Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Meniti Harapan di Bawah Sang Saka: Senandung Asa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kuansing
Bismillah. Pagi itu, Senin, 7 September 2026, mentari menerobos tipis di atas tanah Kuantan Singingi. Di tengah keheningan lapangan yang masih beralaskan tanah, bertengger sebuah keteguhan hati.
Puji dan syukur melantun pelan menyatukan derap langkah para tenaga pendidik, wali asuh, hingga staf dapur yang bahu-membahu menyusun barisan.
Hanya dalam kurun waktu dua hari persiapan, upacara pembukaan matrikulasi Tahun Ajaran 2026/2027 berdiri kokoh, berpadu dengan antusiasme nan membuncah dari wajah-wajah mungil para murid yang tak sabar menyongsong hari.
Di hadapan barisan, berdiri Pembina Upacara, Ziyadul Kamal, S.Pd.I., M.A., selaku Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Kuansing.
Dengan kehangatan suara seorang ayah dan kewibawaan seorang pendidik, amanatnya mengalir bagai telaga jernih di tengah dahaga, merengkuh setiap jiwa yang hadir.
“Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan ruang bagi siswa merasakan pendidikan yang sama seperti sekolah lainnya. Sebagaimana pesan konstitusi dalam Pasal 34, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”
Menatap Masa Depan: Rumah Bagi Jiwa-Jiwa yang Merdeka
Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kab. Kuansing bukan sekadar bangunan fisik berselimut dinding dan atap.
Sekolah ini adalah pelukan hangat pertama di Provinsi Riau bagi anak-anak yang sempat tersisih oleh kerasnya takdir mereka yang pernah putus sekolah, berkelana di lanskap jalanan, hingga yang berjuang tanpa kehangatan orang tua.
Di sini, 88 tenaga pendidik dan wali asuh hadir tidak sekadar memegang kapur atau menorehkan angka. Mereka menjelma menjadi orang tua, mengalirkan rasa peduli, kasih sayang, dan empati yang tulus.
Setelah melewati rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama dua minggu, hari itu menjadi tonggak awal perjumpaan di dalam kelas. Pembelajaran matrikulasi resmi dimulai untuk:
Sekolah Rakyat Dasar (SRD): 1 Rombongan Belajar
Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP): 5 Rombongan Belajar
Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA): 5 Rombongan Belajar
Semangat Menembus Batas
Keharuan dan rasa bangga menyatu saat pembina upacara mengingatkan bahwa pada 19 September 2026 mendatang, para siswa akan berlaga dalam Kejurkab Kuansing melintasi 8 cabang perlombaan.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa anak-anak Sekolah Rakyat memiliki potensi, daya juang, dan kesempatan yang sejajar untuk mengukir prestasi.
Guna menjaga rahim pendidikan ini tetap suci, amanat tegas pun dititipkan:
Menjalin Kasih Sayang: Kakak kelas merawat adik kelasnya, saling menjaga dan menguatkan.
Nir-Kekerasan: Menolak keras segala bentuk bullying, baik fisik maupun nonfisik.
Menjaga Intoleransi: Saling menghormati perbedaan suku dan agama dalam kebhinekaan yang indah.
Memupuk Nilai Utama: Menanamkan disiplin, kerja sama, dan rasa tanggung jawab dalam setiap hembusan napas belajar.
Peluit Awal Perjalanan
Dengan selesainya amanat upacara, matrikulasi tahun ajaran 2026/2027 resmi dibuka oleh Ziyadul Kamal.
Anak-anak pun melangkah masuk ke ruang kelas tempat bangku-bangku kayu menyambut mimpi-mimpi baru mereka dengan senyuman hangat para guru tamu.
Torehan kisah ini ditangkap dan dirajut dengan penuh hikmat oleh Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., seorang Guru Tamu SMA di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi, yang turut menyaksikan bagaimana benih-benih harapan mulai bersemi di tanah Kuansing.
Jazakumullah Khairan Khatsiran
Barakallah FiikumSekolah Rakyat Terintgrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi
Luar Biasa !
