab, untuk dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagaimana diatur dalam aturan-aturan yang ada masih diperlukan juga seorang pemimpin yang mempunyai keahlian memimpin agar para personel terdorong untuk bekerja secara optimal dan penuh semangat. Dengan demikian, menurut Aan Komariah, kepala sekolah sebagai pemimpin dalam lembaga pendidikan diharapkan dapat menjadi katalisator yang mampu berperan mewarnai sikap dan perilaku orang-orang yang dipimpin menuju arah yang labih baik.
B. Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Melaluil Perbaikan Kinerja Guru
1. Pengertan Kinerja Guru
Secara harfiah, kinerja atau performasi dapat diartikan sebagai prestasi kerja. Ada pula yang mengatakan bahwa “kinerja merupakan pengindonesiaan kata performance, yang berarti daya kerja". Sedang menurut istilah, Mulyasa menyimpulkan pendapat para ahli bahwa “kinerja merupakan hasil interaksi antara motivasi dengan ability”. Jadi, yang dimaksud kinerja guru di sini adalah, bagaimana kemampuan dan motivasi yang ada dalam diri guru guna melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, kinerja guru mempunyai hubungan erat dengan produktifitas yang dihasilkan dalam proses pembelajaran.
Produktifitas yang dihasilkan dalam proses pembelajaran merupakan indikator kinerja seorang guru. Sebagai ilustrasi, seorang guru dapat dikatakan mempunyai kinerja baik, apabila ia telah melakukan proses pembelajaran dengan baik dan dapat menghasilkan outcome yang baik
2.Peran Kinerja Guru dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan
Di atas telah dijelaskan bahwa keberhasilan proses pemebelajaran sangat tergantung oleh guru sebagai pembimbing utama di dalamnya. Kecuali pembimbing, guru juga mempunyai tugas sebagai pengajar. Dalam hal ini, guru bertugas menyelenggarakan proses pembelajaran yang merupakan kegiatan inti dalam pendidikan. Bahkan, Jamaluddin melihat proses pembelajaran ini sebagai ruh sebuah lembaga pendidikan. Untuk itu, setiap guru harus melaksanakan 4 hal yang merupakan tugas pokok profesi keguruan, yaitu menguasai bahan pengajaran, merencanakan program belajar mengajar, melaksanakan, memimpin dan mengelola proses belajar mengajar, serta menilai kegiatan belajar mengajar”.
Dalam dunia pendidikan, guru merupakan salah satu komponen yang tidak bisa diabaikan keberadaanya. Sebagian besar keberhasilan pendidikan terletak pada kinerjanya. Karena guru mempunyai peran dan fungsi yang sangat strategis dalam merealisasikan tujuan pendidikan.
Wina Sanjaya menjelaskan empat peran utama guru dalam proses pembelajara, yaitu 1) guru sebagai fasilitator, 2) guru sebagai pengelola, 3) guru sebagai demonstrator, dan 4) guru sebagai evaluator. Sedang fungsi guru, menurut Undang-Undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen untuk meningkatkan martabat dan peran guru sebagai agen pembelajaran berfungsi untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Dari paparan di atas, dapat ditarik pemahaman bahwa salah satu upaya penting dalam meingkatkan mutu pendidikan nasional adalah perbaikan kinerja guru. Hal ini merupakan upaya riel yang akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar yang merupakan indikator utama mutu pendidikan.
3.Upaya Perbaikan Kinerja Guru
Guru mempunyai fungsi dan tugas yang berat dibandingkan profesi-profesi yang lain. Hal ini terletak pada sisi tanggung jawab yang diemban dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kinerja guru adalah dengan cara meningkatkan kempetensi dan kemampuan profesionalitasnya.
Dari uaraian di atas, upaya yang seyogyanya dilakukan oleh lembaga pendidikan agar gurunya memberikan kinerja yang baik adalah sebagaia berikut ini :
a.Peningkatan mutu dan proseionalitas
Peningkatan mutu mutu dan proseionalitas mencakup pembinaan ketrampilan melaksanakan pembelajaran, termasuk ketrampilan mengerjakan administrasi pendidikan. Pembinaan ini dimaksudkan untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional, sesuai dengan kemajuan dan perkembangan zaman, seperti peningkatan latar belakang pendidikan guru. Selain itu, peningkatan mutu ini bisa diarahkan kepada pengembangan teknologi pembelajaran dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. semua ini dimaksudkan agar proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru bisa berjalan dengan efektif. Sedang efektifitas proses pembelajaran itu sendiri sangat ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki oleh para guru, di samping faktor lain seperti anak didik, lingkungan dan fasilitas.
Untuk itu, dalam rangka memperbaiki kinerja guru, diperlukan upaya meningkatkan kompetensi guru, khususnya kompetensi profesional guru. Menurut Sumiati dan Asra, upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kompetensi atau kemampuan guru adalah penyelenggaraan lokakarya, supervisi klinis, dan pembelajaran mikro.
a)Penyelenggaraan lokakarya
Kegiatan lokakarya merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ilmu pengetahuan dan kecakapan para pegawai, guru-guru sehingga keahliannya tambah luas dan mendalam. Disamping memambah pengetahuan dan wawasan juga dapat meningkatkan ketrampilan dan kemampuan dalam mengajar. Ini dapat diketahui setelah dilakukan evaluasi pada akhir kegiatan tersebut, sehingga dapat dijadikan sebagai feedback bagi guru.
Di dalam lokakarya, penyelenggara mengundang pakar sebagai nara sumber untuk memberikan kajian teoritis tentang permsalahan yang dilokakaryakan. Setelah itu, disusul dengan kegiatan diskusi untuk mengembangkan wawasan, dan diikuti dengan kegiatan latihan (praktik) untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajar.
b)Supervisi klinis
Supervisi adalah proses membina guru untuk memperkecil jurang antara perilaku mengajar nyata dengan perilaku mengajar seharusnya/yang ideal. Kegiatan supervisi klinis dimulai dengan kegiatan diagnosa dan pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Supervisi jenis ini tidak harus dilakukan seorang supervisor. Dua orang guru atau lebih bisa mengadakan supervisi klinis dengan cara bergantian melakukan pengamatan terhadap berbagai tingkah laku masing-masing pada saat melaksanakan pembelajaran untuk mencari kelemahan-kelemahannya. Selanjutnya dilakukan pemecahan masalah bersama sebagai dasar untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kemampuan.
Pada prinsipnya, supervisi klinis harus didahului dengan kesepakatan antara supervisor dengan yang disupervisi. Made Pidarta menjelaskan ciri-ciri supervisi klinis sebagai berikut :
1)Ada kesepakatan antara supervisor dengan guru yang akan disupervisi tentang aspek perilaku yang akan diperbaiki.
2)Yang disupervisi atau diperbaiki adalah aspek-aspek perilaku guru dalam proses belajar mengajar yang spesifik. Miasalnya menertibkan kelas, teknik bertanya, teknik mengendalikan kelas dalam metode keterampilan proses, teknik menangani anak membandel dan sebagainya.
3)Memperbaiki aspek perilku diawali dengan pembuatan hipotesis bersama tentang bentuk perbaikan perilaku atau cara mengajar yang baik. Hipotesis ini bisa diambil dari teori-teori dalam proses belajar mengajar.
4)Hipotesis di atas diuji dengan data hasil pengamatan supervisor tentang aspek perilaku guru yang akan diperbaiki ketika sedang mengajar. Hipotesis ini mungkin diterima, ditolak atau direvisi.
5)Ada unsur pemberian penguatan terhadap perilaku guru terutama yang sudah berhasil diperbaiki agar muncul kesadaran betapa pentingnya bekerja dengan baik serta dilakukan secara berkelanjutan.
6)Ada prinsip kerja sama antara supervisor dengan guru yang saling mempercayai dengan sama-sama bertanggungjawab.
7)Supervisi dilakukan secara kontinu, artinya aspek-aspek perilaku itu satu persatu diperbaiki sampai guru itu bisa bekerja dengan baik. Atau kebaikan bekerja guru itu dipelihara agar tidak kumat jeleknya.
c)Pembelajaran mikro.
Pengajaran mikro merupakan praktek untuk melatih kemampuan dalam melaksanakan proses pembelajaran dapat dilaksanakan oleh sekelompok guru (biasanya lima sampai sepuluh orang) di suatu sekolah. Dengan demikian, yang dapat mengambil manfaat dari pembelajaran mikro ini tidak hanya guru yang melakukan praktek mengajar saja, tetapi guru lain yang mengikuti kegiatan ini juga dapat menambah pengetahuannya dalam proses pembelajaran.
Untuk itu, dalam melaksanakan pembelajaran mikro ini, Sumiati dan Asra memaparkan langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan, yaitu :
1)Menghubungi teman sekerja atau guru-guru yang mau diajak kerjasama untuk meningkatkan kemampuan mengajarnya.
2)Menentukan siapa akan melaksanakan praktek mengajar, siapa menjadi siswa, dan siapa menjadi pengamat.
3)Merumuskan bentuk-bentuk kemampuan apa yang akan dilatihkan.
4)Menyusun panduan pengamatan berdasarkan bentuk kemampuan yang dilatihkan.
5)Bagi yang akan melakukan praktek (latihan mengajar) menyusun perencanaan pembelajaran (silabus dan RPP) untuk pembelajaran mikro, sebagaimana bentuk perencanaan pembelajaran biasa.
6)Melaksanakan pembelajaran mikro sebagaimana pembelajaran biasa.
7)Berdasarkan hasil pengamatan dari pengamar, setlah selesai pembelajaran dilakukan pembahasan, dengan mengemukakan segi-segi tingkah laku positif dan negatif ketika mengajar, dan dilakukan diskusi oleh semua yang terlibat dalam pembelajaran mikro, yaitu orang-yang bertindak sebagai guru, siswa dan pengamat.
b.Pembinaan Disiplin
Disiplin merupakan ketaatan dalam melaksanaan tugas-tugas yang diberikan. Suatu pekerjaan akan dapat terlaksana dengan baik apabila dilakukan dengan disiplin. Selain dapat berdampak langsung terhadap pekerjaannya sebagai guru berupa keberhasilan melaksanakan proses pembelajaran, kedisiplinan guru juga dapat memberika manfaat kepada siswa, untuk dijadikan contoh dan teladan. Siswa yang melihat gurunya disiplin, akan memberikan penghormatan, yang akan berdampak langsung pada tumbuhnya motivasi untuk mengikuti pembelajaran dan menjadikan sebagai tauladan yang baik.
Dalam Manajemen Berbasis Sekolah, Mulyasa mengatakan bahwa “disiplin merupakan sesuatu yang penting untuk menanamkan rasa hormat terhadap kewenangan, menanamkan kerjasama, dan merupakan kebutuhan untuk berorganisasi, serta untuk menanamkan rasa hormat kepada orang lain”.
c.Pemberian Motivasi
Pemberian motivasi merupakan salah satu faktor diperlukan dalam meningkatkan kinerja guru. Dengan pemberian motivasi diharapkan dapat menggerakkan faktor-faktor lain yang mengarah kepada efektifitas kerja secara umum.
Dalam hal ini, Mulyasa mengatakan bahwa motivasi adalah tenaga pendorong yang bisa menyebabkan adanya tingakh laku ke arah tujuan tertentu. Mengacu pendapat tersebut, dapat dikatakan bahwa memeberikann motivasi kepada tenaga kependidikan mempunyai peranan penting sebagai pendorong efektifitas kerja mereka. Dengan kata lain, para tenaga pendidikan akan merasa terdorong apabila dalam diri mereka terdapat motivasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
Motivasi sebagai dorongan jiwa, semestinya sudah ada dalam diri setiap guru. Sebagai tenaga profesional, sudah selayaknya guru melaskanakan tugas dan fungsinya dengan disiplin. Hal ini terkait dengan sumpah jabatan yang telah diucapkan. Namun tidak menutup kemungkinan, dalam kondisi-kondisi tertentu, motivasi yang ada dalam dirinya bisa berkurang. Dalam hal demikian, dorongan dari luar sangat diperlukan.
d.Penghargaan
Memberikan penghargaan berarti memberikan penghormatan kepada seseorang. Penghargaan sangat penting untuk memberikan motivasi dan support kepada seseorang yang menjalankan tugas. Karena, orang yang menerima pengharggan merasa diberi penghormatan dari apa yang telah dilakukan, sehingga dalam dirinya akan selalau tergerak dan termotivasi untuk melaksanakan tugas-tugas yang lain.
Pemberian penghargaan memang penting untuk meningkatkan produktifitas kerja. Tetapi ia juga bisa menimbulkan dampak negatif. Karena itu, “penghargaan ini perlu dilakukan secara tepat, efektif dan efisien, agar tidak menimbulkan dampak negatif”.
C.Kesimpulan
Setelah melakukan pembahasan di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.Guru mempunyai peran dan fungsi yang strategis dalam peningkatan mutu pendidikan. Untuk itu perbaikan kinerja guru harus menjadi fokus utama dalam peningkatan mutu pendidikan.
2.Perbaikan kinerja dapat dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :
a.Peningkatan mutu dan proseionalitas
1)Penyelenggaraan lokakarya
2)Supervisi klinis
3)Pembelajaran mikro.
b.Pembinaan Disiplin
c.Pemberian Motivasi
d.Penghargaan
Semoga dapat bermanfaat. Amin.

