Aksi Nyata Menjaga Alam: Saat TNI, Polri, dan SMA Taruna Muhammadiyah Riau Bersatu Menanam Pohon
Bismillah. Rabu, 9 September 2026, mentari membiaskan cahayanya di atas hamparan tanah Pulau Bungin, Koto Taluk. Di tepi tepian air yang tenang, sekelompok insan berdiri bahu-membahu dengan cangkul dan bibit tanaman di tangan.
Hari itu bukan sekadar peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI melalui aksi Penanaman 1 Juta Pohon Serentak, melainkan sebuah ikhtiar mulia untuk menyapa kembali bumi yang telah lama memberi kehidupan.
Di bawah naungan langit Kuantan Singingi, sinergi indah terjalin tanpa sekat. Jajaran prajurit Koramil 02, personel Polres Kuansing, Pemerintah Desa Koto Taluk, perwakilan Dinas Kehutanan, hingga guru pendamping Aulia, Rido, dan Mukhlis bersama para siswa SMA Taruna Muhammadiyah Riau, menyatukan langkah.
Seragam hijau loreng, cokelat kepolisian, hingga kemeja putih dan seragam ketarunaan bersatu padu menundukkan badan, menyentuh tanah, dan menanam harapan.
Membaca Tanda-Tanda Alam dalam Pesan Suci
Agama Islam mengajarkan bahwa alam semesta adalah bait-bait ayat kauniyah yang patut dijaga. Setiap helai daun yang tumbuh dan akar yang menghujam bumi merupakan bagian dari tasbih alam kepada Penciptanya.
Allah SWT mengingatkan kita dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (dampak) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
Aksi penanaman pohon di Pulau Bungin ini hadir sebagai wujud nyata, sekaligus perbaikan atas ancaman kebinasaan lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda negeri. Dengan menancapkan tunas-tunas baru, kita sedang membentang perisai hijau demi merawat ekosistem dan mencegah bencana.
Sedekah Hijau yang Tak Pernah Putus
Menanam pohon adalah investasi kebaikan tanpa batas.
Rasulullah SAW memberikan kabar gembira mengenai kemuliaan merawat tanaman dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا أوْ يَزْرَعُ زَرْعًا، فَيَأْكُلُ مِنْهُ طَيْرٌ أَوْ إِنسَانٌ أَوْ بَهِيمَةٌ، إِلاَّ كَانَ لَهُ بِهِ صَدَقَةٌ
"Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung, manusia, atau hewan memakan darinya, melainkan itu menjadi sedekah baginya."
Tunas-tunas yang ditanam oleh jajaran TNI, Polri, pemerintah, serta para generasi muda dari SMA Taruna Muhammadiyah Riau hari ini kelak akan tumbuh menjulang. Setiap oksigen yang dihembuskannya, setiap dedaunan yang menaungi bumi, serta setiap akar yang mengikat air akan mencatatkan pahala jariyah yang mengalir tiada henti.
Memupuk Rasa Cinta, Menjaga Masa Depan
Aksi pelestarian lingkungan di Pulau Bungin tidak berhenti pada lubang-lubang tanah yang terisi bibit. Kegiatan ini menitipkan pesan mendalam bagi generasi muda: merawat bumi adalah bentuk rasa syukur dan wujud cinta tanah air.
Semangat kebersamaan yang terpancar saat para siswa dan aparat duduk beristirahat bersama melepas lelah menyimbolkan bahwa menjaga alam adalah tugas kolektif.
Semoga tunas yang tertanam di Pulau Bungin tumbuh kokoh menyongsong masa depan, membawa keteduhan, dan melindungi bumi Kuantan Singingi dari ancaman Karhutla. (Ronaldo Rozalino)
