Alam Cahayo Tuah Nagori Singkirkan Juara Bertahan, Rebut Mahkota Pacu Jalur KEN 2026
Teluk Kuantan - Di bawah naungan langit malam yang bertabur bintang di Teluk Kuantan, sorak sorai kemenangan bergemuruh menyambut penutupan Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) dalam rangkaian Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Halaman Astaka Taman Jalur menjadi saksi bisu kemeriahan puncak perhelatan budaya terbesar masyarakat Kuantan Singingi pada Ahad (23/8/2026) malam.
Keajaiban terjadi di Tepian Narosa, di mana jalur Alam Cahayo Tuah Nagori dari Sikakak, Kecamatan Cerenti, menorehkan sejarah baru.
Tampil dengan kegagahan yang memukau di babak Grand Final, mereka berhasil melengserkan Bintang Emas Cahaya Intan (BECI) 2023 dari Tanjung, Kecamatan Hulu Kuantan, sang juara bertahan tahun sebelumnya.
BECI pun harus rela menerima kenyataan sebagai runner-up, mengakui keunggulan strategi dan kekuatan mental Alam Cahayo Tuah Nagori.
Kemenangan gemilang ini bukan hanya sekadar gengsi semata. Alam Cahayo Tuah Nagori berhak membawa pulang Tonggol Kemenangan Menteri Pariwisata, sebuah lambang supremasi dan penghargaan tertinggi atas dedikasi dan kerja keras mereka.
Keberhasilan jalur asal Sikakak menaklukkan persaingan ketat di Tepian Narosa membuktikan bahwa semangat juang dan kebersamaan dapat mengantarkan pada puncak kejayaan.
Dalam sambutannya, PLT Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, didampingi PLT Ketua TP PKK Kuansing Hj. Nurhidayah Muniroh, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia, masyarakat, aparat keamanan, pelaku usaha, serta seluruh stakeholder yang telah bahu membahu menyukseskan pelaksanaan FPJT KEN 2026.
Beliau menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya seperti pacu jalur sebagai perekat persatuan dan kesatuan bangsa, serta sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Kuantan Singingi.
Keberhasilan Alam Cahayo Tuah Nagori di FPJT KEN 2026 menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan budaya tradisional.
Semangat juang dan sportivitas yang ditunjukkan oleh seluruh peserta diharapkan dapat terus menyala dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kuantan Singingi.
Semoga pacu jalur terus berkibar dan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia.
(Tim Kreatif & Promosi Budaya FPJT KEN 2026)
