Sunyi yang Berbicara: Menyelami Gelisah Seorang Lelaki di Penghujung Malam
Pernahkah terlintas di benak kita, mengapa seorang lelaki seorang suami atau ayah sering kali masih terjaga ketika seluruh isi rumah telah lelap dalam buaian mimpi?
Malam bukan sekadar pergantian waktu dari terang menuju gelap. Bagi seorang lelaki, malam kerap menjadi satu-satunya ruang sunyi ketika riuh dunia mereda.
Bukan selalu karena ia tak merasakan kantuk, melainkan karena di sanalah pikirannya baru menemukan sedikit celah untuk bernapas.
Peluh di Siang Hari, Hening di Malam Hari
Sepanjang siang, lelaki melangkah menembus kencangnya arus kehidupan. Ia membanting tulang, memperjuangkan nafkah, merajut asa masa depan, dan memikul pundak agar tetap tegak menampilkan raut bahwa segalanya "baik-baik saja". Ia belajar menjadi benteng yang kokoh bagi keluarganya.
Namun, ketika tirai malam tersingkap, lenyap pula seluruh sandiwara ketegaran itu. Segala beban yang dipendam rapat seharian perlahan menyeruak kembali.
Pikiran tentang pekerjaan, kecukupan finansial, masa depan buah hati, serta keselamatan orang-orang yang ia cintai bertumpuk dalam diam.
Ia sedang berdialog dengan jiwanya sendiri. Sebuah perjuangan batin yang tak bersuara, tetapi teramat riuh di dalam dada.
Landasan Al-Qur'an:
Allah SWT memosisikan lelaki sebagai pemimpin dan penanggung jawab utama dalam bahtera rumah tangga. Beban fisik dan mental ini sejalan dengan firman-Nya:
“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (istri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dari hartanya…” (QS. An-Nisa': 34)
Mengubah Gelisah Menjadi Doa di Sepertiga Malam
Sebagai insan beriman, ketenangan sejati di tengah himpitan beban hidup tidak akan ditemukan pada lamunan yang berlarut-larut, melainkan pada sujud yang panjang.
Malam yang sunyi sejatinya adalah undangan indah dari Sang Pencipta untuk menumpahkan segala keluh kesah.
Landasan Hadis:
Rasulullah SAW bersabda mengenai keutamaan waktu malam tempat bertautnya harapan seorang hamba:
“Rabb kita Tabaraka wa Ta’ala turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.’” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)
Lelaki yang bijak akan memeluk sunyinya malam bukan untuk meratapi nasib, melainkan untuk menggelar sajadah, mengadukan setiap bait kekhawatiran kepada Allah Yang Maha Kuasa.
Sebuah Pintak Kesepahaman
Bila wahai para istri melihat suamimu masih terjaga di larut malam, janganlah terburu-buru menghakimi bahwa ia sedang mengabaikanmu atau sekadar menghabiskan waktu tanpa arti.
Bisa jadi, ia sedang menanggung beban yang tak sanggup ia ceritakan, demi menjaga senyum di wajahmu dan anak-anakmu esok pagi.
Satu tepukan lembut di bahunya, secangkir teh hangat, atau doa tulus yang dibisikkan dalam diam akan menjadi penguat jiwa yang tak ternilai harganya.
Ditulis oleh: Ronaldo Rozalino - Coach RR
VDF - Jum'at, 4 September 2026
02.40 WIB.
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu

Posting Komentar
Komentar ya