
Bukan Sekadar Mengajar, Tapi Bertumbuh Bersama: Simfoni Kolaborasi Guru Riau di Webinar Serantau BGTK Provinsi Riau
Merajut Sinergi di Ruang Virtual: Menguatkan Akar Pendidikan Riau Lewat Hari Belajar Guru
PEKANBARU – Riuh rendah dunia pendidikan hari ini tidak lagi sekadar tentang dinding kelas yang kaku atau deretan bangku yang sunyi. Di bawah langit digital yang melintasi bentangan Bumi Lancang Kuning, sebuah momentum indah tercipta. Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau kembali menyalakan lilin inspirasi melalui Webinar Serantau Episode 3, sebuah ruang perjumpaan virtual yang digelar pada Kamis siang, 18 Juni 2026.
Mengusung tema “Sinergi Hari Belajar Guru: Saling Menginspirasi Bersama Menguatkan Komunitas”, acara ini bukan sekadar seminar formal biasa. Ia menjelma menjadi oase bagi lebih dari 200 pendidik dari pelosok Riau mulai dari guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK hingga SLB yang datang membawa satu dahaga yang sama: kerinduan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Ketukan Pembuka: Panggilan Belajar Sepanjang Hayat
Layar gawai dan komputer menyala, menampilkan wajah-wajah penuh binar antusiasme. Mengawali helat mulia ini, Sesi Suswanti, M.Pd., hadir mewakili Kepala BGTK Provinsi Riau, Ibu Reisky Bestary, S.Pd., M.Pd. Dalam untaian sambutannya yang hangat dan menyejukkan, beliau mengetuk kesadaran kolektif para pendidik.

“Peningkatan mutu pendidikan tidak akan pernah bisa kita pikul sendirian. Kita butuh kolaborasi nyata, kerelaan untuk berbagi praktik baik, dan komitmen bersama untuk merawat jiwa pembelajar dalam diri kita,” tutur Suswanti dengan nada menyentuh.
Webinar Serantau singkatan puitis dari Sinergi untuk Mutu Pendidikan di Riau kini telah mencapai episode ketiganya. Langkah ini menjadi bukti sahih komitmen berkelanjutan BGTK Riau dalam membangun ekosistem belajar yang tidak hanya kolaboratif, tetapi juga memiliki napas keberlanjutan yang panjang.

Menyelami Filosofi Komunitas Belajar: Bukan Sekadar Angka, Tapi Jiwa
Dipandu oleh keanggunan moderasi Muzwita, S.Ag., panggung utama virtual diserahkan kepada sang narasumber, Rita Kasriwanti, S.Pd., MM., seorang Widyaiswara Ahli Muda BGTK Provinsi Riau.
Dengan pembawaan yang tak hanya cerdas tetapi juga menyentuh esensi terdalam profesi guru, Rita membedah substansi di balik Surat Edaran Mendikdasmen terkait Hari Belajar Guru.
Ia mengingatkan bahwa esensi sejati dari sebuah Komunitas Belajar (Kombel) atau kelompok kerja seperti KKG dan MGMP adalah melahirkan perubahan yang berdampak langsung pada senyum dan masa depan murid di kelas.
EKOSISTEM BELAJAR GURU YANG IDEAL
70% Dalam Sekolah (Kombel internal/lokal)
20% Antar Sekolah (KKG/MGMP/MKPS lintas wilayah)
10% | Pelatihan Terstruktur (BGTK/Dinas)

Rita menekankan, sebuah komunitas yang sehat tidak boleh bertumpu hanya pada pundak ketua dan sekretaris. “Organisasi akan kelelahan jika hanya digerakkan satu-dua orang,” ujarnya. Ia mengajak seluruh guru membagi peran secara adil mulai dari tim acara hingga tim dokumentasi agar setiap orang merasa memiliki dan bermakna di dalam rumah belajar tersebut.
Mengurai Akar Masalah Melalui Siklus Inquiry Kolaboratif
Sesi materi semakin mendalam ketika Rita memaparkan siklus ADIMRC (Assess, Design, Implement, Measure, Reflect, Change). Sebuah ajakan moral bagi para guru untuk bersikap jujur dan berbasis data terutama memanfaatkan Rapor Pendidikan dalam mendiagnosis problem pembelajaran di kelas.
“Jangan menilai kendala siswa berdasarkan asumsi atau prasangka kita. Lihat datanya. Jika literasi turun, cari akar masalahnya pada kualitas pembelajaran kita sendiri, bukan serta-merta menghakimi anak,” ungkap Rita, sebuah kalimat bernada canda yang memantik refleksi mendalam di kolom komentar.
Suasana interaktif pun pecah saat Rita mengajak peserta memberikan respons menggunakan emotikon. Layar virtual seketika dipenuhi simbol hati (love) tanda sebagian besar guru telah mengintegrasikan waktu belajar minimal 1 jam per minggu di sela-sela jam efektif mereka, tanpa mengorbankan hak belajar para murid.
Catatan Akhir: Menjaga Api Tetap Menyala
Di penghujung ruang virtual, sebuah kesadaran baru telah tertanam. Bahwa merawat komunitas belajar membutuhkan atmosfer yang inklusif, konsistensi jadwal, dan budaya apresiasi yang tulus atas sekecil apa pun kontribusi sesama sejawat.
Dilaporkan oleh Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. Ketua Komunitas Belajar “KAYUAH” SMAN 1 Sentajo Raya sekaligus pegiat literasi Kuansing yang hadir sebagai peserta pertemuan siang itu telah menuntun para guru Riau pulang ke ruang kelas mereka dengan membawa lentera baru.
Lentera yang siap menerangi jalan anak-anak bangsa dengan sinergi yang kian menguat, demi masa depan Riau yang gilang-gemilang.
Terima Kasih BGTK Provinsi Riau. Kami tunggu webinar dahsyat selanjutnya. Salam Guru Pembelajar.
Dokumentasi Kegiatan Weibinar Serantau BGTK Provinsi Riau, 18 Juni 2026










Posting Komentar
Komentar ya