Menolak Padam! Perjalanan Gemilang Drum Major Eternity Mengukir Prestasi Emas Marching Band dari Riau untuk Indonesia
PEKANBARU — Eksistensi sebuah kelompok seni musik marching band tidak hanya ditentukan oleh kemegahan instrumen yang dimainkan, melainkan oleh konsistensi, kedisiplinan, dan sinergi kuat antar-pemain di dalamnya.
Hal inilah yang dibuktikan secara nyata oleh Drum Major Eternity.
Berdiri kokoh sejak tahun 2007 di bawah naungan tangan dingin Masnun Irawati Siregar, S.P., M.P. [atau SP. I], unit musik ini telah bertransformasi menjadi salah satu kekuatan marching band yang sangat diperhitungkan, baik di tingkat regional Sumatra maupun di kancah nasional.
Perjalanan panjang selama hampir dua dekade bukanlah waktu yang singkat. Didorong oleh komitmen tinggi untuk melahirkan generasi muda yang berkarakter melalui seni musik, Drum Major Eternity terus aktif memahat prestasi.
Konsistensi mereka dibuktikan lewat torehan sejarah kejuaraan yang sangat impresif dari tahun ke tahun, membawa nama baik daerah ke berbagai panggung kompetisi bergengsi di Indonesia.
Harmoni Formasi: Ketukan Perkusi dan Tiupan Angin Keselarasan
Dibalik simfoni megah yang dinikmati oleh para penonton, ada formasi tangguh yang solid dan berdedikasi tinggi. Drum Major Eternity diperkuat oleh talenta-talenta muda berbakat yang terbagi ke dalam dua lini utama, yaitu lini alat tiup (brass) dan lini perkusi (percussion). Kolaborasi apik inilah yang memproduksi energi luar biasa di atas lapangan pertandingan.
Lini Alat Tiup (Brass Section):
Trompet: Darma Surya Ramadi (Darma Surya . R)
Bariton: Syafrizal
Melophone: Affan Aji Gatya (Affan Aji . G)
Lini Perkusi (Percussion Section):
Snare Drum: Arjuna Dipayudha (Arjuna . D)
Quintom: Zaki Lubis
Bass Drum: Imam Shaleh
Marching Bell: Andi Yusrizal
Ketujuh pemain utama ini Darma Surya, Syafrizal, Andi Yusrizal, Zaki Lubis, Imam Shaleh, Arjuna Dipayudha, dan Affan Aji menjadi motor penggerak aransemen musik yang dinamis. Melalui latihan disiplin yang keras, mereka berhasil menyatukan tempo perkusi yang menggelegar dengan liukan melodius alat tiup secara presisi.
Lembaran Sejarah Prestasi: Dari Riau Menuju Panggung Nasional
Komitmen dan kerja keras seluruh tim di bawah manajemen Masnun Irawati Siregar telah membuahkan deretan trofi yang membanggakan. Berikut adalah rekam jejak prestasi dan kejuaraan luar biasa yang berhasil diraih oleh Drum Major Eternity:
Kejuaraan Versi PON di Jakarta (2007): Memulai debut nasional yang kuat tepat pada tahun berdirinya, langsung bersaing di level tertinggi olahraga dan seni nasional.
Juara 3 di GPJB SD Global di Jakarta (2008): Membuktikan kemampuan bersaing anak-anak Riau di tingkat ibu kota dalam ajang Grand Prix Junior Band.
Kejurnas PDBI Bandung (2005): Kiprah embrio dan eksistensi pembinaan marching band yang berakar kuat sejak Kejuaraan Nasional Persatuan Drum Band Indonesia.
Dominasi di IDCC Pekanbaru (2017): Menjadi tahun keemasan di ajang Indonesia Drum Corps Championship dengan menyabet tiga gelar sekaligus, yakni Juara 1 Open Class, Juara 2 Elementary Class, dan Juara 3 Senior Class.
Prestasi Gemilang IDCC Bandung (2022): Kembali mengguncang panggung nasional dengan meraih Juara 1 Colorguard Contest Junior dan Juara 3 Drumbattle Junior.
Juara Umum Kejuaraan Bupati Kampar (2023): Mengukuhkan dominasi lokal dengan meraih gelar Juara Umum pada kelas Junior.
Juara 1 Divisi Junior Class Kejuaraan Bupati ROHIL (2024): Mempertahankan takhta juara di tingkat provinsi Riau pada ajang Bupati Rokan Hilir Cup.
Juara 1 Divisi Junior Brass Kejuaraan Panglima TNI di Jakarta (2024): Menembus prestasi puncak bergengsi skala nasional dengan membawa pulang trofi utama dalam ajang militer berskala nasional di Jakarta.
Investasi Karakter Melalui Seni Musik
Keberhasilan Drum Major Eternity membuktikan bahwa kegiatan marching band bukan sekadar ekstrakurikuler atau hobi pengisi waktu luang. Di dalamnya terdapat proses edukasi karakter yang sangat kental, seperti kerja sama tim (teamwork), manajemen waktu, ketahanan mental, serta kreativitas yang tinggi.
Dukungan manajemen yang visioner serta semangat juang para pemain terbukti mampu menyalurkan energi muda ke arah yang positif dan prestatif.
Dengan raihan trofi yang memenuhi lemari pajang mereka, tantangan ke depan adalah mempertahankan konsistensi ini agar terus melahirkan generasi-generasi pemusik baru yang tangguh di masa depan.
Drum Major Eternity telah membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk bersuara lantang dan berprestasi emas di tingkat nasional.
Salut dan teruslah mengangkasa! (RR)
Ditulis oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Blogger, Guru SMAN 1 Sentajo Raya, Composer Arranger, Motivator Literasi & Edukasi, Business Owner, dan Coach)
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
13 tahun yang lalu
