
Menenun Cerita di Sudut Vicella: Kala Empat Jalinan Pengabdian Merajut Silaturahmi
Di bawah naungan langit Kuantan Tengah, ada waktu di mana riuh rendah tugas kedinasan dan kepemimpinan sejenak menepi, berganti dengan kehangatan yang mengalir apa adanya. Pertemuan itu terajut sederhana namun sarat makna, bertempat di sudut nyaman Vicella Drink & Food (VDF).
Di sana, di antara aroma kopi yang mengepul hangat dan aneka hidangan yang menggugah selera, empat sosok insan dahsyat nan merakyat duduk melingkar, meleburkan batas formalitas demi sebuah esensi yang lebih abadi: persaudaraan.
Mereka adalah potret nyata dari dedikasi yang tumbuh dari bumi merakyat. Ada Eka Putra, S.Sos., M.Si, sang Camat Kuantan Tengah yang sehari-hari memikul amanah warga dengan kebersahajaan yang kental. Mengenakan pakaian putih kedinasan, gurat wajahnya memancarkan ketenangan seorang pengayom yang selalu siap mendengar keluh kesah masyarakatnya.

Di sisinya, hadir Pak Datuk DMJ, Direktur Marketing Assadel dan Ciberia Land. Sosok visioner di dunia usaha ini membawa aura optimisme, membuktikan bahwa kesuksesan bisnis tak pernah membuat seseorang lupa cara merunduk dan berbagi tawa di meja yang sama dengan para pejuang masyarakat.
Melengkapi lingkaran hangat ini, hadir Pak Indra Sukri, ST., M.Pd, Ketua Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan. Dari tatapannya, tebersit semangat membara seorang penjaga tradisi. Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan bagi masyarakat Kuantan Singingi; ia adalah urat nadi kebudayaan, marwah, dan lambang gotong royong yang ia jaga dengan sepenuh hati.

Dan tak kalah penting, suasana sore itu terekam dan hidup lewat kehadiran Pak Aldian Syahmubara. Sebagai seorang jurnalis profesional, ia adalah sang peniup ruh berita, mata dan telinga publik yang senantiasa menenun fakta menjadi cerita, memastikan bahwa setiap kebaikan dan kebenaran tersampaikan ke tengah-tengah umat.
Pertemuan di Vicella Food & Drink hari itu bukanlah tentang rapat kedinasan yang kaku dengan dahi berkerut. Alih-alih, riak tawa lepas meruyak di antara sesapan kopi hitam dan segelas minuman segar yang tersaji. Ada momen-momen manis saat mereka saling bertukar cerita, menatap layar gawai bersama, hingga menikmati hidangan merakyat dengan penuh rasa syukur.

Di balik kesederhanaan ruangan berdinding motif bunga itu, sejatinya sedang terjadi dialog batin yang indah sebuah sinergi alamiah antara birokrasi, korporasi, penjaga tradisi, dan pilar pers.
Menyaksikan kebersamaan mereka adalah menyaksikan bagaimana kepemimpinan sejati bekerja: ia tidak menjaga jarak di atas altar kekuasaan, melainkan duduk bersama, menikmati hidangan yang sama, dan tertawa dalam frekuensi yang sama dengan rakyatnya.
Sastra kehidupan mengajarkan bahwa kekuatan terbesar sebuah bangsa justru lahir dari ruang-ruang silaturahmi yang hangat seperti ini.
Barakallah Fiikum.

Semoga keberkahan senantiasa menyelimuti langkah keempat insan dahsyat ini dalam mengukir pengabdian terbaik bagi Kuantan Tengah tercinta.
#camatkuantantengah #pakdatukDMJ #pakketua #pakjurnalis #santaidivicellafoodndrink #vdf

Posting Komentar
Komentar ya