Sehaluan dalam Duka: Langkah Takziah Panitia Pacu Jalur untuk Sang Penjaga Budaya
Air Mata di Haluan Jalur: Penghormatan Terakhir bagi Sang Pahlawan Tradisi
TELUK KUANTAN — Di balik gemuruh sorak-sorai yang memecah kesunyian dan deburan ombak Sungai Kuantan yang senantiasa menguji ketangguhan fisik serta jiwa, tersimpan sebuah duka yang mendalam.
Tradisi Pacu Jalur, sebuah warisan agung yang sarat akan nilai kebersamaan, persaudaraan, dan heroisme, kali ini diselimuti awan kelam atas berpulangnya salah satu putra terbaiknya.
Beberapa hari yang lalu, helatan Pacu Jalur menyisakan kisah pilu saat almarhum Hamdan, seorang anak pacu yang dikenal tangguh dan berdedikasi, mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Teluk Kuantan.
Kepergiannya di tengah-tengah perjuangan merawat tradisi leluhur menorehkan luka emosional yang menyentuh lubuk hati seluruh masyarakat adat, khususnya para pecinta pacu jalur di tanah Kuantan Singingi.
Indra Sukri Ketua Panitia Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan mengungkapkan sebagai wujud empati, kepedulian, dan ikatan kekeluargaan yang tak terputus oleh jarak maupun maut, Panitia Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan melangkah bersama dalam balutan suasana takziah.
Tepat pukul 14.00 WIB, jajaran panitia hadir langsung di rumah duka almarhum Hamdan untuk memeluk erat duka yang sedang dirasakan keluarga. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan sebuah bentuk penghormatan terakhir yang tulus Ungkap Indra Sukri.
Dalam pertemuan yang penuh khidmat dan linangan air mata tersebut, panitia menyalurkan donasi serta sumbangan yang telah digalang bersama.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis ini diharapkan dapat sedikit meringankan beban materiil keluarga, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa keringat dan dedikasi almarhum di haluan jalur akan selalu dihormati dan takkan pernah lekang oleh waktu.
Hadir langsung dalam kegiatan takziah ini Ketua Panitia Pacu Jalur Rayon 2 Teluk Kuantan, Indra Sukri, ST., M.Pd., didampingi oleh Sekretaris Elpi Satriadi, S.Pd., Bendahara Umradani, serta Koordinator Acara Endrizal, S.Pd.
Mereka duduk bersama keluarga almarhum di atas hamparan permadani kesederhanaan, menyatukan doa-doa terbaik agar almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diberikan tempat yang paling mulia.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, secara terpisah menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa ini ;
"Kami mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke rahmatullah Anggota Pacu Jalur dari Kuantan Hilir Seberang. Beliau bukan sekadar peserta, melainkan pahlawan sejati dalam menjaga, merawat, dan menegakkan tunggul budaya serta tradisi Pacu Jalur kita.
Pacu Jalur selalu mengajarkan tentang filosofi sehaluan, seayun selangkah, dan senasib sepenanggungan. Melalui momentum takziah ini, nilai-nilai luhur tersebut kembali mewujud nyata. Di saat suka masyarakat bersorak bersama, dan di saat duka mereka saling mendekap menguatkan.
Selamat jalan sang anak pacu, jasamu abadi mengalir bersama derasnya Sungai Kuantan dan akan selalu hidup di sanubari kami. (RR)
Reportase Panpel Bidang Humas:
