
Menenun Cinta di Era Digital: Ketika Rupiah Menjelma QRIS
Uang bukan sekadar angka yang tertera di atas kertas, bukan pula sekadar alat untuk menukar barang. Di dalam selembar rupiah, ada keringat para pejuang, ada kedaulatan bangsa, dan ada cerita tentang sebuah negeri bernama Indonesia. Namun, zaman terus bergerak.
Zaman berganti wajah, membawa kita ke sebuah gerbang bernama era digital. Di sinilah, kecintaan kita pada tanah air diuji untuk bertransformasi: bagaimana kita tetap mencintai, membanggakan, dan memahami Rupiah ketika ia tidak lagi berwujud fisik, melainkan menjelma dalam pendar cahaya di layar ponsel pintar kita?
Bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), transformasi ini bukan lagi sebuah angan-angan, melainkan sebuah gerakan nyata. Sebagai Fasilitator Daerah Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Kabupaten Kuansing, panggilan jiwa ini menuntun saya untuk tiada henti menyalakan pelita edukasi.

Kami turun ke pasar-pasar, ke kedai-kedai, membawa sebuah pesan sederhana namun mendalam: manfaatkan QRIS dalam setiap transaksi belanjamu.
Menghadirkan QRIS di setiap jengkal perdagangan Kuansing adalah wujud nyata dari pilar “Paham Rupiah”. Ketika kita memindai kode kotak hitam-putih itu, kita sedang mendukung sebuah cita-cita besar dari Bank Indonesia: memberdayakan mata uang kita agar tetap berdaulat, perkasa, dan relevan di era digital. Ada kemudahan yang mengalir di sana, ada keamanan yang terjaga, dan ada efisiensi yang memajukan ekonomi lokal.
Setitik Cahaya dari Program “Riau Bertuah”
Perjalanan menganyam literasi ini tentu tidak tumbuh di ruang hampa. Secara pribadi, sebuah titik balik yang indah bermula dari program Riau Bertuah (Berikan Literasi Uang Rupiah).
Sebuah ruang belajar yang sarat makna, tempat di mana rasa cinta, bangga, dan paham akan Rupiah yang dulunya mungkin biasa saja, kini mengakar begitu kuat di dalam dada.
Apresiasi dan rasa terima kasih yang tak terhingga saya haturkan kepada Bank Indonesia Perwakilan Riau serta BGTK Provinsi Riau. Melalui tangan-tangan dingin para fasilitator hebat, sebanyak 150 guru dari seluruh penjuru Riau termasuk saya telah dilatih, dibina, dan ditempa dengan luar biasa. Kami tidak hanya pulang membawa ilmu, tetapi membawa api semangat untuk disebarkan ke tengah masyarakat.

“Literasi adalah jembatan. Dan melalui Riau Bertuah, jembatan menuju masyarakat yang cerdas finansial dan cinta tanah air itu kini terbentang luas.”
Merawat Asa yang Berkelanjutan
Sebuah gerakan kebaikan tidak boleh berhenti sebagai sebuah momentum sesaat. Harapan besar kami, program mulia ini akan terus diberdayakan secara berkelanjutan.
Biarkan ombak literasi ini terus bergelung, menyentuh setiap sudut desa dan kota, agar tak ada lagi masyarakat yang asing dengan mata uangnya sendiri, baik yang kasat mata maupun yang digital.
Mari kita jadikan setiap ketukan jari saat membayar dengan QRIS sebagai detak jantung kecintaan kita pada Indonesia. Karena sejatinya, merawat Rupiah di era digital adalah cara kita merawat martabat bangsa.
Salam CBPR!
Cinta, Bangga, Paham Rupiah.
Ditulis oleh:
Ronaldo Rozalino
, S.Sn., M.Pd., C.ME, C.TCC, C.PS, C.CCW, C.PS, C. HTeach, C.TP etc(Fasilitator Daerah CBP Rupiah Kabupaten Kuantan Singingi, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Guru SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing Riau, Guru Penggerak, Blogger, Composser Arranger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner, Coach)
(Fasilitator Daerah CBP Rupiah Kabupaten Kuantan Singingi, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Guru SMAN 1 Sentajo Raya Kab. Kuansing Riau, Guru Penggerak, Blogger, Composser Arranger, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner, Coach)

















Posting Komentar
Komentar ya