Panitia Umumkan Pemenang Sayembara Logo Nasional Festival Pacu Jalur 2026
TELUK KUANTAN — Desau angin di tepian Sungai Kuantan seakan membawa gemuruh asa yang tak kunjung padam. Di balik riak air yang menyimpan sejuta cerita perjuangan, Festival Pacu Jalur Tradisional Kabupaten Kuantan Singingi Tahun 2026 bersiap kembali menorehkan sejarah.
Sebagai bentuk pengejawantahan semangat kolektif, Panitia Pelaksana secara resmi mengumumkan hasil akhir Sayembara Desain Logo yang akan menjadi identitas visual dari perhelatan akbar kebanggaan masyarakat Rantau Kuantan ini ungkap Andi Cahyadi Ketua Panitia Jalur Nasional 2026
Herika Putra, S.Sos Sekretaris Panitia mengungkapkan Seni bukan sekadar goresan warna di atas kanvas digital, melainkan sebuah manifestasi dari nilai adat, gotong royong, dan harga diri yang mengalir dalam nadi anak negeri. Melalui proses kurasi yang begitu ketat oleh Dewan Juri profesional, sayembara ini berhasil menyaring karya-karya terbaik dari para desainer berbakat.
Keputusan mutlak tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum Panitia Pelaksana Nomor: 01/PANPEL-FFJT/KS/VII/2026, sebuah legasi legalitas yang menandai lahirnya simbol baru bagi perayaan tradisi tahun ini.
Para Pengukir Prasasti Visual
Dari puluhan karya yang masuk membawa filosofi mendalam, tiga nama terpilih sebagai representasi puncak keindahan visual Pacu Jalur 2026:
Peringkat 1: Melchias Ari Setiadji (Surabaya)
Peringkat 2: Abhitah Gavarila (Kabupaten Kuantan Singingi)
Peringkat 3: Hamidum Majid (Pulau Panjang Hulu Inuman)
Melchias Ari Setiadji, seorang desainer logo kawakan, berhasil menduduki takhta tertinggi dengan konsep yang dinilai paling paripurna dalam memadukan modernitas estetika tanpa menanggalkan pakem-pakem sakral tradisi Pacu Jalur. Garis-garis tegas berbalut keanggunan melambangkan haluan jalur yang membelah ombak, membawa pesan universal tentang ketangguhan.
Juara 1 Sayembara Logo Pacu Jalur Nasional 2026
Suara dari Jantung Tradisi
Menariknya, peringkat kedua diraih oleh Abhitah Gavarila, seorang putra daerah asli Kuantan Singingi. Karyanya lahir dari kedalaman rasa cinta terhadap tanah kelahiran, merefleksikan spiritualitas lokal yang kental.
"Bagi saya, Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan, melainkan warisan budaya yang mengajarkan persatuan, gotong royong, semangat juang, serta penghormatan kepada adat dan leluhur," tutur Abhitah dalam untaian filosofi karyanya.
"Setiap elemen dalam logo ini dirancang dengan makna yang mendalam, sebagai representasi identitas masyarakat Kuantan Singingi serta harapan agar Festival Pacu Jalur 2026 semakin dikenal hingga ke tingkat dunia."
Juara 2 Sayembara Logo Pacu Jalur Nasional 2026
Sementara itu, di Peringkat Ketiga, Hamidum Majid yang berasal dari Pulau Panjang Hulu Inuman turut mengukuhkan posisi bahwa kreativitas pemuda pesisir Kuantan tidak dapat dipandang sebelah mata. Ia mengirimkan konsep narasi filosofis yang secara apik menceritakan harmoni kehidupan sosial di sepanjang tepian sungai.
Juara 3 Sayembara Logo Pacu Jalur Nasional 2026
Tangan Dingin di Balik Layar
Keberhasilan sayembara ini tidak lepas dari objektivitas tim penilai yang dipimpin oleh Drs. Azhar, MM selaku Ketua Dewan Juri, didampingi para kurator andal seperti Darwis DT, Ronaldo Rozalino, S.Sn, M. Pd, Buyong Timadija, dan Surya Kurniawan, S.H.
Mereka menguliti setiap detail, menyelaraskan warna, dan menakar kedalaman filosofi agar logo yang terpilih benar-benar menjadi representasi jiwa "Kayuh Bersama" masyarakat Riau.
Di bawah nakhoda Panitia Pelaksana Festival Pacu Jalur Tradisional 2026, perhelatan ini dikawal ketat demi marwah kebudayaan yang luhur.
Struktur kepanitiaan inti yang bertanggung jawab penuh atas kesuksesan agenda ini antara lain:
Ketua Panitia: Andi Cahyadi
Sekretaris: Herika Putra, S.Sos
Bendahara: Indra Sukri, ST., M.Pd
Kini, tanda gambar telah ditetapkan, genderang festival segera ditabuh. Sehelai logo ini bukan lagi milik para pemenang, melainkan telah menjelma menjadi panji kebanggaan bersama yang siap menyambut ribuan pasang mata dunia di hamparan Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Sebuah perayaan di mana kayu, keringat, dan kehormatan melebur jadi satu dalam harmoni tak bertepi. (RR)
Salam Kayuah
Kayuah, Kayuah, Kayuah
Kayuah Bersama Menjaga Tradisi dan Budaya Bangsa.
Reportase : Panitia Pelaksana Bidang Humas Pacu Jalur Nasional 2026
