Meniti Bahtera di Samudra Kehidupan: 4 Tipe Rumah Tangga dalam Tabligh Subuh Masjid Raya_Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd
Bismillah. Fajar baru saja menyibak kegelapan di Teluk Kuantan pada Sabtu, 12 September 2026. Di dalam keheningan Masjid Raya Pasar Teluk Kuantan, lantunan doa dan cahaya keilmuan mengepul hangat.
Jamaah Subuh berkumpul menyimak untaian nasihat dalam Majlis Ilmu Subuh yang disampaikan oleh Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd. (Wakil Pimpinan Bidang Kurikulum Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan).
Pernikahan: Ibadah Terpanjang Sepanjang Hayat
Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua insan dalam satu atap, melainkan sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizha) yang membentang dari akad hingga napas terakhir di dunia. Berbeda dengan salat, puasa, zakat, atau haji yang terikat oleh batas waktu dan momen tertentu, rumah tangga adalah ladang pahala tanpa batas.
Dalam rumah tangga, hal-hal kecil seperti canda tawa, perhatian lembut, serta ikhtiar membahagiakan pasangan berbuah pahala yang amat besar di sisi Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dan pada barang kemaluan salah seorang di antara kalian ada sedekah." Para sahabat bertanya, "Apakah salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya mendapat pahala?" Beliau menjawab, "Bagaimana pendapatmu jika ia menyalurkannya pada yang haram, bukankah ia berdosa? Demikian pula jika ia meletakkannya pada yang halal, maka ia mendapatkan pahala." (HR. Muslim)
Bahkan ketika usia telah pamit dan jasad telah menyatu dengan tanah, jejak kebaikan rumah tangga yang membina keturunan saleh akan terus mengalirkan ampunan dan pencerahan di alam kubur.
Refleksi 4 Kriteria Rumah Tangga
Dalam ceramahnya, Ust. Dr. Hendio Anjasmara mengurai empat tipe rumah tangga sebagai cermin dan bahan evaluasi diri:
Suami baik, namun istri tidak baik: Penggalan kisah Nabi Nuh AS dan Nabi Lut AS, tempat seorang suami berada di puncak keshalehan namun harus bersabar menghadapi ujian pasangan.
Istri baik, namun suami tidak baik: Keteladanan Asiyah binti Muzahim, wanita teragung yang tetap memelihara iman dan ketakwaan meski mendampingi Firaun yang durjana.
Suami dan istri sama-sama tidak baik: Gambaran kelam Abu Lahab dan istrinya (Ummu Jamil) yang saling mendukung dalam kemaksiatan dan permusuhan terhadap kebenaran.
Suami saleh, istri salehah, dan anak-anak saleh: Bahtera idaman yang dipenuhi keberkahan, ibarat keluarga Nabi Ibrahim AS atau keteladanan Rasulullah SAW bersama Khadijah RA.
Allah SWT berfirman mengenai hakikat saling melengkapi dalam hubungan suami istri:
"...Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka..." (QS. Al-Baqarah: 187)
Menyiapkan Bekal Menuju Keluarga Sakinah
Berumah tangga memang tak lepas dari dinamika dan ujian. Oleh karena itu, bagi generasi muda yang sedang bersiap melangkah, mempelajari fiqih pernikahan (fiqh munakahat) menjadi bekal krusial agar tidak gagap saat mengemudikan bahtera rumah tangga.
Semoga majelis subuh yang penuh keberkahan ini menjadi pemantik semangat bagi kita semua untuk terus membenahi diri, melengkapi kekurangan pasangan, dan meraih predikat keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di bawah naungan keridaan Allah SWT. Amin.
Catatan Majelis
Narasumber: Ust. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd.
Lokasi: Masjid Raya Pasar Teluk Kuantan
Penulis: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Sekretaris Komisi Info & Komunikasi DP MUI Kab. Kuansing, Ketua LSB PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERUAS)
