Menyemai Estetika, Merawat Rasa: Kala Pendidik Seni Kuansing Merajut Harmoni di Sentajo Raya
Sentajo Raya, 25 Juli 2026 — Di bawah naungan langit Sentajo Raya yang teduh pada Sabtu pagi, sebuah ruang kelas di SMA Negeri 1 Sentajo Raya bertransformasi menjadi panggung kehangatan intelektual dan rasa.
Para pahlawan seni para guru Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Seni Budaya SMA/MA se-Kabupaten Kuantan Singingi—berkumpul merapatkan barisan.
Pertemuan rutin ini tak sekadar menjadi ajang menunaikan kewajiban administratif, melainkan sebuah simfoni silaturahmi yang merawat jiwa pendidik dan menumbuhkan daya kreasi anak bangsa.
Mengusung semangat "Mengembangkan Diri, Merawat Estetika, Menumbuhkan Kreativitas", ruang pertemuan bergema dengan kehangatan dialog.
Pertemuan diawali dengan rasa syukur dan asa yang membumbung tinggi, dipimpin langsung oleh Ketua MGMP Seni Budaya Kuansing, Pispian Rahman, S.Sn., M.Pd., serta didampingi oleh Pembina MGMP Seni Budaya yang juga Kepala SMAN 1 Pangean, Noni Hairani, S.Pd.
Dalam pengarahannya yang lugas namun kaya empati, Pispian Rahman mengajak seluruh peserta menengok kembali jejak perjalanan yang telah dilalui, khususnya pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Beliau menyoroti tantangan dinamis pelaksanaan kompetisi secara dalam jaringan (daring) di tingkat provinsi yang tak jarang berkesan mendadak dan menyisakan keterbatasan.
"Pelaksanaan FLS2N daring memiliki romantika tersendiri. Meskipun ada keterbatasan ruang dan komunikasi, kita percaya panitia telah memilih yang terbaik.
Evaluasi ini bukan untuk rasa kecewa, melainkan cermin bagi kita untuk terus bersolek, memperbaiki langkah, dan mengawal karya anak-anak kita agar bersinar hingga tingkat nasional," tutur Pispian Rahman.
Lebih jauh, beliau menekankan betapa krusialnya pendataan prestasi siswa di portal Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Rekam jejak talenta muda Kuansing di ajang bergengsi bukan hanya mengharumkan nama daerah.
Melainkan memberikan dampak nyata pada apresiasi pemerintah seperti alokasi Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Prestasi yang kelak menjadi bahan bakar penyemangat bagi sekolah dan para siswa.
Sebagai terobosan segar untuk menghidupkan semangat berbagi di tubuh organisasi, Pispian juga mengusulkan agar setiap pemateri internal MGMP yang mencurahkan waktu dan pikirannya untuk menyusun materi pembelajaran layak mendapatkan apresiasi berupa uang lelah sebuah bentuk penghormatan kecil atas dedikasi intelektual yang besar.
Seirama dengan hal tersebut, Pembina MGMP, Ibu Noni Hairani, S.Pd., menyampaikan pengarahan yang menyejukkan sekaligus memantik semangat keprofesian.
Dalam amanatnya, beliau mengingatkan kembali amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang empat kompetensi utama guru: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.
"Sebagai guru seni, profesi kita adalah jalan jiwa kita. Kita adalah seniman pendidikan. Ketika negara memberikan kepercayaan dan tunjangan profesi, kewajiban moral kita adalah terus mengasah kemampuan, merawat kepekaan, dan berkolaborasi," ujar Noni Hairani mantap.
Di sela-sela pengarahannya, bait-bait pantun meluncur indah, menegaskan identitas Melayu yang kental dengan estetika:
Putri raja duduk sekali,
Airnya bersih lagi jernih.
Kalau di MGMP seni senang berbagi,
Tentu gurunya pasti berprestasi.
Noni Hairani juga menjelaskan kebijakan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang kini membagi pusat kegiatan MGMP ke dalam tiga zonasi salah satunya di SMAN 1 Sentajo Raya guna menjaga agar proses belajar mengajar di sekolah asal tetap berjalan efektif tanpa mengorbankan ruang tumbuh bagi para guru.
Rangkuman Hasil Notulen Pertemuan MGMP Seni Budaya:
Penyusunan Program Kerja MGMP: Menguatkan agenda berkala yang kolaboratif, transparan, dan adaptif.
Rumusan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) CP 2026: Menyelaraskan kurikulum seni budaya agar relevan dengan dinamika zaman dan kebutuhan tumbuh kembang siswa.
Peningkatan Kompetensi Guru Profesional: Membangun ekosistem belajar mandiri dan panggung apresiasi antar sesama pengajar seni di Kuantan Singingi.
Suasana rapat berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan dari awal hingga akhir. Tampak hadir para pengurus dan puluhan anggota aktif, serta para guru seni dari berbagai pelosok Kuantan Singingi yang membubuhkan tanda tangan kehadiran dengan penuh rasa tanggung jawab.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama, mengabadikan senyum dan optimisme para pendidik yang berikrar untuk tak lelah merawat estetika.
Di SMAN 1 Sentajo Raya hari itu, seni bukan lagi sekadar mata pelajaran di atas kertas, melainkan jembatan jiwa yang menyatukan hati demi masa depan generasi muda Kuantan Singingi yang berkarakter, berbudaya, dan berdaya saing tinggi.
Reportase Oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kab. Kuansing | Ketua Forum Literasi Kuansing | Guru Konten Kreator Riau | Composer & Arranger | Writer & Blogger | Business Owner | Coach)

Posting Komentar
Komentar ya