Semangat Baru Pendidikan di Riau: 392 Siswa Resmi Ikuti MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kuansing
KUANSING — Gelak tawa, antusiasme, dan rasa haru mewarnai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) yang digelar di Gedung Sekolah Rakyat, Teluk Kuantan, Sabtu (15/8/2026).
Mengusung tema "Cerdas Bersama - Tumbuh Setara", kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 28 Agustus 2026 ini diikuti oleh 392 siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA dari seluruh penjuru Provinsi Riau.
Pembukaan acara dilakukan oleh Plt. Bupati Kuansing H. Muklisin yang diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Kab. Kuansing, Drs. Muradi, M.Si. Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pendidikan, Kakan Kemenag, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Kesehatan, Camat Kuantan Tengah, jajaran guru tamu, serta para wali asuh murid.
Dalam sambutannya, Pj. Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si. menekankan pentingnya peran Sekolah Rakyat sebagai wadah pencetak generasi unggul yang berintegritas.
“Kami berharap para siswa mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, disiplin, dan penuh semangat. Jadikan kesempatan ini sebagai langkah untuk meraih cita-cita dan membanggakan orang tua serta daerah,” ujar Muradi.
Sekolah Inklusif dan Bebas Kekerasan
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kuansing, Ziyadul Kamal, S.Pd.I., MA., menyampaikan tekadnya untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Ia menekankan tiga prinsip utama edukasi yang wajib dijaga di sekolah tersebut:
Bebas Perundungan: Tidak boleh ada bullying atau intimidasi dalam bentuk apa pun.
Bebas Diskriminasi: Menjamin kesetaraan hak. Sekolah memfasilitasi sarana ibadah bagi seluruh umat beragama, termasuk masjid yang megah serta rumah ibadah non-Muslim.
Bebas Kekerasan: Menolak tegas segala bentuk kekerasan fisik maupun seksual.
"Anak-anak kita sudah berani tampil. Bahkan ada anak panti yang baru datang kemarin sempat menangis di pelukan ibunya, hari ini sudah berani bernyanyi di depan publik.
Kami ingin menciptakan anak-anak yang tidak hanya cerdas dalam belajar, tetapi juga cerdas berkarakter dan berintegritas," ungkap Ziyadul.
Harapan Baru Bagi Para Orang Tua
Momen haru juga terpancar dari raut wajah para wali murid. Fitri, salah satu orang tua siswa asal Teluk Belanga, Rokan Hilir, mengutarakan rasa terima kasih mendalam atas hadirnya program Sekolah Rakyat ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk bersekolah di Sekolah Rakyat. Anak saya kami titipkan di sini, semoga bisa belajar dengan baik dan ke depannya sukses,” tutur Fitri penuh harap.
Bagi ratusan keluarga di Riau, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan gerbang harapan baru untuk mengubah masa depan generasi mendatang.
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Guru Tamu Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Kuantan Singingi (Kuansing), Guru SMAN 1 Sentajo Raya, Guru Konten Kreator Riau, Guru Penulis, Fasda CBP Rupiah BI Riau dan BGTK Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing)
