Ketika Ketulusan Dikalahkan Fulus: Memilih Sahabat Penuntun Surga
Dalam rimba kehidupan yang kian pragmatis, persahabatan acapkali tergelincir menjadi sebatas hitung-hitungan transaksi. Begitu banyak jemari yang merengkuh erat saat jemari kita menggenggam "fulus", namun seketika terlepas lemas tatkala roda kehidupan berputar ke bawah.
Fenomena "ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang" bukan sekadar kiasan lama, melainkan realitas pahit tentang tipe teman yang hanya mau enaknya saja.
Ketika manfaat telah usai diperah, sosok yang dahulu mengaku sahabat sering kali menjelma asing. Kehadiran kita tak lagi dihargai, keberadaan kita diremehkan, bahkan rasa terima kasih pun enggan diucapkan.
Saat tawa meriah membahana, mereka berkerumun. Namun, saat tawa itu sirna berganti duka, mereka melangkah pergi tanpa peduli. Itulah hakikat sahabat yang hanya berlandaskan keduniaan seperti debu yang terbawa angin, hadir tanpa bekas kebaikan dan hilang tanpa meninggalkan kenangan indah.
Rasulullah SAW telah memprediksikan betapa krusialnya pengaruh seorang teman dalam dinamika spiritual dan moral seseorang. Beliau bersabda:
"Seseorang itu tergantung pada agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi teman dekatnya."
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Maka, sudah saatnya kita menyaring lingkaran pertemanan. Bertemanlah bukan karena kepentingan yang fana, melainkan murni karena Allah SWT. Sahabat sejati adalah mereka yang dengan kelembutan hatinya saling mengingatkan dalam kebaikan, merawat iman saat meredup, serta menuntun langkah kembali mendekat kepada-Nya.
Tinggalkanlah pertemanan yang hanya melalaikan jiwa dan menjauhkan kita dari sejuknya keberkahan Ilahi.
Sebab di akhirat kelak, ikatan yang tidak didasari oleh ketakwaan hanya akan menyisakan penyesalan mendalam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Teman-teman karak (pada hari itu) saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa."
(QS. Az-Zukhruf: 67)
Carilah sahabat yang saleh sosok yang keberadaannya membuat kita rindu pada surga, dan doanya membubung ke langit malam secara diam-diam untuk keselamatan kita.
Mereka adalah penolong sejati yang tidak hanya mencari kita di dunia, melainkan juga merindukan dan mencari keberadaan kita di padang mahsyar kelak.
Jangan habiskan waktu bersama mereka yang hanya ingin tertawa bersama, namun bersikap acuh tak acuh ketika tawa itu hilang ditelan ujian kehidupan.
Luar Biasa. Biasa di Luar Ngopi!
Salam Santun Sehat Sukses,
Penulis:
Ust H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Teacherpreneur, Writer, Motivator Literacy & Education, Business Owner Leader, Blogger, Composer Arranger, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya