Menjemput Keberkahan di Fajar Teluk Kuantan: Ketika Salat Menjadi Cermin Keimanan dan Pembuka Pintu Langit; Ustadz Cand. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd
Di kala fajar masih menyisakan dingin dan kedamaian merengkuh bumi Kuansing, kehangatan iman memancar dari Masjid Raya Pasar Teluk Kuantan, Riau. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, puluhan jamaah bersimpuh khusyuk dalam Majlis Ilmu Ba'da Subuh.
Suasana syahdu menyelimuti setiap sudut ruangan berkarpet hijau saat lantunan doa dan nasihat kebaikan mulai mengalir.
Hadir sebagai penceramah, Ustadz Cand. Dr. Hendio Anjasmara, M.Pd, Wakil Pimpinan Bidang Kurikulum Perguruan Mu'allimin Muhammadiyah Teluk Kuantan.
Dengan tutur kata yang ramah namun berbobot, beliau mengajak jamaah untuk kembali merefleksikan hakikat keimanan, keistiqamahan ibadah, serta pentingnya menjaga kualitas salat di tengah riuk-pikuk kehidupan dunia.
Menautkan Hati pada Janji Allah
Dalam tausiyahnya, Ustadz Hendio mengingatkan bahwasanya kedamaian suatu negeri dan limpahan rezeki tak lepas dari kualitas iman serta ketakwaan penduduknya.
Beliau menyitir firman Allah SWT dalam Surah Al-A'raf ayat 96:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi...”
Keberkahan tersebut bermula dari hal paling mendasar: bagaimana seorang hamba memperbaiki hubungannya dengan Sang Pencipta melalui salat.
Beliau mengingatkan agar jamaah tak membiarkan godaan dunia merusak kekhusyukan salat seperti teringat urusan pekerjaan, kompor, atau proyek saat sedang menghadap Pencipta.
Salat sebagai Pilar dan Penentu Perilaku
Salat bukan sekadar rutinitas gerakan, melainkan amalan utama yang akan menentukan baik-buruknya seluruh perbuatan manusia. Perbaikan diri sejati dimulai dari pembenahan salat.
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ
“Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan sukses. Dan jika salatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan merugi.” (HR. Tirmidzi & An-Nasa'i)
Majlis ilmu pagi itu ditutup dengan doa bersama. Tangan-tangan terangkat, memohon ilmu yang bermanfaat, rezeki yang halal, serta amalan yang diterima di sisi Allah SWT. Cahaya pagi yang mulai menyusup lewat jendela masjid seolah menjadi saksi tekad para jamaah untuk melangkah keluar membawa semangat keimanan yang baru.
Ditulis: Ust. H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd C.PS, C.ME, C.QEM, C. C.TM, C.CCW, C.TLE, C.TP,. C.TCC, C.HTeach Etc
(Sekretaris Komisi Informasi & Komunikasi DP MUI Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Ketua Lembaga SB PD Muhammadiyah Kab.Kuansing, Guru Konten Kreator Riau, Motivator Literasi & Edukasi, Bisnis Owner Leader, Coach)

Posting Komentar
Komentar ya