READ MORE - HAK DAN KEWAJIBAN GURU
Label: 1 komentar | | edit post

My Bisnis Online & Offline (BP Grup)

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Kategori

. Motivasi .Kab. Kuansing .Komunitas BP .Leader Sanggar Seni Kuantan Mekar .Mengulang Kaji .Pengenalan LMS .Sanggar Seni Kuantan Mekar (AI) (Kepala MAN 1 Kuantan Singingi (Kisah Nyata) 1.1.h. Demonstrasi Kontekstual - Modul 1.1 10 (SEPULUH) NASIHAT IMAM AS-SYAFI'I 10 Hal 10 KUNCI 𝟏𝟎 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐡 𝟏𝟎 pelajaran dari buku 𝐑𝐮𝐥𝐞𝐬 𝐎𝐟 𝐖𝐨𝐫𝐤 10 soal dan jawaban tentang sejarah musik dari era Renaisans hingga modern 13 CARA 13 kutipan 14 Album Dewa 19 (Full): Urutan dan Lagu Hits di Dalamnya! 17 Tahun ku menjalani biduk rumah tangga 2012 2023 2024 3 Bentuk Kesabaran Kepada Allah_Ustadz H. Suhelmon 3 Kunci Sukses 35 soal dan jawaban tentang musik pop 40 soal dan jawaban tentang musik tradisional dari berbagai daerah 40 soal dan jawaban tentang sejarah musik dari era Renaisans hingga modern. 48 Hukum Kekuatan 5 Aplikasi 5 cara menjadi orang Yang berwawasan Luas 5 𝙆𝙀𝙈𝘼𝙇𝘼𝙎𝘼𝙉 𝙔𝘼𝙉𝙂 𝘽𝙀𝙍𝙈𝘼𝙉𝙁𝘼𝘼𝙏 𝙐𝙉𝙏𝙐𝙆 𝙈𝙀𝙉𝙄𝙆𝙈𝘼𝙏𝙄 𝙃𝙄𝘿𝙐𝙋 6 Amalan Yang di Sunnahkan Nabi SAW di Hari Idul Fithri 6 Siswa Terbaik SMAN 1 Sentajo Raya Lulus SNBT 2026! 7 Basic manner dalam kehidupan sehari-hari 7 CARA MENJADI ORANG YANG DIPERHATIKAN SEMUA ORANG 7 TANDA BATINMU LELAH Agama Agama Islam AGAR HIDUP MENJADI TENANG _ Abdul Mu'ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI | Sekretaris Umum PP Muhammadiyah) Agen AI Aib Aisyah Akhir Zaman Akhirat Akhlak Akhlak Mulia Akreditasi Akrostik Aksi Nyata Aksi Nyata Camat Kuantan Tengah: “Bekerja dengan Ikhlas Aku Bangga Menjadi Guru Al Qur'an Alami Alat Musik Keyboad Allah Maha Baik Alumni Alumni Pondok Pesantren Alumni SMAN 1 Sentajo Raya Lulus di Shandong Jianzhu University China Alumni SMAN Pintar Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan Alumni STM/SMKN 1 Teluk Kuantan Amal Jariyah Amalan Pembuka Pintu Rezeki Amanah Amanat Amanat Upacara Amanat Upacara Senin SMAN 1 Sentajo Raya: Menggali Makna Meminta Maaf dan Keluasan Jiwa untuk Memaafkan Anak Anak Anak Anak Anakku Anak Olah Raga ANAK PONDOK PESANTREN Anak Shaleh Anak Sholeh Anak Yatim Anak-Anakku Ane Ahira Aneh Angkatan 1 Anisa Skin Care Annisa Skin Care Anti Virus Arahan Arangger Aristoteles Arminareka Perdana Aroma Wangi Tradisi dalam Gerak: SMAN 13 Pekanbaru Persembahkan Tari “Moh lah melempok” di Ajang FL32N Arrangger Artificial Intelligence Artikel artikel agama Artikel Agama Islam ARTIKEL ANNE AHIRA Artikel Bisnis Artikel Bisnis BP Artikel BP Artikel Budaya Positif Artikel Edukasi Artikel Islam Artikel Islami Artikel Kehidupan Artikel Keluarga Artikel Motivasi Artikel Musik Artikel Nasihat Artikel Pendidikan Artikel Psikologi Artikel Seni Asesmen Asesmen Pembelajaran Asli Attitude Award Ayah Ayah Edy Ayah Sholeh Ayahnda Azab Baca Baca Doa Bahagia Guru Bahan Ajar Bahan Ajar Seni Musik Bahan Ajar Seni Musik Modern: Eksplorasi Instrumen dan Kreativitas (Kelas XI) Bahan Ajar Seni Teater Bahasa Arab Sehari-Hari Bahasa Inggris Bahasa Jerman Baik Baitullah balada Band Bangga Banner Bapak BEBERAPA FAKTOR AGAR DO'A TERWUJUD Belajar Belajar Agama Belajar Agama Islam Belajar Bahasa Arab Belajar Bisnis Belajar Praktek Belgie Eye Belgie Pro Belgie Pro. Benai Benar Bendera Bengkalis Berbasis Teknologi Berbasis Teknologi Informasi Komputer Berita Berita Duka Berita Sekolah Berjamaah Berkah Berkah Berlimpah Berkarya Berkemajuan Berkualitas Bermanfaat Bernyanyi Bernyanyi Unisono Berpikir Positif Berpikiran Positif Bersabarlah Dalam Membina Biduk Rumah Tangga Bersihkan Wajah Ibu Kota di Larut Malam” Bertabur Pahala Berteman Best Practice BGP Riau Bijak Bijak Merdia Sosial Bijaksana BIMTEK SENI Biografi Bisnis Bisnis BP Bisnis Dari Rumah Bisnis Kekinian Bisnis Online Bisnis Online Succes Bisnis Owner Bisnis Pasangan Bisnis Paten Bisnis Percepatan Bisnis Rumahan Bisnis Tanpa Ruko Blog Blogger blues BNN Kab. Kuansing BOCORAN ALGORITMA IG TERBARU Borong Dua Penghargaan Sekaligus! BGTK Riau Tampil Gemilang di Tahun 2025 BOS BP BP Grup BP Proaktif Brasic Pro Brassic Pro Britis Propolis British Propolis BROADCASTING Budaya Budaya Kuansing Budaya Menulis Bukan Cuma Nilai Angka: Mengintip 4 Pertimbangan Penting Kenaikan Kelas di Era Kurikulum Merdeka Bukan Konstruk Kurikulum Bukan Sekadar Pengajar Berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadist Bukan Sekadar Seremonial: BI dan BGTK Riau Cetak Guru "Duta Rupiah" Lewat Program RIAU BERTUAH Buku Buku Antologi Buku Berkualitas Buku Solo Buku: Sahabat Setia yang Tak Pernah Ingkar Janji_Ronaldo Rozalino Bulan Ramadhan Bulan Ramadhan Adalah Bulan Membaca Al-qur'an dan Sedekah Bully Bullying Bunda Bupati Kuansing Bupati Kuantan Singingi Terbitkan SK Panitia Pacu Jalur Rayon II 2026 Bussiness Owner Leader Buya Yahya Cahaya di Atas Panggung Sukaraja: "Senandung Bershalawat" Membuka MTQ Kuantan Singingi 2024 Cahaya di Ujung Cengar: Meneguhkan Langkah Perempuan Berkemajuan Calon Pengusaha Calon Pengusaha Pecinta Qur'an Candi Borobudur Cantik Cara Bernyanyi Menggunakan