Kilau Mutiara dari Tepian Narosa: Diva Sukses Bawa Marwah Kuansing Tembus Top 42 Dangdut Academy 8
TELUK KUANTAN — Musik tidak sekadar jalinan nada, ia adalah bahasa jiwa yang mampu meruntuhkan jarak dan mempertemukan mimpi dengan kenyataan. Di panggung megah Dangdut Academy (DA) 8, sebuah riak kecil dari daerah berubah menjadi gelombang besar yang memukau nusantara.
Adalah Intan Ladiva Marsya, gending manis yang akrab disapa Diva, siswi berbakat dari SMKN 1 Teluk kuantan yang saat ini duduk di kelas X jurusan TKJ, Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi, yang sukses mengukir sejarah baru. Dengan harmoni suara yang memikat, ia berhasil melangkah mantap menembus babak utama Top 42 setelah menyisihkan barisan rivalnya di babak Final Audition.
Keberhasilan Diva bukan sekadar angka atau kemenangan dalam sebuah kompetisi. Ini adalah cerita tentang marwah, tentang bagaimana seorang putri daerah membawa harumnya nama Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, ke puncak panggung nasional. Seolah-olah dari riak sunyi Sungai Kuantan, kini suaranya menggema di bawah sorot lampu ibu kota.
Langkah tegap Diva di panggung nasional langsung memicu gelombang simpati dan dukungan emosional yang luar biasa dari kampung halamannya.
Apresiasi tulus mengalir dari berbagai tokoh, salah satunya Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, selaku Ketua Harian Dewan Kesenian Kecamatan (DKC) Kuantan Tengah.
"Semoga sukses dan berjaya membawa marwah seni budaya, khususnya musik, dari Kabupaten Kuansing di kancah nasional," ujar Ronaldo dengan nada penuh kebanggaan dan harapan.
Bagi Ronaldo, keberhasilan ini adalah buah dari ketekunan dan doa kolektif. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kuansing yang tak putus-putusnya mengirimkan energi positif.
Dukungan tanpa tepi inilah yang menjelma menjadi rasa percaya diri, membakar semangat Diva saat ia berdiri menantang megahnya panggung Indosiar.
Jika dirunut kembali, jejak langkah Diva di DA 8 laksana skenario indah yang ditulis dengan tinta emas. Sejak awal audisi, ia telah mencuri perhatian para pemandu bakat dengan meraih Golden Ticket.
Saat itu, tarikan suaranya yang syahdu lewat lagu "Sekali Seumur Hidup" milik Lesti Kejora langsung menggetarkan ruang dengar siapapun yang menyimaknya.
Kematangan mental dan vokal Diva kembali diuji di atas altar Final Audition Grup 8 pada Jumat, 10 Juli 2026 yang lalu. Tampil dengan senyuman manis yang memancarkan ketulusan khas anak daerah, Diva menyihir studio lewat lantunan lagu "Maling" dan "Egois".
Puncak estetika penampilannya malam itu tersaji saat ia berduet dengan Arbil membawakan lagu "Kasmaran". Chemistry yang terbangun begitu hidup, ceria, dan lepas, seolah mengubah ketegangan kompetisi menjadi sebuah perayaan seni yang indah.
Penampilan luar biasa yang konsisten ini tak pelak memanen pujian dari para juri papan atas tanah air:
Wika Salim terpikat oleh senyum alamiah dan ekspresi panggung Diva yang dinilainya sangat organik tanpa kepura-puraan.
Dewi Persik, sang diva dangdut, melihat ada permata berharga di dalam diri Diva, terutama pada kepekaan dan kecerdasannya dalam mengolah dinamika vokal saat bernyanyi.
Sementara itu, Soimah memberikan apresiasi tertinggi pada karakter Diva yang berani tampil percaya diri menjadi dirinya sendiri, diperkuat oleh bahasa tubuh (body language) serta pancaran energi yang sangat positif.
Kini, tirai babak Top 42 telah dibuka. Kompetisi dipastikan akan semakin tajam, menyaring yang terbaik di antara yang baik. Namun bagi Diva, ini adalah pembuktian sesungguhnya untuk menunjukkan bahwa mutiara yang diasah dari tanah Kuansing mampu berkilau paling terang di hadapan jutaan pasang mata pemirsa Indonesia.
Langkah awal di babak baru ini telah dimulai lewat Konser Welcome Dangdut Academy 8. Kini, saatnya masyarakat Riau dan seluruh pencinta musik dangdut tanah air merapatkan barisan, menyatukan jemari dalam doa dan dukungan.
Mari kawal langkah Intan Ladiva Marsya hingga ke puncak final, meniti mimpi menjadi juara, dan mengibarkan marwah Kuansing setinggi-tingginya! (RR)