READ MORE - Meniti Harapan di Bawah Sang Saka: Senandung Asa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kuansing
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Dibalik Senyum Ayah: Sebuah Pesan Cinta yang Mendalam
Bismillah. Ayah, sosok pelindung, pemberi nafkah, dan panutan bagi setiap anak. Dibalik kekuatannya, tersimpan sejuta makna dan pengorbanan yang tak terucapkan.
Poster indah yang menyentuh hati di atas mengingatkan kita akan hal ini, dengan kalimat pembuka yang menggugah: "Saat Ayah Diam, Belum Tentu Ia Baik-Baik Saja."
Kalimat ini, meski sederhana, memiliki makna mendalam. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali menganggap ayah sebagai sosok yang kuat dan tak terkalahkan.
Namun, poster ini mengingatkan kita bahwa ayah juga memiliki emosi dan pergumulan yang tak selalu terlihat.
Keterbukaan dan komunikasi sangat penting dalam hubungan ayah-anak, sehingga kita dapat saling memahami dan memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Lebih lanjut, poster ini juga menyentuh aspek spiritual dengan kalimat, "Ada banyak beban... yang hanya diketahui oleh Allah. Namun demi keluarganya, ayah tetap memilih bertahan."
Ini adalah pengingat bahwa ayah tidak hanya memikul beban materi, tetapi juga beban spiritual dan emosional.
Dalam Islam, peran ayah sebagai kepala keluarga sangat dihormati dan dianggap sebagai bentuk ibadah. Ayah adalah sosok yang bertanggung jawab untuk mendidik dan membimbing anak-anaknya agar menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa.
Beban yang dipikul ayah tidak hanya terlihat dari senyumnya yang tulus, tetapi juga dari tindakannya yang tanpa pamrih.
Poster ini mengingatkan kita untuk tidak pelit memberikan perhatian pada ayah, terutama saat ia masih ada.
Ayah adalah sosok yang pantas dihormati dan dihargai, bukan hanya karena jasanya, tetapi juga karena kasih sayangnya yang tak terbatas.
Al Qur'an, kitab suci umat Islam, memberikan banyak petunjuk mengenai peran ayah dalam keluarga.
Dalam Surat Al-Ahqaf ayat 15, Allah SWT berfirman, "Dan Kami wajibkan manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya." Ayat ini menekankan pentingnya menghormati dan menghargai orang tua, termasuk ayah.
Kita sebagai anak harus selalu bersikap baik dan sopan kepada ayah, serta mendoakannya agar selalu dalam lindungan-Nya.
Selain Al Qur'an, Al Hadist juga memberikan banyak contoh dan ajaran mengenai hubungan ayah-anak.
Dalam sebuah hadist riwayat At-Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, "Ridha Allah ada pada ridha orang tua, dan murka Allah ada pada murka orang tua."
Hadist ini menegaskan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan kita di dunia dan akhirat sangat dipengaruhi oleh ridha orang tua, termasuk ayah.
Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk menyenangkan dan membahagiakan ayah, serta tidak membuatnya murka.
Poster ini adalah pengingat yang indah akan pentingnya peran ayah dalam keluarga. Mari kita jadikan poster ini sebagai motivasi untuk selalu menghormati, menghargai, dan mencintai ayah kita.
Semoga Allah SWT selalu melindungi dan memberkahi ayah-ayah kita di seluruh dunia. (Coach RR)
READ MORE - Dibalik Senyum Ayah: Sebuah Pesan Cinta yang Mendalam_Ronaldo Rozalino
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Melangkah Tanpa Gentar: Menjadikan Keberanian Bisnis Sebagai Ibadah
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Di balik riuk rendah lalu lintas kehidupan, sering kali langkah kita terhenti di ambang pintu ragu. Kita merangkai teori, menghitung kalkulasi, dan memoles kepintaran hingga berkilau.
Namun, ketika layar niaga dibentangkan, banyak jiwa cerdas bertumbangan—bukan karena kehabisan ilmu, melainkan karena kehabisan nyali.
