Dari Guru Pembelajar Menjadi Konten Kreator: Menyalakan Cahaya Ilmu dari Kota Jalur Kuansing
Bismillah. Ada jalan-jalan hidup yang tidak pernah direncanakan, tetapi Allah membukakan pintunya dengan cara yang tak disangka. Seperti air yang mengalir dari hulu menuju hilir, perjalanan seorang guru sering kali dipenuhi pertemuan, pengalaman, dan kesempatan yang diam-diam sedang dipersiapkan oleh takdir.
Begitulah kisah seorang guru dari Kota Jalur, Kuantan Singingi Ronaldo Rozalino. Awalnya, dunia konten kreator bukanlah cita-cita yang dirancang sejak lama.
Namun, pertemuan dengan program dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BGP/BGTK Riau menjadi titik mula yang mengubah arah langkah. Dari ruang-ruang belajar, dari forum-forum berbagi, tumbuh keberanian untuk mencoba dunia baru: dunia berbagi ilmu melalui konten.
Mungkin hasil editan belum seindah karya para sahabat hebat di komunitas Guru Konten Kreator (GKK) Riau. Mungkin pula tampilan visual belum sesempurna mereka yang telah lama berkecimpung di dunia digital. Namun, ada satu kekuatan yang lebih berharga daripada semua itu: konsistensi.
Karena sesungguhnya, ilmu tidak selalu menyala karena kemewahan tampilan, tetapi karena ketulusan untuk terus berbagi.
Allah Swt. berfirman:
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat."
(QS. Al-Mujadalah: 11)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap langkah dalam mencari, mengamalkan, dan menyebarkan ilmu adalah jalan menuju kemuliaan.
Seorang guru yang terus belajar, menulis, berkarya, dan berbagi sejatinya sedang menanam pohon-pohon kebaikan yang buahnya akan dipetik banyak orang.
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
(HR. Muslim)
Dan perjalanan itu telah melahirkan jejak-jejak karya. Buku-buku solo dan antologi ber-ISBN, karya nasional hingga internasional, menjadi saksi bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, tetapi mengabadikan manfaat.
Di antara karya tersebut terdapat Sayatan Nada Menuju Surga, sebuah refleksi nilai dan seni; Kilas Pandang Pejuang Magister Era Pandemi, catatan perjuangan menuntut ilmu di tengah keterbatasan; serta Bahagianya Menjadi Guru, kisah-kisah inspiratif yang meneguhkan bahwa profesi guru adalah jalan pengabdian yang mulia.
Menulis adalah sedekah ilmu. Konten adalah jembatan manfaat. Dan guru adalah pelita yang tak pernah lelah menerangi.
Ayat pertama yang diturunkan Allah kepada Rasulullah ﷺ adalah perintah membaca:
"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan."
(QS. Al-'Alaq: 1)
Maka membaca melahirkan ilmu, ilmu melahirkan karya, karya melahirkan manfaat, dan manfaat menjadi amal yang terus mengalir.
Terima kasih kepada BGP/BGTK Riau yang telah membuka ruang dan menghadirkan kesempatan.
Terima kasih kepada sahabat-sahabat GKK Riau yang telah menginspirasi untuk terus belajar dan berbagi. Sebab dalam dunia pendidikan, tidak ada kata selesai untuk belajar.
Salam Kayuah.
Dari Kota Jalur, Kuansing.
Guru pembelajar akan terus berjalan, terus membaca, terus menulis, terus berkarya, hingga Allah berkata, “Saatnya pulang.”
Ronaldo Rozalino
Beberapa karya buku solo dan antologi ber-ISBN, baik tingkat nasional maupun internasional, masih dapat dimiliki oleh para pembaca yang berminat.
Silakan menghubungi melalui pesan pribadi atau inbox.
"Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim." (HR. Ibnu Majah)
Beberapa Karya Buku Solo dan Antologi Penulis 5 Tahun Terakhir
Ditahun ini penulis akan menerbitkan karya buku solonya : Perjalanan Suci Ke Tanah Haram, Ada Surga di Kuansing, Pejuang Guru Di Era Digital, Guru Multi Talent di Era Digitalisasi, Jadi Guru Bukan Sekedar Guru, Kumpulan Biografi Para Tokoh Membangun Negeri. Semoga Allah mudahkan dan lancarkan. Salam Literasi. Barakallah Fiik
