Asap Karhutla Tak Padamkan Semangat: Catatan PJJ Seni Budaya SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Bismillah. Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang berselimut jelaga Karhutla, udara terasa menyesakkan dada. Kabut asap tebal yang telah melanda selama hampir tiga minggu memutus pandangan dan mengancam kesehatan.
Menanggapi situasi ini, Dinas Pendidikan Kuansing mengambil langkah bijak meliburkan aktivitas belajar tatap muka demi melindungi generasi penerus dari bahaya penyakit saluran pernapasan (ISPA).
Namun, pekatnya asap tidak lantas memadamkan pendar semangat untuk menuntut ilmu. Pada Kamis, 10 September 2026, kelas-kelas di SMA Taruna Muhammadiyah Riau berpindah ke ruang udara digital melalui media Google Meet.
Harmoni Budaya di Kelas X: Melatih Suara dan Rasa
Pukul 14.40 WIB, ruang virtual Google Meet mulai diisi oleh antusiasme para taruna. Pembelajaran diawali secara hikmat dengan doa yang dipimpin oleh ketua kelas, disertai penataan absensi daring.
Dari total 33 siswa kelas X, sebanyak 18 siswa berhasil hadir menembus keterbatasan situasi. Pembelajaran Seni Budaya diisi dengan pendekatan mendalam (Deep Learning) yang mencakup tiga pilar utama:
Mindful (Berkesadaran): Mengajak siswa menyadari dan meyakini keberadaan nikmat seni sebagai sarana rasa.
Meaningful (Bermakna): Mengaitkan seni dengan nilai kehidupan dan pelestarian lokal.
Joyful (Menyenangkan): Menyajikan ruang belajar yang ramah dan interaktif.
Sebagai pemicu apresiasi, para siswa diajak menyaksikan karya musik daerah Kuansing berjudul "Candu Kembu", sebuah komposisi pembuka untuk tradisi Pacu Jalur 2026.
Siswa tidak sekadar menonton, tetapi juga diberi kesempatan untuk mengekspresikan pandangan mereka. Ruang ini menjadi wadah melatih kecakapan berbicara di depan umum (public speaking), keberanian, serta melatih pola pikir yang luas dan terarah.
Refleksi dan Struktur Musik di Kelas XI
Perjalanan berlanjut ke kelas XI IPA dan XI IPS. Kehadiran di kelas XI IPA mencapai 50 persen, sementara kelas XI IPS mencatatkan tantangan tersendiri dengan ketiadaan partisipasi siswa di ruang daring.
Kondisi ini menjadi catatan evaluasi dan refleksi mendalam mengenai pentingnya komunikasi yang efektif, kedisiplinan, dan ikhtiar bersama dalam menjaga etika belajar.
Dalam sesi kelas XI, materi berfokus pada Unsur-Unsur Musik:
Nada & Melodi: Alunan frekuensi dan susunan intonasi.
Irama & Tempo: Ketukan serta kecepatan yang memberi nyawa pada karya.
Harmoni & Timbre: Keselarasan bunyi dan warna suara.
Dinamika: Keras-lembutnya nada yang menyampaikan emosi.
Ketika seluruh komponen tersebut menyatu secara kompleks, terciptalah sebuah musik. Lebih dari sekadar nada, musik berdiri sebagai bahasa komunikasi universal.
Musik menjadi simbol identitas bangsa seperti lagu Indonesia Raya, maupun pengobar semangat pergerakan seperti Mars Muhammadiyah dan Hymne Muhammadiyah sebuah manifestasi organisasi besar dalam berbuat nyata bagi umat di bidang pendidikan, kesehatan, dan amal usaha.
Nilai Religi dan Titik Terang Hujan Kuansing
Seni musik yang dikaji secara mendalam tidak hanya membentuk kecerdasan akademis dan kemampuan digital, tetapi juga mengukuhkan nilai-nilai religi. Lirik-lirik yang diresapi menjadi sarana perenungan atas kekuasaan Allah SWT yang telah mengaruniakan segenap nikmat kehidupan.
Landasan Al-Qur'an & Al-Hadits:
QS. Az-Zumar [39]: 9 "Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran."
HR. Muslim "Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
"Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
Kekompakan dan ketangguhan para siswa Taruna Muhammadiyah Riau memanfaatkan teknologi di tengah bencana asap patut mendapatkan apresiasi.
Mereka membuktikan diri sebagai calon pemimpin masa depan yang tidak hanya berkarakter dan berakhlak mulia, tetapi juga tanggap digital.
Harapan baru pun membumbung tinggi. Setelah hari-hari penuh kecemasan, hujan lebat akhirnya turun mengguyur bumi Kuantan Singingi pada hari Jumat.
Rahmat hujan ini diharapkan mampu menyapu habis sisa-sisa asap Karhutla dan mengembalikan kesegaran udara di tanah Riau.
Salam Budaya
Salam Pembelajaran Era Digital
Salam Berkemajuan
Salam Kayuah
Membangun Negeri untuk Edukasi yang Lebih Baik dan Berkah.
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
*Guru Seni Budaya SMA Taruna Muhammadiyah Riau
*Guru Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau
*Guru Seni Budaya (Guru Tamu) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kuantan Singingi

Posting Komentar
Komentar ya