Menenun Cinta Rupiah di Bumi Lancang Kuning: Catatan Evaluasi Triwulan Program "Riau Bertuah"
Pekanbaru, 31 Juli 2026 — Di bawah naungan langit Riau yang membentang luas, sebuah ikhtiar peradaban dan literasi keuangan kembali dirawat dengan penuh khidmat.
Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau menggelar Evaluasi Triwulan Tahap On the Job Learning (OJL) Fasilitator Daerah Cinta, Bangga, Paham Rupiah (Fasda CBPR) melalui ruang virtual Zoom Meeting.
Melalui tajuk "Riau Bertuah" (Berikan Literasi Uang Rupiah, Kolaborasi untuk Masyarakat Riau), kegiatan ini menjadi oase refleksi bagi para pendidik.
Mereka bukan sekadar mengajar, melainkan menanamkan benih kebangsaan melalui pemahaman mendalam akan makna selembar uang Rupiah sebagai kedaulatan, simbol persatuan, dan kehormatan bangsa.
Ruang Daring yang Hangat dan Penuh Dedikasi
Meski terpisah oleh jarak geografis dari sudut-sudut Kuantan Singingi, Meranti, Dumai, hingga jantung Kota Pekanbaru layar-layar kaca virtual sore itu memancarkan kehangatan dan semangat yang seragam.
Acara diawali dengan paparan dan evaluasi yang dipimpin oleh Ibu Sesi Suswanti, M.Pd, selaku Fasilitator dan Penanggung Jawab Program Riau Bertuah dari BGTK Provinsi Riau. Dengan nada teduh namun tegas, beliau mengawal jalannya refleksi, menyapa satu per satu dedikasi para pendidik yang telah bergerak di satuan pendidikan masing-masing selama tiga bulan terakhir.
Turut hadir memberikan arahan, perwakilan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau (Pbr_Deputi_Sunarso) yang menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan dan kedaulatan moneter.
Setiap lontaran kata dari para narasumber dan peserta menjadi rekam jejak perjuangan literasi yang riil di lapangan.
Menakar Jejak, Mengukir Apresiasi
Evaluasi Triwulan OJL ini bukan sekadar forum pelaporan rutin. Di dalamnya terkandung empat pilar utama:
1. Penyampaian Perkembangan Rencana Tindak Lanjut (RTL) di setiap sekolah.
2. Refleksi Mendalam atas dinamika implementasi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
3. Pelaporan Digital melalui Aplikasi Riau Bertuah sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas.
4. Diskusi Interaktif demi menyempurnakan langkah pada periode berikutnya.
Momen puncak yang dinantikan tiba ketika panitia mengumumkan 10 Peserta Terbaik OJL Fasda CBPR. Apresiasi ini diberikan atas ketercapaian RTL, kreativitas pembelajaran, kelengkapan bukti dukung, serta dampak nyata yang dirasakan oleh para peserta didik.
Deretan Pendidik Hebat (10 Terbaik OJL Fasda CBPR):
Yona Esistri, M.Pd., Gr. — SD Negeri 176 Pekanbaru
Yunida Sapriani, M.Pd. — SDN 105 Pekanbaru
Vivi Puspitasari, S.Si. — SDN 015 Bagan Keladi, Kota Dumai
Akbar Fauzan, S.Pd.I. — SDN 157 Pekanbaru
Tri Rohmatun, S.Pd.SD. — SDN 021 Tanjung Palas, Kota Dumai
Desmarita, S.Pd. — SD Negeri 95 Pekanbaru
Amelia Madona, S.Pd. — SD Negeri 15 Pekanbaru
Tiara Bella Pratiwi, S.S., S.Pd. — SMPN 1 Kuantan Hilir, Kab. Kuantan Singingi
Purwanti, S.Pd. — SDN 01 Muara Kelantan, Kab. Kuantan Singingi
Ranti Anggraini, S.Psi. — SMP Negeri 9 Pekanbaru
Piala dan penghargaan ini bukan sekadar lambang kemenangan pribadi, melainkan simbol dari nyala api edukasi yang tak pernah padam di benak para guru pendidik bangsa.
Berlayar Bersama Sampan Literasi
Sebagaimana filosofi logo Riau Bertuah sebuah perahu layar yang mengarungi samudera dengan kitab dan simbol Rupiah di dada para Fasda CBPR Riau kini siap melanjutkan pelayaran.
Menjangkau setiap relung kelas, membimbing anak-anak bangsa agar tak hanya mengenal angka nominal, tetapi menjiwai nilai kedaulatan di setiap helai uang Rupiah.
Sebab pada akhirnya, mencintai Rupiah adalah cara paling sederhana namun bermakna untuk mencintai Indonesia. (RR)
Informasi & Penanggung Jawab Program:
Sesi Suswanti, M.Pd (Fasilitator & Penanggung Jawab Riau Bertuah, BGTK Riau)
Reportase Oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Fasilitator Daerah CBP Rupiah Kab. Kuantan Singingi / SMAN 1 Sentajo Raya)
