HARI BERMUHAMMADIYAH
(Sebagai Proses Memantapkan Jati Diri Keislaman yang Berkemajuan)
Dr. Khairul Fitrah, M.Sc
(Wakil Ketua Muhammadiyah Kuansing)
Ber-Muhammadiyah adalah momentum spiritual, intelektual, dan sosial untuk menjadikan nilai-nilai Muhammadiyah merasuk dalam jiwa serta praktik kehidupan sehari-hari.
Hari Bermuhammadiyah yang kita adakan di ranting Seberang Taluk adalah cara kita di kota Jalur ini untuk Menghadirkan wajah Islam yang berkemajuan semoga dapat memberikan kemaslahatan bagi sesama.
Momentum ini hendaknya dimaknai sebagai upaya untuk menyatukan jiwa, semangat, cara berpikir, orientasi, sikap, dan tindakan dalam bermuhammadiyah,”
Kita tahu bahwa, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut Muhammadiyah untuk tampil sebagai gerakan Islam yang tidak hanya bergerak di tataran gagasan, tetapi juga mampu menjelma dalam laku hidup umat. Untuk itu,
Kita sama-sama mendorong agar semangat bermuhammadiyah tidak berhenti pada simbol atau kegiatan seremonial, melainkan menjadi energi ruhani yang menggerakkan amal nyata.
Dengan mengusung Islam berkemajuan, Muhammadiyah berusaha menghadirkan wajah Islam yang moderat, rasional, dan humanis. Islam yang tidak terjebak dalam romantisme masa lalu atau sekadar reaksi atas modernitas, tetapi mampu menjadi kekuatan transformasi sosial. Visi ini menempatkan Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid (pembaharuan) yang senantiasa adaptif, progresif, dan solutif terhadap problematika umat.
Hari Ber-Muhammadiyah bukanlah akhir, tetapi awal dari penguatan kesadaran kolektif untuk terus bergerak maju.
Hari Bermuhammadiyah adalah program dan kegiatan rutin berupa pengajian, silaturahmi, serta pemberdayaan yang diselenggarakan oleh warga dan pimpinan Muhammadiyah.
Kegiatan ini menjadi momentum spiritual, intelektual, dan sosial untuk meresapkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam kehidupan sehari-hari.
Ajang untuk menyatukan jiwa, spirit, pikiran, dan tindakan dalam bermuhammadiyah demi kemanfaatan umat dan bangsa.
Berfungsi sebagai sarana tholabul ilmi (mencari ilmu), tholabul ukhuwah (mempererat persaudaraan), panggung ekspresi, hingga pemberdayaan ekonomi umat melalui bazar UMKM dan layanan sosial.
Dengan semangat tersebut, Muhammadiyah diharapkan tidak hanya menjadi gerakan keagamaan, tetapi juga lokomotif peradaban yang mampu menciptakan perubahan nyata di tengah masyarakat. Sebuah gerakan yang tidak hanya hadir untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kemanusiaan secara luas.
Wassalam !