Diafragma Cara Memainkan CARA MENGHARGAI DIRI SENDIRI DI TAHUN 2025 Catatan Penting Cello Yenroza Putra Ceramah Ceramah Agama Ceramah Agama Islam Cerita Cerita Hikmah Cerita Islami Cerita Motivasi Ceritaku Certified CGP CGP 10 CGP A.10 CGP Angkatan 10 Cinta Cipta Lagu Cipta Puisi Ciptaan Ismail Marzuki Ciri-ciri ClassPoint Coach Coaching COACHING UNTUK SUPERVISI AKADEMIK Coffe Jenna Competence Composser Composser Arrangger Song Composser. Arrangger Computer Contoh CONTOH ADAB MEMELIHARA HARGA DIRI TETANGGA Corona Covid-19 Curiculum Vitae CV Dagang DAHSYAT! Perjuangan ‘Mental Baja’ Beta Gloria Dakwah dan Fungsi (Tupoksi) secara umum untuk masing-masing jabatan dalam struktur organisasi DKC Kuantan Tengah dan Inovatif dan Mengenal Akor dan Orang Media di Mata Hukum ASN dan Paham Rupiah di Era Digital dan Rubrik pelaksanaan observasi kelas Kegiatan Pendahuluan dangdut Dari Bos Menjadi Partner”Dulu Dari Didikan TVRI Nasional ke Dunia Literasi: Kisah Inspiratif Guru ASN di Kuansing Dari Rumah Bisa Bisnis Daring Debat Dedikasi untuk Sang Pengayom Budaya: Selamat Ulang Tahun Ibu Hj. Yulia Herma Suhardiman DEEP LEARNING Deep learning selalu dimulai dari surface learning Dejavu + Band dengan Dermawan Design Blog Design Kostum Dewasa di SMA diam Diam itu Emas Digital Digital Marketing Diklat Nasional Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kab. Kuantan Singingi Dinas Pendidikan Kuansing Disbud Par Kuansing DKC DKC Kuantan Tengah DKKS DMI Kuansing Doa Doa Anak Anak Doa Apresiasi Seni Doa Ibu Doa Istri Doa yang bisa di gunakan saat tawaf umrah 7 Keliling Doaku Doktor Dokumentasi Dosen Download Duka Dunia E-KIN E-KTP Educator Edukasi Edukasi Islam EKIN Ekspose Elly Risman Emak Enam Encore Enggan Sedekah Entrepreneur Entrepreneur BP Entrpreneur 𝐄𝐫𝐚 𝐃𝐢𝐬𝐭𝐫𝐮𝐩𝐭𝐢𝐟! Estafet Perjuangan: Musycab ‘Aisyiyah Cengar Resmi Digelar untuk Perkuat Gerakan Perempuan Berkemajuan Etika Even Nasional Facebook Family BP Fasilitator Fast Class FB Festival Guru Film Pendek Filsafat Finish beribadah bukan 1 Syawal Fiqih FLS2N FLS2N SMA FLS2N SMA KUANSING FLS2N SMA/MA Fokus Formasi CPNS Formulir Pendaftaran Forum Guru Seni SMP SMA Provinsi Riau Forum Literasi Kuansing Founder BP Founder Madu Vicella Full Day Futsal Gadget Gaji Gali Potensi Gambar Gelar Gelorakan Kreativitas! Inilah Daftar Lengkap Pemenang FLS2N SMA/MA/SMK Kabupaten Kuantan Singingi 2026 Gelorakan Seni Budaya di Jantung Kota: DKC Kuantan Tengah Periode 2026-2030 Resmi Dikukuhkan Gema Kalam Ilahi di Tanah Jalur: Pembukaan MTQ Riau ke-44 di Kuansing Siap Hadirkan Qori Internasional Gema Wahyu dan Alunan Azan: Cahaya Spiritual di Aula Karumuntiang SMAN 1 Sentajo Raya Gema Wahyu Ilahi di Negeri Bermarwah: Kuantan Tengah Bersiap Sukseskan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 Gembira Datangnya Ramadhan_Ustadz Lasmiadi Gemilang Prestasi SMAN 1 Sentajo Raya: Rahma Maulidia Naidi Sabet Juara 1 Jurnalistik FLS3N Kuansing 2026 Gerakan Literasi Kuansing Gerakan Subuh Berjamaah Gesit Digital Gitar Solo GKK Riau dan BGTK Gelar Rapat Koordinasi Strategis di Hotel Pangeran Google Green Teacher growth mindset Grup Band Grup Musik Kuansing Guru Guru Bahasa Inggris Guru Berkarya Guru Literasi Guru Literat Guru Menulis Guru Motivator Guru Musik Guru Pembelajar Guru Penggerak Guru Penggerak Inspirasi Negeri Guru Pengusaha Guru Penulis Guru Proaktif 𝐆𝐮𝐫𝐮 𝐏𝐫𝐨𝐝𝐮𝐤𝐭𝐢𝐟 Guru Seni Budaya Guru Seni Musik Guru: Pembentuk Kecerdasan Guruku Guruku Mulia Guruku Terbaik H. Sukarmis Habit Hadiah Tak Ternilai untuk Orang Tua: Menjaga Ketaatan pada Allah Haji Plus Halal Halal Mart Hang Nadim Happy Anivesary Happy Anniversary Harapan Hargai Hari Besar Hari Guru Nasional Hari Pertama Hari Ulang Tahun Pernikahan Harmonis Harta HARVARD UNIVERSITY Hati HATI DAN JIWA Hebat Herbal Hidup Sukses Hijrah Hikmah HNI Hoax HORMATI TETANGGA HPAI Hukum Hukum dan Perundang-undangan DP MUI Kab. Kuansing) Humas Humas SMAN 1 Sentajo Raya Humas SMAN Pintar Hut HUT GURU HUT Pernikahan HUT RI Hutang Hymne Ibrah Ibu Idul Adha IG IGI iGI Riau IHT Ikatan Alumni Pascasarjana UM Sumbar di Kuansing Ikhlas IKLB IX Koto Kuansing Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Lintau Buo IKTIKAF (Ibadah Khusus Tafakur pada Ilahi yang Khusyuk dan Fokus) Ilmiah Ilmu Ilmu Agama Ilmu Agama Islam Ilmu Pengetahuan Ilmu Pengetahuan Agama Ilmu Tanpa Adab Bagaikan Lampu Tanpa Cahaya: Catatan Upacara SMAN 1 Sentajo Raya Oleh: Shinta Muselpa Ilmuwan Imam Al Gazali Imam Syafi'i Iman Imtaq Indah Indonesia Indonesia Pusaka Info Info Bisnis Info Indonesia Info Sekolah Inggris Inspirasi Inspiratif Ciptakan Instropeksi Instropeksi Diri Instrument Interaktif Inti dan Penutup Ippho Santosa IQRO' ISI Padangpanjang Islam Islam Agamaku Islami ISMUBA Isra Mi'raj ISTIDRAJ Istiqamah istri Rasulullah Istri Sholehah IT Jaga Anak Anak Jaga Kesehatan Jakarta JALUR JANGAN GAMPANG KAGUM Jangan Lelah Untuk Terus Berbuat Baik jazz Jejak Bakti dari Almamater: Bangga dan Bahagia Menjadi Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan; Eka Putra Jejak Sang Pendidik: Dari Ruang Kelas Hingga Barisan Berkemajuan Oleh: Ronaldo Rozalino Jembatan Merah Jembatan Merah Music Dance Course Jembatan Merah Shop Jendela Hati: Ketika Dunia Tak Lagi Tampak Indah JM 83 STUDIO JM Musik n Sport JM Studio JMMDC Juara Juara 1 Juara Design Juara SMAN Pintar Jujur Jum’at Berkah: Membawa Semangat “Riau Bertuah” ke SMAN 1 Sentajo Raya Jurnal JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN Jurnal Refleksi Dwi Mingguan ke-7 Jurnalis Kab. Kuansing Kab.Kuansing Kabupaten Kuantan Singingi Kacang Lupa Kulitnya Kadis Pendidikan Kajian Kajian Ilmiah Islam Kakak Kandungku Tercinta Di Momen Lebaran Kalender/tahapan pengelolaan kinerja Guru dan Kepala Sekolah tahun 2025 Kalimat Kampus Terbaik Di Sumatera Barat Kantor Perwakilan Teluk Kuantan Karakter Karya Karya Buku Karya Cipta Karya Literasi Karyaku Kata Kata KATA-KATA MOTIVASI YANG IDEALIS KATA-KATA UNTUKMU Kaya Kayuah Keagamaan Kebaikan Kecerdasan Kedewasaan Kegiatan Jum'at Kegiatan Keagamaan Kegiatan Seni Kegiatan SMAN Pintar Kehidupan KEHORMATAN Kejahatan Sekolah Kekayaan Hati Kelas Kelas X Kelas XI Kelas XII Keluarga Keluarga Besar Muhammadiyah Riau Keluarga Besar SMAN 1 Sentajo Raya Melayat ke Kediaman Bobi Antoni Keluarga BP Keluarga Tercinta Keluargaku KEMERIAHAN MILAD KE 112 MUHAMMADIYAH di KUANTAN SiNGINGI: (*_Menghadirkan Kemakmuran Untuk Semua_*) Kemitraan KENAPA PEMUDA SEKARANG OGAH MAIN-MAIN KE MASJID ?? Kepala Sekolah Kepemipinan Kesehatan Keseruan dalam Pembelajaran Keteladanan Keterampilan Keterampilan Guru Ketua Ketua Kombel Kayuah Narsum BNN Kab. Kuansing Tentang Literasi Digital P4GN KH. Ahmad Dahlan Khatib Jumat Khutbah Jum'at Khutbah Jumat Kisah Kisah Hikmah Kisah Inspiratif Kisah Motivasi Kisah Nabi Kisah Nyata Kisah Para Alim Kisah Sukses Kisah Ulama Kisi Kisi Soal KISI KISI SOALSENI BUDAYA ASESMEN SUMATIF AKHIR JENJANG KELAS XII TAHUN 2024 Kobarkan Militansi Kolaborasi Kombel Kayuah SMAN 1 Sentajo Raya Komisi Budaya Islam Komite Komposser Arangger Komunitas Akademi GaSinG Riau Sukses Gelar Webinar Coaching 167 Komunitas Belajar Komunitas Bisnis Komunitas Bisnis BP Komunitas BP Komunitas BP MOST SBM Komunitas Guru Penggerak Provinsi Riau Komunitas Kuansing Komunitas MOST BP Komunitas Proaktif BP Komunitas Quizizz Riau Koneksi Antar Materi KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3 Koordinator Kopdar Kopdar BP Kopi Kopi Rempah Koreksi Diri Kosmetik Herbal Kostum Tari Kota Padang Kota Taluk Kuantan Kuansing Kreatifitas Seni Kreatiftas Seni KS TV (KUANSING TV) KTP Elektronik Kualitas Kuansing Kuansing Maju Berkat Langkahmu Kuansing Terkini Kuantan Hilir Kuantan Mekar Kuantan Singingi Kuantan Singingi Bersiap! Rapat Evaluasi MTQ Tingkat Provinsi dan Matangnya Persiapan Pacu Jalur Rayon II Banjir Bonus Kuantan Singingi. Kuansing Kuantan Tanah Tumpah Kuantan Tengah Kuliah Daring Kuliah Online Kultum KUMPULAN LINK TUGAS LMS PMM CGP Kunci Kemajuan Kunci Sukses Kurator Kurikulum Merdeka Kurikulum Merdeka Belajar kurikulum merdeka. Kursus Musik Kursus Tari Kutipan tentang membaca dan buku Labersa Waterpark Lagi Viral Lagu Guru Penggerak langkah LANGSUNG DARI HEAD OF INSTAGRAM Laporan Latihan LATIHAN SOAL KELAS X ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA LATIHAN SOAL KELAS XI ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA LATIHAN SOAL KELAS XII ASESMEN SUMATIF SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2023/2024 SMA NEGERI SENTAJO RAYA Lc. LC. Leader Leadership Learning Daring Lebaran Lebih Dekat LELAH YANG DISUKAI ALLAH Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab Lembaga Seni Budaya Libur. LIPIA Lirik Lirik Lagu Lirik: Ronaldo Rozalino lisan Literasi Literasi Digital Literasi Digital dalam Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dengan Keterkaitan Social Media LMS Logika Logo Lokakarya Lokakarya 7 Lomba Menulis Lomba Seni Musik Lomba Tari Kreasi Berkelompok LPMP Riau Lubuk Jambi Menjadi Saksi: Saat Pimpinan Wilayah dan Akar Rumput Muhammadiyah Melebur dalam Satu Doa M.Pd M.Pd (Coach RR) M.Pd (Dosen UNIKS dan Pengurus MUI Kab. Kuansing) M.Pd (Guru MAN 1 Kuansing) M.Pd_ Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau M.Pd.Sasaran: Santri Akhir (Kelas XII) Pondok Pesantren KH. Ahmad Dahlan Teluk Kuantan M.S.I (Sekretaris Komisi Fatwa M.Si (Camat Kuantan Tengah) M.Si. (Camat Kuantan Tengah) di Mata Para Sahabat MA MA (Kakan Menag Kab. Kuansing) Madinah Madinah Al Munawarah Mading Online Madu Madu Asli Madu Hutan Madu Hutan Murni Madu Murni Madu Murni dan Asli Madu Vicella Mahakarya Kolosal di Sentajo Raya: Pesona Tari Cahaya Illahi Getarkan Pembukaan MTQ 2013 Majlis Ilmu Majlis Subuh Majlis Subuh_Karakter Ajaran Islam Makalah Makkah Al Mukaramah Malam Mangaji: Gemuruh Dayung Rayon II Bersempena Semarak MTQ Riau XLIV Mama Manajemen Manajemen Pertunjukan Mande Manfaat Manfaat Program Pendidikan Guru Penggerak Manganyam Manusia Marketing Mars Masa Anak-Anakku Masa Depan Masa Orientasi Siswa masjid Masjid Raya Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan Masjidil Haram Master BP Master Of Selling Master Selling Of Team Masyarakat Tanpa Riba Matangkan Persiapan