Mengikhlaskan Jejak, Menjaga Ketenangan Jiwa
Bismillah. Dalam perjalanan hidup, kita sering kali dipertemukan dengan berbagai karakter manusia. Ada yang datang membawa teduh, tetapi tidak sedikit pula yang hadir menyisakan lara.
Ketika hubungan mulai terasa melukai, kita sering terperangkap di antara dua pilihan ekstrem: membenci atau memaksakan diri untuk tetap bertahan. Padahal, ada ruang lapang bernama keikhlasan yang menawarkan kedamaian.
Melepaskan Tanpa Harus Membenci
Tidak semua orang yang melangkah pergi dari hidupmu harus kamu benci. Ada kalanya, seseorang hadir hanya untuk memberi pelajaran, lalu bertolak menuju jalannya sendiri.
Memelihara benci hanya akan membelenggu jiwa pada bayang-bayang masa lalu memberikan ruang cuma-cuma dalam pikiran untuk seseorang yang tak lagi layak menghuninya.
Islam pun mengajarkan kita untuk menjaga kesucian hati dari prasangka dan kebencian. Allah SWT berfirman:
“Maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.”
— QS. Al-Hijr [15]: 85
Memaafkan dengan cara yang baik (fah-shafhil-jamīl) adalah memaafkan tanpa menyimpan dendam, tanpa cela, dan tanpa rasa benci. Melepaskan seseorang dengan pemahaman bahwa takdir-Nya memiliki alur terbaik adalah bentuk kemerdekaan jiwa.
Menjaga Jarak Bukan Berarti Dendam
Namun, jangan pula kamu memaksakan diri untuk terus berdekatan dengan mereka yang berulang kali menepis rasa hormatmu.
Menjaga jarak (sanctuary of distance) bukanlah manifestasi dari dendam, melainkan wujud rasa syukur atas nikmat ketenangan hati yang dianugerahkan Tuhan.
Kamu tidak perlu membalas keburukan dengan hal serupa. Cukup tarik diri secara santun dan berhentilah memberi mereka celah untuk terus menggores luka yang sama. Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang mukmin tidak boleh jatuh ke dalam lubang yang sama dua kali.”
— HR. Bukhari dan Muslim
Menjaga batas diri adalah kewarasan. Itu adalah bentuk ikhtiar untuk melindungi kedamaian batin agar tetap jernih dalam beribadah dan berkarya.
Puncak Kedewasaan Jiwa
Kedewasaan yang sejati tidak diukur dari seberapa keras kamu mampu membalas atau membenci mereka yang pernah mengecewakanmu.
Kedewasaan adalah tatkala jemarimu mampu mengadah, mendoakan kebaikan bagi mereka dari kejauhan, sembari melangkah maju tanpa harus menyertakan mereka kembali dalam rombong perjalananmu.
Sebab pada akhirnya, tidak setiap orang dirancang untuk bertahan hingga akhir cerita hidupmu. Ada yang cukup menjadi bab yang usai, dibaca untuk dipahami, lalu ditutup dengan doa yang tulus.
Ditulis oleh: Ronaldo Rozalino — Coach RR
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu
