Menyulam Asa di Sungai Kuantan: Aksi Nyata Taruna SMA TARUNA Muhammadiyah Riau dalam Pacu Jalur 2026
Gemuruh riak Sungai Kuantan memecah keheningan Tepian Narosa pada 19–23 Agustus 2026. Di balik riuk-pikuk pesta rakyat Festival Pacu Jalur 2026, terukir kisah kepedulian dan bakti yang mendalam.
Taruna dan taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau (SMATAR) turun langsung membaur bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta BASARNAS demi memastikan perhelatan budaya ini berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Sinergi Kemanusiaan dalam Bingkai Ta'awun
Langkah para taruna-taruni ini bukan sekadar tugas, melainkan manifestasi nyata dari nilai pengabdian.
Berdampingan dengan para petugas profesional, mereka sigap membantu di posko kesehatan, bersiap di perahu karet, hingga mengawal keselamatan di area festival.
Aksi ini menggemakan pesan mulia dalam Al-Qur'an Surah Al-Ma'idah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
Semangat ta'awun (tolong-menolong) ini menjelma menjadi energi positif yang mempererat rasa persatuan dan gotong royong di tengah ribuan masyarakat yang hadir.
Menjadi Pemuda Terbaik yang Bermanfaat
Kehadiran muda-mudi SMATAR di lapangan menunjukkan bahwa pemuda tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga penggerak kebaikan.
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Ahmad, Thabrani)
Menyerap ilmu kebencanaan dari BPBD dan BASARNAS, para taruna memperlihatkan dedikasi tinggi. Dari kesiapsiagaan menjaga keselamatan hingga senyum ramah yang merekah di pos siaga, setiap jejak langkah menjadi amal yang bernilai.
Memelihara Warisan, Menjaga Kebersamaan
Festival Pacu Jalur bukan hanya perayaan ketangkasan, melainkan warisan luhur yang merekatkan silaturahmi antarwarga.
Menjaga tradisi dengan landasan kepedulian sosial adalah jalan untuk merawat jati diri bangsa.
Seperti disampaikan oleh Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. H. Ahdanan Saleh, S.Ag., M.Pd., apresiasi tinggi patut disampaikan kepada BPBD dan BASARNAS atas kepercayaan serta pembelajaran berharga yang telah dibagikan.
Sinergi ini memperkokoh komitmen bersama untuk terus menjaga kebersamaan hingga perhelatan Pacu Jalur Tepian Narosa mendatang.
Mari terus rapatkan barisan, lestarikan budaya, dan pancarkan kebermanfaatan di mana pun berada. (RR)
