Menguntai Nada Kematian, Menjelang Senja Keabadian: Refleksi Kegiatan Keagamaan Jum’at Berkah SMAN 1 Sentajo Raya
Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
Fajar Jum'at dan Gema Ayat Suci
Bismillah. Pagi itu, Jum'at, 2 Oktober 2026, halaman upacara SMAN 1 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, dibalut keheningan yang syahdu. Angin pagi berembus lembut, membawa ketenangan yang meresap ke dalam jiwa setiap insan yang hadir.
Kegiatan keagamaan rutinitas hari Jum'at kembali digelar, diawali dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an Surat Yasin yang mengalun indah. Suara bacaan bersahut-sahutan, menggetarkan sudut-sudut kalbu dan menghidupkan suasana spiritual di lingkungan sekolah.
Setelah pembacaan Yasin, dilanjutkan dengan Syahril Qur'an yang menyampaikan pesan-pesan Ilahi secara lugas, puitis, dan penuh makna. Namun, yang menjadi puncak keharuan pagi itu adalah penampilan Teater Religi / Drama Musikal bertema "Kematian" yang digarap dan dibawakan secara memukau oleh siswa-siswi Kelas XII.1.
Pementasan yang Mengguncang Jiwa: Pengingat akan Hakikat Kematian
Melalui perpaduan seni peran, ekspresi, dan alunan nada yang indah, para siswa Kelas XII.1 berhasil menyajikan teater religi yang begitu mengena di hati.
Pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan estetis, melainkan sebuah pertunjukan kontemplatif yang mengajak seluruh keluarga besar SMAN 1 Sentajo Raya untuk bermuhasabah merenungi hakikat kehidupan dan kepastian sebuah perpisahan.
Kematian adalah kepastian yang tak seorang pun mampu menghindarinya. Allah SWT menegaskan hal ini dalam Al-Qur'an:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۖ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat lah disempurnakan pahalamu..."
(QS. Ali 'Imran: 185)
Lantunan lakon di atas panggung seolah menjadi cermin yang memantulkan bayangan diri kita masing-masing:
Sudah siapkah kita ketika panggilan itu tiba? Bekal apa yang telah kita kumpulkan untuk perjalanan yang tiada bertepi?
Rasulullah SAW juga mengingatkan kita dalam sebuah hadits shahih tentang pentingnya mengingat pemutus kenikmatan ini:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ: الْمَوْتَ
"Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan, yaitu kematian."
(HR. Tirmidzi, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah)
Pengingat ini menjadi bahan perenungan yang sangat mendalam. Kehidupan dunia hanyalah tempat bersinggah sementara, sedang akhirat adalah muara yang abadi. Maka, setiap amalan kebaikan dan ibadah yang kita lakukan hendaknya semata-mata mengharap ridha-Nya.
Seni Budaya Islam: Wadah Potensi dan Karakter Generasi Muda
Sebagai guru di bidang Seni Budaya, rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya patut disematkan kepada para siswa Kelas XII.1.
Mereka membuktikan bahwa seni tidak hanya sekadar estetika, tetapi bisa menjadi media dakwah dan sarana penyampai pesan-pesan kebaikan.
Setiap anak terlahir dengan potensi unik, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Melalui karya Teater Religi ini, mereka memperlihatkan kreativitas yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keislaman.
Karya ini mengajar kita bahwa untuk melahirkan sebuah karya yang apik dan bernilai tinggi, diperlukan:
Kolaborasi yang erat antaranggota tim.
Komunikasi yang efektif dan terbuka.
Rasa Tanggung Jawab pada tugas masing-masing.
Kedisiplinan serta dukungan dari semua pihak.
Proses ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka, sekaligus menjadi inspirasi dan motivasi bagi adik-adik kelas di Kelas X dan XI untuk terus berkarya, mengeksplorasi potensi diri, dan melahirkan inovasi yang positif.
Menatap Masa Depan dengan Karya dan Ibadah
Mari kita jadikan setiap momen kehidupan sebagai ladang menanam kebaikan. Teruslah mengasah bakat dan minat yang telah dianugerahkan Allah SWT.
Jadikan karya seni dan kreativitas sebagai wadah untuk menebar kebaikan, memperkuat keimanan, dan menginspirasi sesama.
Teruslah berkarya, wahai Ananda hebat semuanya! Ukir prestasi dengan niat yang ikhlas, karena karya yang lahir dari hati akan sampai ke hati, dan amalan yang didasari keikhlasan akan menjadi bekal abadi di akhirat kelak.
Masyaa Allah Tabarakallah, luar biasa!
Salam Kreatifitas
Salam Budaya
Salam Kayuah Kayuah Kayuah!
Profil Penulis:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.
(Merupakan Guru ASN Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya Provinsi Riau, Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru Konten Kreator Riau, Coach, Motivator Literasi & Edukasi)

mantap guru hebat
Alhamdulillah kegiatan yasinan berjalan lancar
👍👍