
Menenun Logika, Merajut Keteladan: Jejak Inspirasi Pak Rohandi dalam Lintas Generasi
Waktu boleh berlalu, dan angka tahun boleh berganti, namun coretan kapur putih seorang guru di atas papan tulis kehidupan takkan pernah benar-benar pudar. Bagi seorang Ronaldo Rozalino, kenangan itu kembali benderang saat melintasi memori di tahun 1999.
Langkah kakinya kala itu menapak di SMKN 1 Teluk Kuantan, membawa sejumput asa dari tanah rantau Bekasi Timur. Meski takdir meloloskannya di Jurusan Bangunan Teknik Perkayuan bukan jurusan Listrik yang sempat diimpikannya di sanalah ia justru dipertemukan dengan sebuah arsitektur kehidupan yang sesungguhnya.
Di balik dinding-dinding kelas itu, berdirilah seorang nahkoda ilmu yang kelak membentuk cara pandangnya terhadap dunia. Beliau adalah Bapak Rohandi, S.Pd., MM.

Angka yang Hidup dan Jemari Tanpa Buku
Matematika, bagi sebagian besar siswa, seringkali menjelma sebagai momok yang dingin, kaku, dan penuh dengan labirin rumus yang menjemukan. Namun, di tangan Pak Rohandi, matematika berubah menjadi simfoni yang dinamis dan menyenangkan.
“Beliau tidak pernah memegang buku sama sekali saat mengajar.”
Sebuah kesaksian yang melukiskan betapa ilmu itu telah menyatu dalam denyut nadinya. Pak Rohandi mengajar bukan sekadar memindahkan isi buku ke papan tulis, melainkan memindahkan pemahaman langsung ke dalam logika berpikir para siswanya.

Dengan ketegasan yang mendidik dan disiplin yang dibalut kehangatan, beliau menuntun Ronaldo melewati rumitnya angka-angka dari kelas satu hingga fajar kelulusan di kelas tiga menyingsing.
Bertemu Kembali dalam Bingkai Pengabdian
Waktu bergulir, takdir membawa mereka kembali dalam satu ruang yang sama, namun dengan seragam yang berbeda. Hari ini, sang murid dan sang guru dipertemukan kembali dalam kehangatan sebuah ormas besar: Muhammadiyah Kabupaten Kuansing.
Di bawah payung Dikdasmen, Pak Rohandi kini disapa takzim dengan sebutan Ayahanda. Sementara Ronaldo mengabdi di Lembaga Seni Budaya. Di sinilah Ronaldo menyaksikan konsistensi sang guru dalam menghidupkan organisasi, bukan mencari hidup dari organisasi sebuah falsafah abadi dari KH. Ahmad Dahlan yang mengkristal dalam diri Pak Rohandi.

Logika matematika yang dulu diajarkan di kelas, kini menjelma menjadi pemikiran yang maju, cerdas, dan berasaskan Al-Qur’an serta Sunnah.
Estafet Keteladanan untuk Sang Buah Hati
Kisah indah ini ternyata belum usai. Roda kehidupan berputar, dan kini estafet itu beralih kepada Violino Ridho Putra, putra sulung Ronaldo. Bakat dan prestasi Violino telah berpijar sejak di MTS Pondok Pesantren Syafaaturasaaul, di mana ia selalu menggenggam predikat Juara 1 dan merawat hafalan 3 Juz Al-Qur’an di dadanya.
Kini, Violino tengah menempa diri di SMAN 1 Teluk Kuantan sebuah sekolah yang kebetulan sedang dinahkodai oleh Pak Rohandi sebagai Kepala Sekolahya yang juga sebagai Ketua MKKS SMA Kab. Kuansing. Sungguh sebuah skenario semesta yang begitu indah. Di bawah pengawasan sosok yang dulu mendidik ayahnya, Violino kini bebas mengepakkan sayap melalui Pramuka, PMR, hingga Marching Band.

Sebagai ayah, Ronaldo memberikan ruang yang bebas namun bertanggung jawab. Ia tahu, buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Dengan modal akhlak dan ketangguhan, Violino diharapkan mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, serta teladan bagi adik-adiknya, Cello Yenroza Putra dan Viola Utari Putri.

Untaian Doa dan Rasa Hormat yang Tak Bertepi
Melalui coretan rasa ini, sebuah salam santun dan takzim dihaturkan dari lubuk hati terdalam.
“Terima kasih yang tak terhingga untuk Guruku, Pak Rohandi, S.Pd., MM, serta seluruh guru-guru di SMKN 1 Teluk Kuantan. Semua jasa-jasamu akan saya kenang sampai akhir hayat dan dalam doa. Semoga ia menjelma menjadi pemberat pahala kebaikan sebagai amal jariyah yang tidak akan putus, dan menjadi kunci pembuka pintu surga-Nya Allah di akhirat kelak.”
Pendidikan mungkin bermula dari ruang kelas yang sederhana, namun dampaknya mampu melintasi ruang, waktu, bahkan generasi.
Bangga dan Bahagia menjadi Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan.
Salam Santun,
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
Angkatan 1999 – Jurusan Bangunan Gedung Teknik Perkayuan











Posting Komentar
Komentar ya