Abi Haddad Alwi Menggetarkan Bumi Kuansing, Membuka Pintu Langit Lewat Doa dan Shalawat
KUANTAN SINGINGI (Kuansing), Rabu, 19 Agustus 2026 — Malam itu, Lapangan Limuno/Astaqa Kuansing tidak sekadar menjadi tempat berhimpunnya ribuan manusia. Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang syahdu, ribuan kilatan cahaya ponsel bergoyang perlahan bagai lautan bintang jatuh yang bersujud ke bumi. Malam itu, bumi Kuansing bergetar bukan karena guncangan alam, melainkan oleh getaran cinta, doa, dan gema shalawat yang membubung tinggi mengetuk pintu-pintu langit.
Dalam Rangkaian Festival Pacu Jalur Tradisional (FPJT) KEN 2026, hadirnya maestro musik religi tanah air, Abi Haddad Alwi, berhasil menyulap suasana festival menjadi lautan keheningan yang penuh rasa haru dan khidmat. Ribuan warga tumpah ruah, mengapresiasi dengan penuh ketertiban, ketenangan, dan kesucian rasa.
Lautan Air Mata: "Engkaulah Ibuku..."
Momen puncak yang menguras air mata terjadi ketika Abi Haddad Alwi menyanyikan tembang legendaris "Ibu". Berdiri di tepi panggung, Abi melantunkan bait demi bait bait lagu dengan kedalaman jiwa yang tiada tara.
Lantunan itu seketika merobek kesunyian malam dan meremas hati siapapun yang mendengarnya.
Di barisan depan hingga barikade belakang, penonton dari pelbagai usia tak kuasa menahan genangan air mata. Ibu-ibu terisak, para pemuda menundukkan kepala, dan tangis haru tak terbendung. Lagu tersebut menjadi cermin jernih yang memantulkan kembali wajah sosok yang paling berjasa dalam hidup:
Ibu.
"Selagi Ibu masih ada di sisimu... Muliakanlah Ibumu. Karena dialah surga duniamu. Namun, ketika Ibu tak ada lagi di hadapanmu, saat itulah salah satu kunci surgamu di dunia telah tertutup rapat..."
Doa pun terpanjat tulus dari ribuan bibir yang bergetar:
"Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kedua orang tua kami. Ampunilah mereka sebagaimana mereka mengasihi dan merawat kami sejak kecil..."
Landasan Syariat: Kemuliaan Sosok Ibu
Momen haru malam itu selaras dengan pesan suci Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah SAW yang menempatkan orang tua, khususnya Ibu, pada derajat yang amat mulia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Isra' [17]: 23-24:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan katakanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka telah merawatku sewaktu kecil.'”
Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan luar biasa seorang ibu dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim:
Dari Abu Hurairah RA, seorang pria datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Pria itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Pria itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Rasulullah menjawab, "Ibumu." Pria itu bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Kemudian ayahmu." (HR. Bukhari no. 5971 & Muslim no. 2548).
Begitu pula pesan bahwa rida dan surga berada di bawah naungan kasih sayang ibu:
“Surga itu berada di bawah telapak kaki ibu.” (HR. An-Nasa'i).
Apresiasi dan Penyelamat di Akhirat
Abi Haddad Alwi bukan sekadar seorang musisi religi; beliau adalah sosok legendaris yang telah memberi warna dan nuansa budaya spiritual di Nusantara.
Karya-karyanya yang melintasi zaman dan mendunia berpadu indah dengan kekayaan tradisi lokal Kuansing seperti Pacu Jalur.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan tokoh daerah, di antaranya:
PLT. Sekretaris Daerah Kab. Kuansing, Bapak Drs. Muradi, M.Si
Kadis Kebudayaan & Pariwisata Kab. Kuansing, Bapak Ir. Emmerson
Ketua Panitia Pelaksana FPJT KEN 2026, Andi Cahyadi (Abi Aheng)
Sekretaris Panitia, Herika Putra, S.Sos (Abi Herika)
Ketua Tim Kreatif & Promosi Budaya FPJT KEN 2026, H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd (Abi Naldo)
Ketua Panitia Pelaksana, Andi Cahyadi (Abi Aheng), menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kuantan Singingi yang hadir dengan penuh kedamaian dan kebaikan.
"Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kuantan Singingi yang telah mengapresiasi malam ini dengan tenang, tertib, dan penuh kebaikan. Semoga cantiknya kebersamaan dan hadirnya Abi Haddad Alwi menjadi pengingat diri kita untuk senantiasa membasahi lidah dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai ikhtiar memohon syafaat dan penyelamat kita di akhirat kelak," tutur Abi Aheng.
Lelah di Dunia, Lillah di Akhirat
Malam di Lapangan Astaqa pun berlalu, namun getaran doanya masih bergema di dada setiap insan yang hadir. Ucapan terima kasih terpatri untuk seluruh Ibu di Kuansing dan Nusantara yang tak pernah lelah memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Semoga setiap tetes keringat dan lelahmu di dunia, dicatat oleh Allah SWT sebagai pengorbanan yang Lillah, yang akan membuahkan manisnya surga di akhirat kelak. Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
Barakallahu Fiikum.
Diberitakan oleh: Tim Kreatif & Promosi Budaya FPJT KEN 2026 (RR)