Akhir Musypimda 1 Muhammadiyah Kuansing Materi Materi ajar lengkap mengenai Manajemen Pertunjukan Seni untuk kelas XII SMAN 1 Sentajo Raya Materi Musik Vokal Materi Pembelajaran Materi Seni Budaya Materi tentang belajar vokal Maulid Nabi SAW Mawadah Media Media Inovatif di Media Sosial Mekah Mekkah Melayu Memaknai Pergantian Tahun 2024Sejauh Mana Aqidah Kita? Ust. Dr. Ahdanan Saleh Membaca Membangun Membasuh Jiwa di Rumah Allah: Memetik Hikmah Kurban dan Cermin Keluarga Ibrahim_Ust. Candidat Dr. Hendio Anjasmara Membasuh Negeri dengan Literasi: Menanam Benih “Cinta Membuat Buku membuat Website Memetik Cahaya di Bulan Suci: Jejak Pena Ronaldo Rozalino dalam "Dalam Cahaya Ramadan Memetik Hikmah Kesalehan: Meneladani Bakti Nabi Ibrahim dan Ismail AS_Usttadz Seprion Memetik Kebeningan Hati: 2 Cahaya Kebahagiaan bagi Sang Penanti Berbuka Memperkaya Kehidupan: Menyelami Pembelajaran Musik Vokal yang Mendalam_Oleh: Ronaldo Rozalino Memulangkan Hati yang Tersesat: Kalam Langit di Masjid Raya Pasar Taluk _ Ustadz Dr. Irfandi mendidik Meneladani Nabi Ibrahim: Rahasia Sukses “Ke Atas” dan “Ke Bawah” dalam KeluargaUstadz Seprion Menemukan Harmoni Rasa dan Nada di Fourte Coffee & Space Signature Teluk Kuantan Menenun Logika Menenun Masa Depan: Kala Guru dan Orang Tua Berjalan Sepinggan“Ronaldo Rozalino” Mengajar dengan Hati: Panggilan Jiwa Seorang Guru Sejati Mengayuh Marwah di Tepian Narosa: Simfoni Gelombang Pacu Jalur Rayon II dan Kilau Syiar MTQ Riau 2026 Mengetuk Pintu Langit di Koridor Klinik: Kala Sang Guru Menjemput Kesembuhan pada Sang Murid Menghangatkan Jiwa: Pesan Cinta dari Muhammadiyah Teluk Kuantan menginput 3 Aspek perilaku Mengokohkan Barisan Mengukir Prestasi Meniti Jejak Proporsionalitas Hidup:Seni Merajut Ridha Ilahi dan Keindahan Dunia_Ust. Boby Mulya Menjadi Embun yang Luruh Diam-DiamOleh: Ronaldo Rozalino Menjadi Guru Menjadi Guru Tetap Waras dan Bermartabat: Memaknai Kembali 9 Kode Etik Guru_Oleh: Ronaldo Rozalino Menjaga Akar Menjaga Pucuk Harapan: Pemerintah Resmi Batasi Ruang Digital bagi Remaja “Ronaldo Rozalino” Menjemput Berkah: Bahaya Harta Haram dalam Kehidupan Menjemput Fitrah: Refleksi Kebermaknaan Guru Menjemput Inspirasi di BERTUAH 2026: Jejak Langkah Literasi Rupiah untuk Negeri Menjemput Keberkahan: Catatan dari Sayyidul Ayyam_Ustadz H.Suhelmon Menjemput Mentari Global: Baitul Arqam Santri Akhir Ponpes KH. Ahmad Dahlan Mensyukuri Nikmat Mentor 5 Benua Menuju Prestasi dan Inspirasi: PGRI Kuantan Singingi Gelar Sosialisasi Apresiasi GTK 2026 untuk Cetak Guru Hebat Menulis Menulis Buku Menunda Menuntun Jiwa Menyalakan Pelita di Ruang Kelas: Refleksi Jiwa Pendidik yang Menginspirasi Menyambut Kemegahan MTQ ke-44 Riau Menyambut Pesta Budaya di Tepian Narosa: Sinergi dan Persiapan Matang Menuju Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan 2026 Menyemai Benih Kader Menyuarakan Jiwa Merajut Keteladan: Jejak Inspirasi Pak Rohandi dalam Lintas Generasi Merajut Rindu di Ambang Syawal: Sebuah Jejak Silaturahmi di Kediaman Camat Kuantan Tengah Merajut Ukhuwah di Gerbang SatuMu: Kala Syawal Memanggil Langkah Kader Riau_Silaturahmi Idul Fitri 1447 H Merdeka Belajar MERDEKA MENGAJAR Mesjid MGMP Seni Budaya SMA MGMP Seni Budaya SMA Kab. Kuansing MGMP Seni Budaya SMA/SMK/MA se Riau MH Mid Semester Milyarder MIM Teluk Kuantan Minangkabau mindset Mindset Bisnis Mitos Mitra BP Mitra Ippho Santosa MM_Oleh: Ronaldo Rozalino Model Pembelajaran Berbasis Pembelajaran Mendalam Model Pendidikan Modul Modul 1.1 Modul 1.2 Modul 1.3 Modul 1.4 Modul 2.1 Modul 2.2 Modul 2.3 Modul 3.1 MODUL 3.2 Modul 3.3 Modul Ajar Manajemen Pertunjukan Seni Kelas XII SMAN 1 Sentajo Raya Modul Ajar Seni Musik Modern: Eksplorasi Instrumen dan Kreativitas Modul Ajar Seni Musik: Pengembangan Vokal Modul Projek Momen Penuh Berkah: Masjid Agung Ar-Raudhah Kuansing Sembelih 3 Ekor Sapi Kurban Mompreneur MOS MOST MOST BP Mother Motivasi Motivasi Agama Motivasi Bisnis Motivasi Diri Motivasi Hidup Motivasi Islami Motivasi Kehidupan Motivasi Pendidikan Motivasi Sukses Motivator Motivator Literasi Motivator Literasi Edukasi Motivator Literation Motivpreneur Muanfik Mudah Muhammadiyah Muhammadiyah Gerakanku Muhammadiyah Kuansing Muhammadiyah Kuansing Matangkan Rencana Musypimda I 2026 Muhasabah Muhasabah Diri MUI MUI Kab. Kuantan Singingi) MUI Kuansing Muliakan Orang Tuamu Sebelum Terlambat Murid Musahabat Musibah Musik musik klasik Musik Rarak Godang Musik Tradisional Musik Vokal Musim Muslim Musyda Muhammdiyah MVKS Nabi Muhammad SAW Nafsu Narasumber Narkoba Nasihat Nasihat Agama Nasihat Diri Nasihat Kehidupan Nasional Negeri Kuantan Singingi New Normal Ngopi Paste Ngopi Paste: Menjemput Ketenangan Hati Melalui Syariat Kurban Bersama Ustadz Supepri Nilai Kebaikan Nilai Sebuah Botol _ Delfira Yusrila Dewi Non Akademik Non Copy Paste Notasi Obat Objek Olah Raga Olimpiade Sains Nasional Olimpiade Sains Nasional Kabupaten Olimpiade Sains Nasional Provinsi Ongky Hajanto Online Online Berbasis IT Optimalisasi Optimalkan Papan Interaktif Digital Orang Bijak Orang Tua Orchestra Indonesia Orflame Oriflame