Bila Ruang Tak Lagi Menghargai: Menemukan Kedamaian dalam Keikhlasan Diri
Dalam panggung kehidupan yang riuh, manusia sering kali terjebak dalam dahaga akan pengakuan. Kita menenun karya, mengukir jasa, dan mengeringkan keringat terkadang bukan semata karena ketulusan, melainkan demi secercah apresiasi dari sesama.
Namun, ada kalanya ruang dan tempat yang kita singgahi berhenti melihat nilai tersebut. Dalam dinamika ruang perjuangan dan interaksi sosial, sebuah pesan bijak mengiang kembali:
"Jangan memohon untuk dihargai. Pergilah dengan tenang dari tempat yang tidak lagi menghargaimu."
Ungkapan ini bukan ajakan untuk putus asa atau lari dari tanggung jawab, melainkan sebuah seruan untuk menjaga kehormatan jiwa ('izzatul nafs).
Memohon penghargaan dari manusia adalah penderitaan yang tak kunjung usai, sebab hati manusia berbolak-balik. Ketika keberadaan diri tak lagi ditatap dengan rasa hormat, melangkah pergi dengan tenang adalah bentuk kebijaksanaan tertinggi sebuah jalan untuk merawat keheningan batin tanpa menyisa dendam.
Keutamaan Menjaga Kehormatan Jiwa dalam Islam
Islam mengajar umatnya untuk meletakkan kemuliaan dan harapan hanya kepada Sang Pencipta, bukan pada sanjungan makhluk. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT menegaskan bahwa kemuliaan sejati adalah milik-Nya:
"Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya..."
(QS. Fathir [35]: 10)
Ketika seseorang menggantungkan nilai dirinya pada penilaian manusia, ia sedang memperhambakan hatinya pada ekspektasi yang fana.
Padahal, kemuliaan yang dirawat dengan keikhlasan di hadapan Allah jauh lebih abadi daripada tepuk tangan riuh yang sesaat.
Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan diri dan memiliki kecukupan batin (qana'ah), sebagaimana sabda beliau:
"Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tetapi kekayaan yang sejati adalah kekayaan jiwa."
(HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)
Jiwa yang kaya tidak akan mengemis rasa hormat di tempat yang menolaknya. Ia mengerti kapan harus bertahan demi kebaikan, dan kapan harus mengemas niat lalu melangkah ke depan dengan penuh keheningan.
Menjauh dari tempat yang tak lagi menghargai adalah cara santun untuk menjaga kemurnian niat dan melapangkan jalan menuju ridha-Nya.
(Ronaldo Rozalino - Coach RR)
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
13 tahun yang lalu

Posting Komentar
Komentar ya