Sumber Photo FB Wenda Alifulloh
Satu Dekade Merawat Bakti: Langkah Bermakna Wenda Alifulloh, dari Ruang Kelas Hingga Panggung Dunia
Oleh: Ronaldo Rozalino
Bismillah. Waktu laksana air yang mengalir tenang namun pasti, mengikis batu ketidakpastian dan menyisakan jejak-jejak pengabdian yang mendalam. Tepat pada tanggal 4 Juli 2026, sebuah angka penanda yang indah terpahat dalam perjalanan hidup seorang pendidik sejati, Wenda Alifulloh, S.Pd., Gr., M.Pd.
Sepuluh tahun sudah sejak genderang pengabdian pertama kali ditabuh pada 4 Juli 2016 namanya secara resmi terpatri dalam lembaran data negara (Dapodik) sebagai insan yang mewakafkan dirinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bagi sebagian orang, sepuluh tahun mungkin barulah sebuah awal, sebuah perjalanan yang diistilahkan oleh sang guru sendiri sebagai "perjalanan yang masih seumur jagung" jika disandingkan dengan para begawan pendidikan yang telah puluhan tahun mengarungi samudra ilmu.
Namun, di balik kerendahan hati tersebut, satu dekade ini adalah untaian waktu yang penuh dengan makna, air mata, tawa, dan transformasi spiritual yang tiada tara.
Setiap detik yang dilalui di depan papan tulis bukanlah sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses sakral mengukir peradaban manusia.
Langkah kaki sang pendidik telah melintasi berbagai gerbang sekolah, membawa lentera ilmu ke tempat-tempat yang membutuhkan kehangatannya. Jejak baktinya bermula dan tumbuh di SMPN 3 Lembang, menyentuh ketulusan di SMPLB-B Cicendo Bandung, melintasi batas daerah menuju SMAN 1 Kerinci Kanan, mengabdi di sekolah penuh prestasi SMAN Plus Provinsi Riau, hingga akhirnya melabuhkan jangkar pengabdian di rumahnya saat ini, SMPN 3 Pangkalan Kerinci.
Setiap sekolah adalah lembaran kitab kehidupan yang berbeda, tempat di mana ia merajut penerimaan atas segala ketidaksempurnaan dan mengubahnya menjadi simfoni pembelajaran yang indah.
"Terima kasih tentu untuk semua sekolah yang pernah menerima ketidaksempurnaanku dalam mengajar... Di sana, setiap sudut ruang kelas adalah saksi bahwa mendidik bukanlah tentang menjadi sempurna, melainkan tentang ketulusan untuk terus bertumbuh bersama anak-anak bangsa."
Tuhan Yang Maha Pengasih tidak pernah menutup mata atas ketulusan sebuah perjuangan. Sebagai kado terindah dalam perayaan satu dekade kiprahnya di dunia pendidikan, Allah SWT menganugerahkan sebuah hadiah luar biasa yang melampaui batas ruang kelasnya.
Wenda Alifulloh terpilih untuk menjalankan amanah agung; mewakili negara tercinta dalam Seminar Pendidikan Internasional di Republik Rakyat Tiongkok.
Dari seorang guru muda berpakaian Pramuka bersahaja di halaman sekolah, kini ia melangkah tegap di panggung internasional dengan setelan jas formal dan dasi merah membara sebuah simbol keberanian, dedikasi, dan kehormatan bangsa.
Pencapaian internasional ini bukanlah titik akhir dari sebuah pencarian, melainkan sebuah bahan bakar baru untuk terus menyalakan api literasi di tanah air. Di tengah rasa syukur yang membuncah, terselip sebuah doa dan harapan yang tulus.
Semoga ia senantiasa dijaga dalam keikhlasan, tetap teguh berdiri menjadi sosok guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi, mengayomi, dan menggerakkan perubahan ke mana pun angin kehidupan membawanya.
Selamat satu dekade mengabdi, Sang Penabur Benih Bangsa!
Writted: H. Ronaldo Rozalino,
S.Sn., M.Pd , C.PS, C.ME, C.TCC, C.TP, C.TM, C.HP, C.IB, C.LE, C.HiTeach, C.CCW etc
(Teacherpreneur, Bisnis Owner Leader, Content Creator, Writter & Blogger, Motivator Literation & Education, Composser & Arranger, Teacher Music, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya