Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Menanam Harapan di Tanah Ibu Pertiwi: Jejak Kebaikan SMA Taruna Muhammadiyah Riau dan TNI untuk Bumi
"Satu pohon hari ini, sejuta harapan untuk masa depan."
Bismillah. Di bawah naungan langit Pulau Bungin yang teduh, jemari-jemari muda para siswa SMA Taruna Muhammadiyah Riau bersentuhan langsung dengan hangatnya ibu pertiwi.
Bersama para prajurit Koramil 02/Kuantan Tengah, mereka menyatukan tekad dalam aksi nyata "Penanaman 1 Juta Pohon Serentak" guna memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni menancapkan bibit di atas tanah, melainkan sebuah ikhtiar spiritual dan wujud kecintaan yang mendalam pada negeri.
Menjaga kedaulatan tanah air tidak hanya diukir lewat baris-berbaris dan perjuangan di medan tugas, tetapi juga melalui keberanian menjaga kelestarian alam serta keseimbangan ekosistem demi warisan generasi masa depan.
Makna Ekologis dan Nilai-Nilai Ilahiah
Dalam ajaran Islam, merawat bumi adalah amanah kehalifahan yang dibebankan kepada manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-A’raf: 56)
Setiap bibit hijau yang ditanam dengan keikhlasan kelak akan bernapas menjadi pelindung kehidupan, memberi oksigen, dan menahan erosi tanah.
Rasulullah SAW pun menekankan betapa mulianya amalan menanam pohon yang bernilai sedekah jariah tak terputus:
“Tidaklah seorang muslim menanam pohon atau menabur benih tanaman, lalu ada burung, manusia, atau hewan yang memakan sebagian darinya, melainkan hal itu menjadi sedekah baginya.”
(HR. Bukhari no. 2320 & Muslim no. 1552)
Bahkan, dalam hadits lain Rasulullah SAW memberikan dorongan yang amat luar biasa tentang pentingnya menanam hingga akhir zaman:
“Jika hari kiamat telah tegak sedang di tangan salah seorang di antara kalian terdapat bibit pohon kurma, maka jika ia mampu untuk tidak berdiri sampai ia menanamnya, hendaklah ia menanamnya.”
(HR. Ahmad no. 12902)
Sinergi Kebangsaan demi Generasi Mendatang
Kolaborasi antara SMA Taruna Muhammadiyah Riau dan TNI mencerminkan sinergi yang kokoh antara pendidikan karakter spiritual, semangat kebangsaan, dan kepedulian lingkungan.
Melalui tetesan keringat yang jatuh menyirami akar-akar muda di tanah Pulau Bungin, tersirat pesan mulia: merawat alam adalah menjaga masa depan.
Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. Ahdanan Shaleh, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa keterlibatan para pelajar dalam aksi lingkungan ini menjadi sarana belajar langsung untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan yang berakhlak mulia serta bertakwa.
Mari kita jaga bumi ini, tempat kita berpijak dan berbakti. Karena setiap tunas yang kita tanam hari ini adalah doa yang akan terus tumbuh melintasi waktu.
Informasi Laporan & Media:
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Ketua LSB PD Muhammadiyah Riau, Guru SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERRUAS, Motivator Literasi & Edukasi, Coach)
Narahubung / Official Media: SMA Taruna Muhammadiyah Riau WhatsApp: 0822-6127-0150
Instagram / TikTok: @smatarunamuriau.official
YouTube / Facebook: SMA Taruna Muhammadiyah Riau
#smatarunamuhammadiyahriau #huttni81 #pedulilingkungan
READ MORE - Menanam Harapan di Tanah Ibu Pertiwi: Jejak Kebaikan SMA Taruna Muhammadiyah Riau dan TNI untuk Bumi
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Semarak SMANSA SENTRA CUP ke-7 dan HUT ke-23 SMAN 1 Sentajo Raya: Merajut Prestasi, Menjaga Negeri
SENTAJO RAYA — Halaman SMAN 1 Sentajo Raya pada Kamis pagi (24/9/2026) tampak diselimuti suasana hangat dan penuh semangat. Udara pagi yang segar menjadi saksi berkumpulnya keluarga besar sekolah, para pejabat daerah, hingga tamu undangan dalam helat bergengsi: Pembukaan SMANSA SENTRA CUP ke-7 sekaligus Peringatan HUT ke-23 SMAN 1 Sentajo Raya.
Acara diawali dengan lantunan doa yang dipanjatkan penuh kekhusyukan oleh siswa, mengangkut harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan.
Suasana makin semarak dan sarat akan nilai tradisi saat Sanggar Seni Karumuntiang SMAN 1 Sentajo Raya menampilkan Tari Persembahan Melayu Riau.
Gerak gemulai para penari dengan busana adat yang anggun menjadi lambang penghormatan dan kehangatan dalam menyambut para tamu yang hadir.
Menjalin Silaturahmi dan Membina Bakat Generasi Muda
Ketua Panitia, Fabio Amanda (siswa Kelas XII), dalam laporannya menyampaikan kesiapan panitia dan antusiasme peserta yang luar biasa dalam menyukseskan ajang tahunan ini.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Drs. Afrizal, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga. Beliau menjelaskan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh tingkat SMP se-Kecamatan Sentajo Raya dan Kuantan Tengah, dengan total 20 sekolah yang berpartisipasi dalam cabang olahraga futsal dan bola voli putra/putri.
Drs. Afrizal menegaskan dua tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini:
Ajang Perkenalan: Mengenalkan lingkungan dan budaya SMAN 1 Sentajo Raya kepada para siswa SMP, sebagai wadah melanjutkan jenjang pendidikan setelah lulus nanti.
Pengembangan Potensi: Menjadi ruang untuk menyalurkan serta mengasah minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga bola voli dan futsal.
Resmi Dibuka Plt. Camat Sentajo Raya: SMANSA SENTRA CUP ke-7 Jadi Wadah Bakat dan Karakter Generasi Muda
Pesan Mendalam dari Plt. Camat Sentajo Raya
Hadir memberikan arahan sekaligus membuka acara secara resmi, Plt. Camat Sentajo Raya, Wandy Gunawan, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak sekolah, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggaraan perhelatan ini.
Dengan nada santun dan penuh kehangatan, Wandy Gunawan menyampaikan permohonan maaf karena baru sempat berkunjung langsung ke SMAN 1 Sentajo Raya tepat di momen genap satu tahun kepemimpinannya sebagai Plt. Camat, lantaran padatnya agenda pemerintahan.
Tak lupa, beliau memberikan beberapa pesan moral dan kepedulian lingkungan bagi para generasi muda:
Pesan Ketertiban: Beliau mengimbau para siswa agar tidak melakukan aksi kebut-kebutan atau nongkrong hingga larut di depan Kantor Camat Sentajo Raya, guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun berhadapan dengan hukum.
Kepedulian Lingkungan: Mengingat persoalan sampah yang masih berserakan di sekitar Desa Pulo Komang, Camat mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelajar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Sentajo Raya yang bersih, indah, dan nyaman.
Peresmian dan Semangat Sportivitas
Puncak acara pembukaan ditandai dengan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Plt. Camat Sentajo Raya, dilanjutkan dengan penendangan bola pertama ke arah gawang.
Momen sakral ini disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite, Kepala Desa, tamu kehormatan dari Malaysia, panitia, serta seluruh keluarga besar SMAN 1 Sentajo Raya.
Di era digital yang serba cepat ini, ajang olahraga seperti SMANSA SENTRA CUP ke-7 menjadi wadah positif yang sangat berharga untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan keterampilan fisik siswa.
"Kemenangan bukanlah akhir, melainkan buah dari proses panjang yang telah dilalui. Bagi yang belum berhasil, jadikanlah ini sebagai bahan refleksi untuk belajar dan melangkah lebih baik lagi di masa depan. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai sportivitas," ungkap Afrizal.
Pihak sekolah dan panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para sponsor dan donatur yang telah memberikan dukungan nyata demi suksesnya acara ini. (Coach RR)
Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.
Salam Sportivitas!
Salam Sehat!
Salam Kayuah... Kayuah... Kayuah!
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERRUAS, Guru Konten Kreator Riau, Blogger, Motivator Literasi & Edukasi, Business Owner, Composer Arranger, Coach)
READ MORE - Semarak SMANSA SENTRA CUP ke-7 dan HUT ke-23 SMAN 1 Sentajo Raya: Merajut Prestasi, Menjaga Negeri
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Resmi Dibuka Plt. Camat Sentajo Raya: SMANSA SENTRA CUP ke-7 Jadi Wadah Bakat dan Karakter Generasi Muda
SENTAJO RAYA — Halaman SMAN 1 Sentajo Raya pada Kamis pagi (24/9/2026) tampak diselimuti suasana hangat dan penuh semangat. Udara pagi yang segar menjadi saksi berkumpulnya keluarga besar sekolah, para pejabat daerah, hingga tamu undangan dalam helat bergengsi: Pembukaan SMANSA SENTRA CUP ke-7 sekaligus Peringatan HUT ke-23 SMAN 1 Sentajo Raya.
Acara diawali dengan lantunan doa yang dipanjatkan penuh kekhusyukan oleh siswa, mengangkut harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan.
Semarak SMANSA SENTRA CUP ke-7 dan HUT ke-23 SMAN 1 Sentajo Raya: Merajut Prestasi, Menjaga Negeri
Suasana makin semarak dan sarat akan nilai tradisi saat Sanggar Seni Karumuntiang SMAN 1 Sentajo Raya menampilkan Tari Persembahan Melayu Riau.
Gerak gemulai para penari dengan busana adat yang anggun menjadi lambang penghormatan dan kehangatan dalam menyambut para tamu yang hadir.
Menjalin Silaturahmi dan Membina Bakat Generasi Muda
Ketua Panitia, Fabio Amanda (siswa Kelas XII), dalam laporannya menyampaikan kesiapan panitia dan antusiasme peserta yang luar biasa dalam menyukseskan ajang tahunan ini.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Sentajo Raya, Drs. Afrizal, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan bangga. Beliau menjelaskan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh tingkat SMP se-Kecamatan Sentajo Raya dan Kuantan Tengah, dengan total 20 sekolah yang berpartisipasi dalam cabang olahraga futsal dan bola voli putra/putri.
Drs. Afrizal menegaskan dua tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini:
Ajang Perkenalan: Mengenalkan lingkungan dan budaya SMAN 1 Sentajo Raya kepada para siswa SMP, sebagai wadah melanjutkan jenjang pendidikan setelah lulus nanti.
Pengembangan Potensi: Menjadi ruang untuk menyalurkan serta mengasah minat dan bakat generasi muda di bidang olahraga bola voli dan futsal.
Pesan Mendalam dari Plt. Camat Sentajo Raya
Hadir memberikan arahan sekaligus membuka acara secara resmi, Plt. Camat Sentajo Raya, Wandy Gunawan, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pihak sekolah, panitia, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggaraan perhelatan ini.
Dengan nada santun dan penuh kehangatan, Wandy Gunawan menyampaikan permohonan maaf karena baru sempat berkunjung langsung ke SMAN 1 Sentajo Raya tepat di momen genap satu tahun kepemimpinannya sebagai Plt. Camat, lantaran padatnya agenda pemerintahan.
Tak lupa, beliau memberikan beberapa pesan moral dan kepedulian lingkungan bagi para generasi muda:
Pesan Ketertiban: Beliau mengimbau para siswa agar tidak melakukan aksi kebut-kebutan atau nongkrong hingga larut di depan Kantor Camat Sentajo Raya, guna menghindari hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun berhadapan dengan hukum.
Kepedulian Lingkungan: Mengingat persoalan sampah yang masih berserakan di sekitar Desa Pulo Komang, Camat mengajak seluruh elemen masyarakat dan pelajar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mewujudkan Sentajo Raya yang bersih, indah, dan nyaman.
Peresmian dan Semangat Sportivitas
Puncak acara pembukaan ditandai dengan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Plt. Camat Sentajo Raya, dilanjutkan dengan penendangan bola pertama ke arah gawang.
Momen sakral ini disaksikan langsung oleh Kepala Sekolah, Ketua Komite, Kepala Desa, tamu kehormatan dari Malaysia, panitia, serta seluruh keluarga besar SMAN 1 Sentajo Raya.
Di era digital yang serba cepat ini, ajang olahraga seperti SMANSA SENTRA CUP ke-7 menjadi wadah positif yang sangat berharga untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan keterampilan fisik siswa.
"Kemenangan bukanlah akhir, melainkan buah dari proses panjang yang telah dilalui. Bagi yang belum berhasil, jadikanlah ini sebagai bahan refleksi untuk belajar dan melangkah lebih baik lagi di masa depan. Mari kita junjung tinggi nilai-nilai sportivitas," ungkap Afrizal.
Pihak sekolah dan panitia juga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada para sponsor dan donatur yang telah memberikan dukungan nyata demi suksesnya acara ini. (Coach RR)
Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.
Salam Sportivitas!
Salam Sehat!
Salam Kayuah... Kayuah... Kayuah!
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Guru ASN SMAN 1 Sentajo Raya, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERRUAS, Guru Konten Kreator Riau, Blogger, Motivator Literasi & Edukasi, Business Owner, Composer Arranger, Coach)
READ MORE - Resmi Dibuka Plt. Camat Sentajo Raya: SMANSA SENTRA CUP ke-7 Jadi Wadah Bakat dan Karakter Generasi Muda
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Rahasia Mekarnya Sang Bunga: Saat Nutrisi Guru Berpadu Kasih Orang Tua
Bismillah. Di balik mewah dan indahnya sekuntum bunga yang mekar mempesona, ada rahasia besar tentang keterikatan yang tidak bisa dipisahkan. Sebuah kehidupan tidak pernah berdiri sendiri; ia adalah perpaduan harmonis antara fondasi tempat berpijak dan curahan kasih yang menghidupkan.
Anak-anak atau siswa adalah ibarat bunga yang sedang tumbuh menatap indahnya dunia. Mereka membawa potensi, keindahan, dan keharuman masa depan. Namun, seindah apa pun benih bunga tersebut, ia tidak akan pernah sanggup mekar dengan sempurna tanpa kehadiran tanah dan air.
Simfoni Kehidupan: Tanah, Bunga, dan Kucuran Air Kasih Sayang
1. Guru Sebagai Tanah: Pondasi Nutrisi dan Nilai
Guru adalah ibarat tanah. Tempat akar-akar kecil para murid menancapkan harapannya. Tanah yang subur menyediakan gizi, mineral, dan dituntut untuk selalu sabar menopang beban.
Guru memberikan ilmu, menanamkan akhlak, dan menyediakan media tempat murid belajar berdiri kokoh.
Rasulullah ﷺ bersabda mengenai indahnya peran seorang pembawa kebaikan dan ilmu:
"Sesungguhnya Allah, para malaikat-Nya, penduduk langit dan bumi, hingga semut di sarangnya dan ikan di lautan, benar-benar berselawat (mendoakan kebaikan) untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia." (HR. Tirmidzi)
Sebagaimana tanah yang terus memberikan yang terbaik tanpa meminta dipuji, seorang pendidik mengalirkan ilmunya demi mekar indahnya sang bunga kehidupan.
2. Orang Tua Sebagai Air: Penyejuk dan Pengalir Kehidupan
Namun, sebaik apa pun tanah memberikan nutrisi pada bunga, kalau bunga itu tidak pernah disirami air, maka ia akan mati kekeringan. Di sinilah peran mendasar orang tua yang ibarat air.
Nutrisi ilmu di sekolah tidak akan bertahan lama tanpa siraman doa, kehangatan, perhatian, dan kasih sayang di rumah. Air adalah sumber kehidupan yang menyejukkan.
Tanpa perhatian dan kasih sayang orang tua, jiwa anak akan gersang meski bergelimang nilai dan teori.
Allah SWT mengingatkan pentingnya menjaga dan memelihara amanah keluarga dalam Al-Qur'an:
"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (QS. At-Tahrim: 6)
Pendidikan anak bukan sekadar menitipkan mereka pada sekolah (tanah), melainkan terus memberikan curahan kasih sayang dan teladan (air) setiap hari.
Kolaborasi Indah Menuju Kebun yang Mekar Indah
Proses mendidik adalah sebuah kolaborasi yang tak boleh terputus.
Tanah (Guru) menyediakan tempat bertumbuh dan nutrisi wawasan.
Air (Orang Tua) menyirami dengan ketulusan, doa, dan kasih sayang.
Bunga (Siswa) akan mekar indah, menyebarkan keharuman akhlak dan keberkahan bagi dunia.
Mari bersama-sama merawat taman kehidupan ini dengan penuh keikhlasan. Sebab kelak, saat bunga-bunga itu mekar sempurna, keindahannya akan menjadi pemandangan terindah yang menyejukkan hati kita di dunia dan akhirat.
Ditulis oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach
READ MORE - Rahasia Mekarnya Sang Bunga: Saat Nutrisi Guru Berpadu Kasih Orang Tua
Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
Menyulam Asa di Sungai Kuantan: Aksi Nyata Taruna SMA TARUNA Muhammadiyah Riau dalam Pacu Jalur 2026
Gemuruh riak Sungai Kuantan memecah keheningan Tepian Narosa pada 19–23 Agustus 2026. Di balik riuk-pikuk pesta rakyat Festival Pacu Jalur 2026, terukir kisah kepedulian dan bakti yang mendalam.
Taruna dan taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau (SMATAR) turun langsung membaur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta BASARNAS demi memastikan perhelatan budaya ini berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Sinergi Kemanusiaan dalam Bingkai Ta'awun
Langkah para taruna-taruni ini bukan sekadar tugas, melainkan manifestasi nyata dari nilai pengabdian.
Berdampingan dengan para petugas profesional, mereka sigap membantu di posko kesehatan, bersiap di perahu karet, hingga mengawal keselamatan di area festival.
Aksi ini menggemakan pesan mulia dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Semangat ta'awun (tolong-menolong) ini menjelma menjadi energi positif yang mempererat rasa persatuan dan gotong royong di tengah ribuan masyarakat yang hadir.
Menjadi Pemuda Terbaik yang Bermanfaat
Kehadiran muda-mudi SMATAR di lapangan menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga penggerak kebaikan.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Thabrani)
Menyerap ilmu kebencanaan dari BPBD dan BASARNAS, para taruna memperlihatkan dedikasi tinggi. Dari kesiapsiagaan menjaga keselamatan hingga senyum ramah yang merekah di pos siaga, setiap jejak langkah menjadi amal yang bernilai.
Memelihara Warisan, Menjaga Kebersamaan
Festival Pacu Jalur bukan hanya perayaan ketangkasan, melainkan warisan luhur yang merekatkan silaturahmi antarwarga.
Menjaga tradisi dengan landasan kepedulian sosial adalah jalan untuk merawat jati diri bangsa.
Seperti disampaikan oleh Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. H. Ahdanan Saleh, S.Ag., M.Pd., apresiasi tinggi patut disampaikan kepada BPBD dan BASARNAS atas kepercayaan serta pembelajaran berharga yang telah dibagikan.
Sinergi ini memperkokoh komitmen bersama untuk terus menjaga kebersamaan hingga perhelatan Pacu Jalur Tepian Narosa mendatang.
Mari terus rapatkan barisan, lestarikan budaya, dan pancarkan kebermanfaatan di mana pun berada. (RR)
READ MORE - Menyulam Asa di Sungai Kuantan: Aksi Nyata Taruna SMA TARUNA Muhammadiyah Riau dalam Pacu Jalur 2026