Sebagaimana pesan mendalam untaian kata legendaris dari almarhum Bob Sadino:
“Bisnis itu bukan soal pintar, tapi soal berani. Kalau mau kaya jangan takut gagal, kalau takut gagal jangan berbisnis.”
Dunia usaha bukanlah perpustakaan tempat mencatat rumus-rumus mati, melainkan samudra luas di mana gelombang risiko terus bergulung. Kepintaran hanyalah peta, namun keberanian adalah daya yang menggerakkan dayung.
Meneladani Keberanian dalam Balutan Syariat
Keberanian (Asy-Syaja'ah) dalam melangkah dan berniaga bukanlah nekat tanpa arah, melainkan bentuk ikhtiar dan ketawakalan yang nyata kepada Sang Maha Pemelihara.
Dalam Al-Qur'an, Allah SWT mengingatkan kita untuk bergerak, bertebaran di muka bumi, serta bertawakal setelah tekad diluruskan:
“Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
(QS. Ali 'Imran: 159)
Orang yang takut gagal sebelum bertanding sesungguhnya sedang mendahului takdir. Padahal, rizki dan peluang hanya menyapa mereka yang berani melangkah keluar dari zona nyaman.
Rasulullah SAW pun bersabda mengenai keberanian dan keteguhan ikhtiar seorang mukmin:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah... Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu, mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu merasa lemah.”
(HR. Muslim no. 2664)
Pintar adalah kebaikan, tetapi keberanian melangkah yang disertai ikhtiar adalah kunci memulainya.
Mutiara Langkah: Menempa Nyali di Padang Usaha
Untuk mengubah rasa gentar menjadi energi perjuangan, ada lima prinsip hidup yang patut kita selami:
Mulailah Walau Belum Sempurna Kesempurnaan adalah ilusi yang sering menunda tindakan. Beranikan diri melangkah saat ini, lalu rapikan setiap sudutnya sepanjang perjalanan.
Orang yang menanti kesempurnaan hanya akan menjadi penonton bagi keberhasilan orang lain.
Gagal Adalah Gurumu, Bukan Bencanamu Setiap kali langkah terperosok, itu bukan tanda untuk berhenti, melainkan petunjuk jalan mana yang tak perlu dilalui lagi.
Kebangkitan setelah jatuh adalah puncak kedewasaan seorang enterpreneur.
Dekap Risiko dengan Ketawakalan Risiko bukan dinding penghalang, melainkan pintu yang harus dilewati. Keberanian sejati bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan tekad untuk terus maju meski rasa takut itu menyapa.
Kekosongan Terbesar Adalah Tidak Pernah Mencoba Kesalahan dalam melangkah dapat diperbaiki dengan ilmu dan pengalaman, namun waktu yang menguap karena keraguan tak akan pernah kembali.
Tumbuh Bertahap dari Hal Kecil Pohon yang rindang bermula dari benih yang tertanam di kegelapan tanah. Mulailah dari apa yang ada di genggaman, rawat dengan konsistensi, dan biarkan ia tumbuh menjulang selangkah demi selangkah.
Pintar itu bonus, tetapi BERANI adalah syarat utama. Jangan biarkan gagasan indahmu menguap begitu saja hanya karena enggan berhadapan dengan bayang-bayang kegagalan. Jemputlah rezeki yang bertebaran di bumi Allah dengan dada tegap dan niat yang lurus.
Ronaldo Rozalino - Coach RR
(Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
READ MORE - Melangkah Tanpa Gentar: Menjadikan Keberanian Bisnis Sebagai Ibadah_Ronaldo Rozalino
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Menemukan Kedamaian di Setiap Sujud: Mengapa Shalat Adalah Muara Segala Rasa
Bismillah. Di tengah riuk rendah kehidupan yang acap kali menguras daya, jiwa manusia sering kali mendamba sebuah muara untuk berlabuh.
Ada saat di mana dada terasa sesak oleh khawatirnya esok hari, atau justru keliru melangkah karena terlena oleh euforia hari ini.