Original OSIS OSN Otak Owner P4GN P4TK Seni Budaya P5 Pacu Jalur Paduan Suara Pagaleran Karya Seni Tari Pahala Pahala Khatam Al Qur’an di Bulan Ramadhan Pahala Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan Paham Paham Rupiah: Menjaga Kedaulatan Bangsa dari Ruang Bertuah Pekanbaru Paham” Rupiah di Bumi Lancang Kuning Pahami PAI PAKASERI PAKASERU Paket Datang PALSU Pameran Pameran Karya Seni Rupa Pandemi Panen Hasil Belajar Panen Karya Panitia Siap Gelar Pleno dan Konsolidasi Organisasi PANPEL FLS2N SMA Panti Asuhan Papa Parenting Pariwiasata Pascasarjana Pascasarjana UM Sumatera Barat Pascasarjana UM Sumatra Barat Pascasarjanna Paskibraka Paskibraka 2010 Pawai Budaya PD Muhammadiyah Kuansing PD Muhammadiyah Kuantan Singingi Siap Gelar Musypimda I Tahun 2026 PDM Kuansing PDM Kuantan Singingi Gelar Musypimda I Tahun 2026 PDM Kuantan Singingi Gelar Musypimda I: Menuju Gerakan Islam Berkemajuan yang Terintegrasi Pebisnis Pebisnis Indonesia Pecinta Shalawat Pedagang Pedagang BP PEDAGANG TEH TELUR YANG SERING KENA CIBIR ITU BERNAMA ENGKU RAOH Pekanbaru PELAJARAN BERULANG TENTANG CINTA DAN BENCI Pelatihan Musik Peluang Bisnis Peluang Usaha Peluang Usaha. Pemakmur Masjid PembaTIK 2023 Pembelajar Pembelajaran Pembelajaran Daring pembelajaran RPP/Modul Ajar Pembelajaran Tanpa Batas Pembina Pembinaan BP Pemburu Sertifikat Pemikiran Pemimpin pemimpin adalah bos. Pemimpin Adalah Menderita”: Dedikasi Tanpa Batas Camat Kuantan Tengah untuk Masyarakat PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA Pemuda Pemuda Muhammadiyah Kuansing Gelar Baitul Arqam di Muallimin Teluk Kuantan Pemula Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika Pencerah Pencetak Pengusaha Pencinta Qur'an Pendekatan deep learning Pendidik Pendidik Penggiat Literasi Indonesia Pendidikan Pendidikan Agama Islam Pendidikan Guru Penggerak Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 10 pendidikan sejati bukan hanya soal memberikan pengetahuan atau keterampilan intelektual PENDIRI MUHAMMADIYAH DAN BIOLA Penegak Penerbit Pengajar Praktik Pengalaman Pengawas Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid Pengembanga Diri Pengembangan Diri Pengembangan Kompetensi Pengenalan Alat Musik Keyboard Pengetahuan Pengetahuan dan Kebijaksnaan Penggiat Literasi Penggiat Literasi Kuansing Penggiat Tanpa Riba Penghargaan Penguatan Pengukuhan Pengumuman Pengurus Pengusah BP Pengusaha Pengusaha BP Pengusaha Indonesia Pengusaha Muslim Indonesia Pengusaha Muslim Sukses Pengusaha Sukses PENSIBU 2022 Pensiun Penulis Penulis Mega Best Seller Penyanyi Potensial Pepatah dari berbagai negara: Perguruan Tinggi Negeri Perjuangan Perkuat Sinergi Perkuat Sinergi Organisasi Perkuat Ukhuwah Perpisahan yang Mengharukan: SMAN 1 Sentajo Raya Lepas Siswa Kelas XII dengan Penuh Makna Persahabatan PERSAUDARAAN KAKAK & ADIK Persiapkan Guru Hebat Menuju Prestasi Persiapkan Momentum Strategis Pertemanan Pertunjukan Pertunjukan Seni Perubahan Inilah Wajah baru Pengelolaan Kinerja di Aplikasi PMM ini terjadi mulai tanggal 1 Februari 2024 Peserta Didik PGP PGP Angkatan 10 PGRI PGRI Kuansing PGRI Kuantan Singingi Sukses Taja Sosialisasi Apresiasi GTK 2026 Bersama BGTK Provinsi Riau Photo Photograpy PIN PINTAR Pisah Sambut Plato PM PMM PNS Pokok Polres Kuansing Deklarasikan Kampung Tangguh dan Kukuhkan Duta Anti Narkoba PON Pondok Pesantren Pondok Pesantren Syafaaturrasul Putra 2 Pondok Pesantren Syafaaturrasul Putra 2 Teratak Portal Online Positif Thingking Postingan Pp Syafaaturrasul PPDB PPDB SMAN PINTAR 2013 PPPK Pps UMSB Praktik Baik Pramuka Prestasi Prestasi Seni Prestasi SMAN Pintar Prestasi SMAN Pintar 2011 Proaktif Proaktif Milyarder Produk Produktif Profesor Profil Profil Pelajar Pancasila (P5) Profil Singkat PROFIL SMAN FINTAR Program Program jangka pendek dan jangka panjang untuk wakil kesiswaan. Program jangka pendek dan jangka panjang yang dapat diterapkan oleh Wakil Kurikulum Program jangka pendek dan jangka panjang yang dapat diterapkan oleh Wakil Sarana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Prabowo Sasar SMAN 1 dan Beroleh Nilai Sempurna dari Siswa Program yang berdampak_Program Guru Penggerak Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) PROMOSI Prond Proses Provinsi Riau PSAJ Psikis Psikologi PT. Arminareka Perdana Puasa Publice Speaking Publikasi Puisi Purna Pustaka Pribadi Putra Budaya Indonesia 2024 Qouplepreneur Raih Prestasi: SMAN 1 Sentajo Raya Siap Mengguncang FLS3N Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi 2026 Raimunas Raimunas 2023 Ramadhan Randai Rarak Godang Rasulullah Refleksi Regenerasi Tangguh reggae REKAHAN MEMORI DAN JEJAK PENGABDIAN_Sosok Eka Putra Rektor UM Sumatra Barat Religi Religius Rendah Hati Renungan Renungan Hidup RENUNGAN KEHIDUPAN Reseller Rezeki RHK Riau Riaupos Riba Ringankan Beban Sesama Riya rock Ronaldo Rozalino Ronaldo Rozalino. S.Sn. RPD RSUD Rumah Allah Rumusan Tugas S S 2 S.Ag. S.Pd S.Pd. S.Pd.I S.Pd.I. S.Sn. S.Sos. Sabar Sadari Sahabat Sahur Sakinah Sakit SALAH SATU PENYEBAB DIRIMU MERASA TIDAK BAHAGIA Sama Sambutan Sang Juara Sang