Meniti Jejak Ujian, Menyemai Keikhlasan Jiwa
"Ustadz Seprion, M.Pd'
Bismillah. Hidup di samudera dunia adalah sebuah pengembaraan yang tak pernah sepi dari terpaan ombak. Sering kali manusia mengira bahwa ujian hanya hadir dalam bentuk derita, kemiskinan, atau raungan kesakitan menjelang kematian.
Padahal, riak gelombang kemewahan, kilau takhta, dan manisnya jabatan justru merupakan ujian yang kerap kali menidurkan kesadaran.
Sebagaimana pesan mendalam yang disampaikan oleh Ustadz Seprion, M.Pd dalam Khutbah Jum'at di Masjid Syuhada Beringin Taluk, Kuantan Singingi, hakikat keberadaan kita di bumi ini adalah rangkaian ujian yang tak terputus.
Allah SWT menegaskan dalam firman-Nya:
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Anbiya: 35)
Tidak ada satu pun helai daun yang gugur tanpa pengetahuan-Nya, dan tidak ada satu pun langkah manusia yang dibiarkan tanpa pertanggungjawaban.
Kita mungkin sanggup menyembunyikan prasangka di hadapan sesama, tetapi Allah SWT Maha Mengetahui setiap detik detak jantung dan bisikan yang bersemayam di dalam dada.
Menagih Janji Ilahi Melalui Amal dan Rasa Syukur
Di tengah riuh rendah perjuangan hidup, janji Allah SWT berdiri kokoh bagaikan menara suci yang tak pernah goyah.
Bagi jiwa-jiwa yang tidak ragu menginfakkan hartanya di jalan kebaikan, Allah menyandarkan perumpamaan yang begitu indah dalam QS. Al-Baqarah ayat 261, seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji.
Kedermawanan tidak pernah mengikis rezeki; ia justru menumbuhkan keberkahan yang berlipat ganda.
Pintu rahmat-Nya senantiasa terbuka lebar bagi siapa saja yang berserah diri. Ketika lisan menengadah dalam doa, Allah memberi kepastian:
“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”
(QS. Ghafir: 60)
Dan sebagai penawar atas rasa kurang yang sering menggerogoti hati, ketetapan-Nya dalam QS. Ibrahim ayat 7 menjadi pegangan agung:
barangsiapa yang bersyukur, nikmat-Nya akan ditambah; namun barangsiapa yang kufur, azab-Nya amatlah pedih.
Ketulusan Pemberian: Memberi Dari Yang Dicintai
Bukanlah sebuah kebajikan yang sempurna jika kita hanya menyerahkan sisa-sisa dari apa yang kita miliki.
Keindahan iman terpancar saat seseorang mampu membagikan apa yang paling ia cintai kepada mereka yang membutuhkan fakir miskin, anak yatim, dan jiwa-jiwa yang tertindas.
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai...”
(QS. Ali 'Imran: 92)
Sikap luhur ini dibingkai dengan ketulusan yang murni, sebagaimana gambaran hamba-hamba Allah dalam QS. Al-Insan ayat 9: "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih."
Benteng Hati Dari Bisikan Ujub dan Kesombongan
Pelajaran teragung dari setiap amal kebaikan adalah menjaga niat. Niat adalah ruh dari setiap perbuatan.
Ketika kebaikan berhasil diukir, senyap-senyap bisikan setan sering kali menyusup, membimbing manusia menuju pintu ujub rasa kagum pada diri sendiri yang berujung pada kesombongan.
Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan bahaya laten yang dapat menghanguskan pahala ini:
“Tiga hal yang membinasakan: kebiasaan menuruti hawa nafsu, sifat kikir yang dituruti, dan rasa ujub seseorang terhadap dirinya sendiri.”
(HR. Ath-Thabrani)
Maka, sudah sepatutnya kita senantiasa memohon perlindungan agar hati ini tetap terlindung dari tipu daya setan. Biarlah setiap sujud, sedekah, dan pengabdian yang kita lakoni mengalir semata-mata sebagai wujud syukur dan penghambaan yang jujur kepada Sang Maha Pencipta.
Sebab pada akhirnya, bukan besarnya takhta atau melimpahnya harta yang kita bawa pulang, melainkan seberapa murni hati yang kita persembahkan di hadapan-Nya.
Informasi Dokumentasi & Media:
Sumber Khutbah:
Ustadz Seprion, M.Pd (Guru MAN 1 Kuansing & Pengurus MUI Kab. Kuansing)
Lokasi & Waktu:
Masjid Syuhada Beringin Taluk, Kec. Kuantan Tengah, Kab. Kuansing, Riau | Jum'at, 2 Oktober 2026
Penulis & Narator:
Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd (Sekretaris Komisi Info & Komuniasi MUI Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing)
Kontak & Media Sosial:
WhatsApp: 0853-6355-4777 | Instagram & TikTok: @ronaldorozalino | YouTube & Facebook: Ronaldo Rozalino | Web: s.id/RonaldoRozalino