Di sinilah salat hadir bukan sekadar kewajiban ritualistis, melainkan sebuah manifestasi cinta, tempat berteduh, dan ruang pemulihan bagi jiwa yang lelah.
Shalat: Tempat Kembali di Setiap Musim Kehidupan
Kehidupan bergerak dinamis dalam siklus roda yang terus berputar. Kadang kita berada di puncak kebahagiaan, tak jarang pula terhempas dalam riak kesedihan.
Namun, dalam setiap fase tersebut, panggilan salat tetap menjadi kompas yang konsisten.
Saat Bahagia dan Lapang: Shalat menjadi ungkapan syukur agar nikmat tak menjelma menjadi kesombongan.
Saat Sedih dan Gagal: Salat menjadi tempat meretas aduan, memohon penawar atas luka yang tak kasat mata.
Sebagaimana pesan bernas dari Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Coach RR):
"Lagi seneng? Jangan lupa shalat. Lagi sedih? Jangan lupa shalat. Lagi lancar? Jangan lupa shalat. Lagi gagal? Jangan lupa shalat."
Pesan ini menyiratkan bahwa apa pun warna hari yang sedang kita lalui, salat adalah jangkar tempat kita menyandarkan harapan.
Jangan Menunggu Sempurna untuk Bersujud
Sering kali tebersit keraguan di dalam hati:
"Apakah pantas saya yang bergelimang dosa ini menghadap-Nya?"
Sebuah kekeliruan jika berpikir bahwa shalat hanya milik mereka yang telah suci dari cela.
Shalat adalah proses pembentukan, bukan muara akhir dari kesempurnaan seseorang. Sebagaimana nasihat indah Coach RR:
"Shalatlah meski kamu merasa dirimu belum baik. Karena shalatlah yang akan membuat dirimu baik."
Landasan ini selaras dengan janji Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-'Ankabut ayat 45:
"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar."
Ayat ini mempertegas bahwa salat memiliki daya transformatif. Seperti air bersih yang membasuh debu secara perlahan, salat yang dijaga secara konsisten lambat laun akan memperbaiki kualitas hati dan perilaku pengamalnya.
Oase Ketenangan di Tengah Badai Kekhawatiran
Di era yang penuh dengan ketidakpastian ini, kekhawatiran kerap menjadi bayang-bayang yang mengintai. Salat hadir sebagai ruang perhentian sejenak sebuah dialog sunyi antara hamba dan Sang Pencipta untuk mereguk kedamaian.
Rasulullah SAW sendiri menjadikan salat sebagai tempat peristirahatan jiwa. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh HR. Abu Dawud, beliau bersabda kepada Bilal bin Rabah RA:
"Bangkitlah wahai Bilal, rehatkanlah kami dengan salat!"
Ketika salat didirikan dengan khusyuk, ia bertransformasi menjadi pilar penenang jiwa, pembuka pintu kasih sayang, dan benteng ketenangan dari segala bentuk kebingungan hidup.
Jaga Salatmu, Maka Allah Akan Menjagamu
Salat adalah ikatan janji antara seorang hamba dengan Tuhannya. Ketika kita menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam jadwal harian kita, Allah pun akan melimpahkan perlindungan-Nya dalam setiap jengkal langkah kita.
Prinsip ini tercermin dalam nasihat singkat namun mendalam:
"Jaga sholat, biar Allah jaga kamu."
Hal ini berakar kuat pada pesan Rasulullah SAW kepada Ibn Abbas RA dalam HR. Tirmidzi:
"Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu."
Menjaga Allah berarti memelihara syariat-Nya, dan salat adalah tiang utama dari syariat tersebut. Ketika kita merawat hubungan dengan-Nya melalui sujud yang ikhlas, Dia akan menjaga pikiran, hati, keluarga, serta jalan hidup kita dari kesesatan dan keputusasaan.
Mari kita panjatkan doa sebagaimana yang terukir penuh keindahan:
"Ya Allah, jadikanlah shalatku sebagai sumber ketenangan dari semua kekhawatiran, pintu kedamaian, dan kasih sayang-Mu."
