Silaturahmi di Hari Jum'at yang Berkah: Menenun Kembali Benang Merah Inspirasi Bersama Sang Guru
Bismillahirrohmanirrohim...
Pagi itu, Jum'at, 18 September 2026, mentari Kuantan Singingi bersinar dengan lembut, membawa serta semilir angin yang menyejukkan jiwa.
Langkah kaki saya terhenti di pelataran Masjid Ar-Raudha, tempat di mana damai dan ketenangan senantiasa bersemayam.
“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu'ah: 9)
Panggilan suci untuk melaksanakan shalat Jum'at telah bergema, mengingatkan kita akan keutamaan hari yang penuh berkah ini. Di hari yang mulia ini, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memperbanyak sedekah, shalawat, dan bersilaturahmi. Dan bersilaturahmi pulalah yang menjadi landasan langkah kaki saya di hari itu.
Sebuah kedai kopi sederhana yang terletak tak jauh dari masjid menjadi saksi bisu pertemuan indah ini. Secangkir kopi hitam yang kental dengan aroma khasnya, menjadi teman setia dalam merenda benang-benang rindu yang sempat terurai oleh waktu.
Di kedai kopi itulah, saya dipertemukan kembali dengan Bapak Aprinedi, S.Pd.,MM, seorang sosok yang tak pernah lelah menebarkan inspirasi dan keteladanan bagi setiap siswanya.
Bapak Aprinedi adalah guru fisika saya di SMKN 1 Teluk Kuantan, sekaligus pembina OSIS yang senantiasa membimbing kami dengan penuh kesabaran dan kasih sayang.
“Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku kedudukannya pada hari Kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi)
Bapak Aprinedi adalah perwujudan nyata dari hadist tersebut. Beliau adalah sosok yang senantiasa menjaga lisan dan perbuatannya, serta selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi orang-orang di sekitarnya.
Dari beliau, saya belajar tentang komunikasi yang efektif, tanggung jawab yang tinggi, disiplin yang ketat, dan dedikasi yang tak kenal lelah.
Beliau tak hanya mengajarkan kami tentang hukum-hukum fisika, tetapi juga tentang hukum-hukum kehidupan yang lebih fundamental.
Sebagai seorang siswa, tentu saya mendambakan petunjuk dan nasihat dari sang guru. Beliau adalah sumber inspirasi yang tak pernah kering, yang senantiasa memberikan arah dan tujuan dalam hidup saya.
Hampir dua jam kami larut dalam obrolan yang hangat dan bermakna. Beliau berbagi cerita tentang pengalamannya selama menjadi guru, tentang suka dan duka dalam mengabdi di dunia pendidikan.
Dari cerita-cerita itulah, saya banyak belajar tentang arti kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan.
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)
Bapak Aprinedi adalah seorang penolong bagi setiap siswanya. Beliau senantiasa berusaha membimbing kami ke jalan yang benar, serta memberikan semangat dan motivasi dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan.
Tak terasa, waktu pun bergulir dengan cepat. Azan Ashar telah bergema, memanggil umat Muslim untuk segera melaksanakan kewajibannya. Bapak Aprinedi bergegas meninggalkan kedai kopi untuk menuju masjid, tempat di mana beliau kini mengabdikan diri sebagai pengurus masjid.
“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.” (QS. Al-Ma'arij: 32)
Bapak Aprinedi adalah seorang yang senantiasa memelihara amanat. Beliau tak hanya amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai guru, tetapi juga amanah dalam menjaga rumah Allah.
Di masa pensiunnya, beliau memilih untuk mengabdikan diri di jalan dakwah, menyebarkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Masyaa Allah...
Sungguh indah pengabdian Bapak Aprinedi di hari tuanya. Beliau tak pernah lelah memberikan kebaikan bagi umat, serta terus berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan di Kuantan Singingi.
Di akhir tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak Aprinedi.
Semoga apa yang telah Bapak tanamkan pada kami, para siswanya, menjadi amal jariyah yang senantiasa mengalirkan pahala bagi Bapak di akhirat kelak.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
Sukses dan berkah selalu untuk Bapak dan keluarga. Doa saya dan para alumni puluhan tahun yang lalu, senantiasa menyertai langkah Bapak dalam menjalankan tugas mulia ini.
Bangga dan Bahagia Menjadi Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan.
Terima Kasih Bapak Ibu Guruku semuanya.
Salam Santun dari Ananda,
Ronaldo Rozalino
Alumni SMKN 1 Teluk Kuantan 1999 - 2002
Jurusan Teknik Perkayuan Bangunan

Posting Komentar
Komentar ya