Menjaga Marwah Rupiah di Tanah Kuantan Singingi: Sebuah Dedikasi Cinta, Bangga, dan Paham
Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Fasilitator Daerah CBP Rupiah Kab. Kuansing – Kolaborasi Bank Indonesia Perwakilan Riau & BGTK Provinsi Riau)
Bismillah. Uang bukan sekadar helai kertas bermotif indah atau kepingan logam yang berdenting saat bertumbukan. Di balik setiap lembar Rupiah yang berpindah tangan dari pasar-pasar rakyat hingga ke sudut-sudut pedalaman Kuantan Singingi
Tersimpan napas kedaulatan, jejak sejarah, dan kehormatan sebuah bangsa yang merdeka. Rupiah adalah pengikat kebhinekaan, rajutan identitas yang mempersatukan nusantara dari Sabang sampai Merauke.
Di bawah naungan semangat "Riau Bertuah", kolaborasi mulia antara Bank Indonesia Perwakilan Riau dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau hadir memperkuat barisan edukasi melalui gerakan Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Sebuah ikhtiar kebudayaan dan pendidikan untuk menanamkan rasa hormat terhadap mata uang kita sendiri.
Filosofi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah
Menjaga Rupiah memerlukan kepekaan hati dan kecerdasan budi. Tiga pilar utama menjadi kompas dalam memperlakukan uang bangsa:
Cinta Rupiah: Diwujudkan dengan merawat dan memperlakukan setiap lembar uang dengan penuh penghargaan, menjaga kebersihannya, serta menjaganya dari kerusakan fisik.
Bangga Rupiah: Diwujudkan dengan rasa bangga menggunakan Rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menjadikannya benteng kedaulatan ekonomi nasional.
Paham Rupiah: Diwujudkan dengan bertransaksi secara bijak, berhemat, berinvestasi, serta memahami peran strategis Rupiah dalam menjaga stabilitas perekonomian bangsa.
⛔ Pedoman "5 JANGAN" dalam Merawat Uang Rupiah
Agar keutuhan dan keindahan identitas bangsa tetap terjaga, hindari lima perilaku yang dapat merusak lembaran Rupiah:
🚫 JANGAN DILIPAT: Sampaikan rasa hormat dengan membiarkannya tetap lurus dan rapi.
🚫 JANGAN DISTAPLER: Hindari melubangi serat kertas yang dapat merusak ketahanan fisik uang.
🚫 JANGAN DICORET: Jagalah kebersihan wajah pahlawan dan keindahan seni cetak Rupiah.
🚫 JANGAN DIBASAHI: Lindungi dari air agar kertas tidak melunak dan warna tidak pudar.
🚫 JANGAN DIREMAS: Perlakukan lembaran Rupiah dengan lembut, bukan meremasnya hingga kusut.
🔍 Kecermatan Mengenali Keaslian: Metode 3D
Sebagai wujud perlindungan diri dan masyarakat dari ancaman uang palsu, penting bagi setiap warga untuk menguasai metode sederhana namun sangat ampuh dalam memastikan keaslian Rupiah melalui prinsip 3D:
👁️ DILIHAT: Perhatikan warna uang yang terang dan jelas, periksa benang pengaman yang melintas, serta amati gambar saling isi (rectoverso).
✋ DIRABA: Rasakan tekstur kasar khas pada bagian-bagian utama seperti lambang negara, angka nominal, dan cetakan dalam (intaglio).
💡 DITERAWANG: Arahkan uang ke sumber cahaya untuk melihat tanda air (watermark) serta ornamen gambar pahlawan yang tersembunyi dengan presisi.
"Menjaga Rupiah adalah menjaga kehormatan bangsa. Setiap lembar yang terawat rapi adalah simbol kemandirian dan rasa cinta kita kepada Tanah Air."
🏛️ Mengalirkan Literasi di Kuansing Bertuah
Sebagai Fasilitator Daerah CBP Rupiah di Kabupaten Kuantan Singingi, langkah edukasi ini tidak sekadar mentransfer pengetahuan teknis keuangan, tetapi juga menyulut api kebanggaan nasionalisme di kalangan pendidik, siswa, dan masyarakat luas.
Di tanah Riau yang bertuah, marwah Rupiah adalah bagian tak terpisahkan dari martabat masyarakatnya.
Mari bersama-sama kita gaungkan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Jaga lembarannya, pahami nilainya, dan banggalah menggunakannya di setiap jengkal negeri!
#cbprupiahriau
#bgtkriau
#biriau
#fasdacbprupiah
#rupiahbedelau

Posting Komentar
Komentar ya