Perintis Sanggar Seni Sanggar Seni Kuantan Mekar Sanggar Seni Kuantan Mekar - SSKM Sanggar Seni Kuantan Mekar (SSKM) Sanggar Seni Seraja Kuantan Sanggar Seni Seroja Sanggar Tari Santr Mandiri Santri Santri Berkarakter Santri Cerdas Santri Hebat Santri Keren Santri Mandiri Sarang Lebah Hutan Sastra Saudara SAYANGI ORANG TUAMU Sayyidah Aisyah SBM Scan QRIS Saja: Wujud Nyata Cinta Secercah Senyum di Ambang Idul Fitri: Lazismu Kuansing Basuh Luka Kaum Duafa Sedekah Sejarah Sejarah SMKN 1 Teluk Kuantan Sejarah STM Sekolah Sekretaris Umum Semangat Semangat Gotong Royong Mewarnai Halaman Masjid Semangat Hardiknas 2026: SMAN 1 Sentajo Raya Rayakan Prestasi Gemilang di Bidang Seni Semangat Hari Pendidikan Nasional 2026: Menggalang Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu Semarak Haflah Akhirussanah: Camat Kuantan Tengah Motivasi Santri MI dan SMP Muhammadiyah Seminar Seminar Bisnis Seminar BP Seminar Pendidikan Semoga Menginspirasi...! Pengalaman Bisnisku Sejak Tahun 2002 sampai sekarang (23 Tahun) seni Seni Budaya SENI BUDAYA ISLAM Seni Film Seni Menavigasi Dilema: Menaklukkan 11 Kontradiksi Menuju Kebebasan Finansial"Ronaldo Rozalino" Seni Menjaga Jarak: Saat Kebaikan Menemukan Batasnya Seni Merelakan: Saat Ketenangan Menjadi Kemenangan Tertinggi Jiwa Seni Musik Seni Musik Islami Seni Rupa Seni Sastra Seni Tari Seni Teater Senim] Seniman Senin Sentajo Raya SENYUM REKAH DI SENTAJO RAYA: Perdana SEO Sertifikat Serupa Tapi Tak Sama: Membedah Perbedaan Wartawan Shalat Shalat Subuh Shaleh Siang Bapacu SIFAT Silaturahiim Silaturahmi Sinergi BGTK Riau dan Bank Indonesia Cetak Guru Sebagai Agen Literasi Rupiah Melalui Program Riau Bertuah Sinergi Budaya dan Religi: Teluk Kuantan Siap Gelar Pacu Jalur Rayon II dan MTQ Ke-XLIV Riau Sinergi Memajukan Seni: Camat Kuantan Tengah Pimpin Rapat Persiapan Pelantikan Pengurus DKC 2026-2030 Sistem Bleanded Learning Siswa Siswa Baru SMAN Pintar Siswa SMAN 1 Sentajo Raya Dikukuhkan Sebagai Duta Anti Narkoba Kuansing pada Apel Kesiapan Satgas 2026 Siswa SMAN Pintar SK SKP 2024 SMA SMA N 1 Sentajo Raya SMA Negeri 1 Sentajo Raya SMA Pintar SMAN 1 Sentajo Raya SMAN 1 Sentajo Raya Juara 1 SMAN 2 Teluk Kuantan SMAN Kuansing SMAN Pintar SMK Bisa SMK Hebat SMKN 1 Teluk Kuantan SMPN 2 Teluk Kuantan SMS Gratis SMS Ramadhan Sn. Soal Soal Latihan Soal Musik Social Media Society 5.0 Software Solusi Kesehatan Solusi Usaha SOMBONG Song Sosial Budaya Sosmed Sosok Spirit Spirit Kemajuan SSKM STM Stock Center Strategi Studio Musik Suami Suara Manusia Sukses Suku Minang Suku Minangkabau Suluk Pengabdian dan Lentera Ilmu: Menelusuri Jejak Inspirasi Bapak Aprinedi Sumatera Barat Sumber Digital Sunah Nabi Super Canggih Suplemen Kesehatan Surat Surat Keputusan SURGA Syair lagu Syiar Islam Tahajud TAHAN BANTING Tahun Baru Tak Ada yang Lapar di Hari Raya: Misi Kemanusiaan Lazismu Kuansing di Tengah Kebun Sawit TAKABUR Tanah Tanah Suci Tangga Lagu Tantangan Zaman di Era GlobalisasiRonaldo Rozalino Tari Tauhid Tausiyah Tausiyah Agama Tausiyah Islam Modern Tausiyah Singkat Teacherpreneur Teacherpreuner Teeima Kasih BGP Riau teknik bernyanyi yang baik dan benar dan kenapa perlunya belajar vokal di kelas X SMA Teknik Vokal Teladan Teluik Kuantan Teluk Kuantan Tema. Baik Teman Tenaga Pendidik TENANG Tenis tentang Hidup Berkelanjutan Selaras dengan Alam Teratak Terima Kasih Terpilih Menjadi Guru Konten Riau Terus Maju Dalam Berusaha Thoyib THR Tiktok TINGKAT ISTIQOMAH TERSULIT Tips Tips Sehat Tips Trik TMII Toko TOKO JEMBATAN MERAH Toko Vicella Media Tokoh Mahasiswa TP. 2023/2024 Tradisi Kuansing Tradisional Trainer Transformasi Pendidikan: 45 Guru Riau Gali Potensi AI untuk Media Pembelajaran “CBP Rupiah” di Hotel Pangeran Treads Trik Tua Tugas Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Humas SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) Wakil Kesiswaan SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau Tugas pokok dan fungsi guru piket di SMAN 1 Sentajo Raya Tugas Pokok Fungsi Tujuan Program Pendidikan Guru Penggerak Tulisan Tulisan Bisnis Tulisan Ippho Santosa Tulisanku tulus ikhlas Twitter Uang Uang Tambahan UAS Ucapan UCAPAN TERIMA KASIH & APRESIASI SETINGGI-TINGGINYA Ujian Nasional Ujian Semester Ulama Ulang Tahun Pernikahan UM Sumatera Barat Umroh Umroh & Haji Plus Umroh Haji Plus UMSB Unik Universitas Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat Upacara Upacara Bendera Upacara Bendera Senin UPT SDN 010 Sibiruang Usaha Usaha Sampingan Usia Usia Senja Ustadz Ustadz Dr. Hamdani Purba Ustadz H. Bahrul Aswandi Ustadz Lidus Yardi Ustadz PDM Muhammadiyah Vicella Madu Vicella Media Family Vicella Media Shop Video Video Pemanfaatan Quizizz Viola Viola Utari Putri Violino Ridho P Violino Ridho Putra Virual Virus Corona Visi Misi Vokal Vokal Solo Wabah Corona Warahmah Waspada Wawasan Webinar Webinar Nasional Weblog Website Wendi Abdillah WIKE JULIA Wisata Kuantan Singingi Wisata Riau Wisuda S2 Workshop Writerpreneur Writter Wrtitter yang Merdeka Yasinan Yayasan Yayasan Mesjid Raya Teluk Kuantan Yeyen Febrina YeyenFebrina Yogyakarta YouTube