Jangan biarkan alasan apa pun menjauhkan kita dari sajadah. Karena di atas sajadah itulah, tempat terendah dari tubuh kita menyentuh bumi, namun menjadi titik terdekat di mana bisikan doa kita terdengar gaungnya hingga ke langit.
READ MORE - Menemukan Kedamaian di Setiap Sujud: Mengapa Shalat Adalah Muara Segala Rasa _ Ronaldo Rozalino
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Kelapangan Dada Ustadz Datuk Darwis: Menjalin Damai, Merawat Marwah Persaudaraan
"Ronaldo Rozalino"
Bismillah. Dalam riak kehidupan yang sering kali dipenuhi gesekan, menjaga ketenangan hati bukanlah perkara mudah.
Namun, di Mapolres Kuansing, sebuah peristiwa berharga tercipta. Kasus yang melibatkan Ustadz Datuk Darwis dan pihak Polda Sitanggang resmi berakhir damai.
Momen keharuan terpancar jelas saat pelukan keikhlasan menyatukan kembali tali silaturahmi, membuktikan bahwa maaf selalu memiliki ruang yang lebih luas dari sekadar hukum dan adat.
Meneladani Ketinggian Akhlak di Atas Riak Perselisihan
Di tengah derasnya cibiran, riuh media sosial, dan prasangka yang menguji kesabaran, Ustadz Datuk Darwis tidak memilih jalan pembalasan.
Beliau membuktikan bahwa martabat tidak diukur dari seberapa keras kita membalas, melainkan seberapa dalam kita mampu melapangkan dada.
"Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin menggoyangkannya.
Hanya pohon berbuah manis yang sering dilempari orang karena buahnya memang berharga."
Sikap ini menjadi cerminan nyata dari firman Allah SWT mengenai ciri-ciri orang yang bertakwa:
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“…dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
— QS. Ali 'Imran: 134
Keikhlasan beliau memberikan pelajaran bahwa ketenangan hati adalah kemenangan sejati. Sebagaimana ditegaskan dalam hadits Rasulullah ﷺ:
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا
“Tidaklah Allah menambah kepada seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan.”
— HR. Muslim
Meredam Sekat, Mengokohkan Persaudaraan
Langkah damai ini tidak hanya menyelesaikan persoalan pribadi, tetapi juga menyejukkan hubungan sosial yang sempat memanas.
Di tengah kekhawatiran munculnya gesekan antarsuku khususnya antara masyarakat Melayu dan Batak rekonsiliasi ini menjadi benteng penjaga kerukunan.
Melayu dan Batak telah lama hidup berdampingan, berbagi tanah tempat berteduh, dan merajut persaudaraan di bawah naungan persatuan.
Keputusan Ustadz Datuk Darwis menegaskan kembali bahwa dendam bukan milik kita, dan marwah sebuah bangsa terjaga ketika persaudaraan diutamakan.
Pelajaran Penting untuk Kita Semua
Peristiwa ini membawa pesan berharga bagi seluruh lapisan masyarakat dan para pemangku kepentingan, termasuk pihak Polda Sitanggang, untuk senantiasa bijak dalam bersikap dan bertutur kata.
Media sosial dan kehidupan bermasyarakat menuntut kehati-hatian. Pelukan hangat yang tercipta menjadi pengingat bahwa keteladanan, rasa saling menghormati, dan jiwa besar adalah fondasi utama untuk membangun kedamaian bersama.
Semoga keikhlasan ini menjadi ladang pahala yang terus mengalir dan memperkokoh marwah persaudaraan kita.
Jazakumulllah Khairan Khatsiran
Barakallah Fiik
Salam Persaudaraan
Salam Santun
Salam Silaturahmi
H.Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua LSB PD Muhammadiyah Kuansing, Sekretaris Komisi Info & Komuikasi MUI Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERUAS, Guru Konten Kreator Riau, Pegiat Media Sosial Sejak Tahun 2007, Bisnis Owner, Coach)
READ MORE - Kelapangan Dada Ustadz Datuk Darwis: Menjalin Damai, Merawat Marwah Persaudaraan_Ronaldo Rozalino