Filosofi Batang Korek Api: Menjaga Akal dan Mengendalikan Amarah dalam Dekapan Sabar
"Ronaldo Rozalino - Coach RR"
Bismillah. Pernahkah kita menatap sebatang korek api kayu? Ia berdiri tegak, memiliki bagian atas yang kerap kita sebut sebagai "kepala". Namun, kepala itu tidak dibekali akal untuk menimbang rasa.
Cukup sebuah gesekan kecil pada bidang yang kasar, kepalanya langsung membara, terbakar, dan membawa kehancuran bagi dirinya sendiri.
Kiasan ini terasa begitu dekat dengan realitas kehidupan saat ini. Betapa banyak manusia yang dikaruniai fisik sempurna dan memiliki kepala, namun bertindak seolah tak menggunakan akal jernihnya saat diuji.
Kena gesekan masalah sepele sedikit saja, emosinya langsung menyala dan meledak-ledak.
Memilih Diam dan Menjaga Rasa
Sebagaimana ungkapan yang menyentuh hati:
"Aku memilih diam selayaknya MANUSIA menjaga rasa. Bukan karena sunyi tak mampu bicara, melainkan yang dalam tidak pantas gaduh."
Diam bukanlah lambang kelemahan atau ketidakmampuan untuk membalas. Diam adalah kedewasaan jiwa untuk menjaga kesucian batin dari kegaduhan emosi yang destruktif.
Menjaga rasa dan mengendalikan amarah adalah cerminan dari akal yang berfungsi dengan baik.
Pandangan Al-Qur'an dan Al-Hadits tentang Mengendalikan Amarah
Islam mengajarkan manusia untuk tidak menjadi seperti batang korek api yang mudah menyala.
Keindahan akhlak seorang muslim justru terlihat saat ia mampu menahan emosinya di tengah ujian.
1. Meminta Perlindungan kepada Allah
Ketika api amarah mulai menyala dalam dada, ketahuilah bahwa itu adalah bisikan setan.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-A'raf: 200:
“Dan jika setan datang menggodamu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Menerima Pendengaran, Maha Mengetahui.”
2. Kemenangan Sejati Adalah Menahan Diri
Rasulullah SAW memberikan gambaran tentang ukuran kekuatan seorang manusia sejati melalui hadits riwayat Bukhari (No. 6114) dan Muslim (No. 2609):
“Orang yang kuat itu bukanlah orang yang jago gulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan dirinya ketika marah.”
3. Kemuliaan Orang yang Mampu Memadamkan Amarah
Allah SWT menjanjikan surga dan ampunan bagi hamba-Nya yang sanggup menahan amarah, sebagaimana tercantum dalam QS. Ali 'Imran: 134:
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Mengolah Akal, Merawat Kesabaran
Mari kita renungkan kembali: akal dihadiahkan kepada manusia agar kita mampu berpikir panjang sebelum bertindak.
Jangan biarkan gesekan ujian hidup mengubah kita menjadi sebatang korek api yang mudah terbakar dan menghanguskan kedamaian di sekitar kita.
Jadikan kesabaran sebagai peneduh, logika sebagai kemudi, dan zikir sebagai pemadam kobaran emosi.
Sebab, jiwa yang tenang dan anggun tidak akan membiarkan kedalamannya terusik oleh kegaduhan yang sia-sia.
Ditulis oleh:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino
Nakhoda Pendidikan Tradisi Kemajuan: Meneladani Kepemimpinan Luas, Luwes, dan Adaptif
Oleh: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Coach RR)
(Ketua LSB PD Muhammadiyah Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru SMA Taruna Muhammadiyah Riau)
Bismillah. Pendidikan adalah samudra luas yang terus bergelombang disapu angin zaman. Di atas gelombang itu, institusi sekolah terkhusus sekolah dan madrasah Muhammadiyah adalah bahtera yang membutuhkan seorang nakhoda sejati, bukan sekadar pemegang takhta kepemimpinan formal.
Dalam gelaran Rakornas Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Unggul 2026 di Masjid Al Hijri Depok, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) mengingatkan pesan mendalam almarhum Prof. Dr. Malik Fadjar:
“Kepemimpinan sekolah tidak cukup bertumpu pada jabatan, tetapi butuh wawasan luas, sikap luwes, adaptasi cepat, dan kemauan terus belajar.”
Pesan ini sejatinya memancar dari hakikat kepemimpinan Islam. Jabatan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
1. Luas dan Luwes: Jiwa Pembelajar yang Terbuka
Menjadi pemimpin dengan wawasan yang "luas" berarti memiliki cakrawala berpikir yang melampaui sekat-sekat kebiasaan lama.
Sedangkan sikap "luwes" menggambarkan kelenturan jiwa dalam menerima pengalaman baru dan melangkah cepat menghadapi perubahan zaman.
Seorang kepala sekolah tidak boleh seperti telaga tenang yang mati airnya, melainkan harus seperti mata air yang terus mengalirkan kebaikan dan hikmah. Allah SWT berfirman:
“Katakanlah: ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”
(QS. Az-Zumar [39]: 9)
Membangun jejaring, mengambil pelajaran dari kesuksesan maupun kegagalan, serta merajut visi menjadi aksi nyata yang terukur adalah fondasi utama untuk merawat keberlanjutan pendidikan.
2. Tajdid dan Filantropi: Akar Tradisi dalam Pelukan Inovasi
Sekolah dan madrasah Muhammadiyah dilahirkan dari rahim tajdid (pembaruan). Respons terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern adalah keniscayaan yang harus dipeluk erat. Namun, kemajuan sains dan teknologi tidak boleh mencabut sekolah dari akar spiritualnya.
Tradisi kedermawanan, infak, filantropi, serta penguatan pendidikan karakter adalah ruh yang menjaga modernitas agar tidak menjadi dingin dan hampa jiwa. Allah SWT mengingatkan betapa pentingnya keseimbangan antara amal dan kebaikan sosial:
“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.”
(QS. Ali 'Imran [3]: 92)
3. Menggerakkan Manusia, Menjaga Jati Diri
Pemimpin sejati bukan sekadar pengelola administrasi sekolah. Ia adalah peniup ruh kehidupan yang menumbuhkan budaya belajar, menggerakkan potensi manusia di sekitarnya, serta memastikan pendidikan terus melaju mengikuti zaman tanpa kehilangan kompas keimanan dan nilai jati diri.
Mari kita jadikan setiap sekolah dan madrasah bukan sekadar gedung tempat mentransfer ilmu, tetapi taman-taman peradaban tempat tumbuh dan mekarnya generasi pencerah umat dan bangsa.
Informasi & Jejaring Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Web: s.id/RonaldoRozalino
Menempa Fisik, Meneguhkan Jiwa: Pengambilan Nilai Kesemaptaan Taruna-Taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Kuantan Singingi— Pagi masih dibalut embun nan lembut ketika mentari pelan-pelan menyapa arena Sport Center.
Tepat pukul 07.30 WIB, ketika udara pagi masih terasa murni dan menyejukkan, derap langkah tegas nan mantap bergema di lintasan.
Hari itu, Sport Center menjadi saksi bisu perjuangan para generasi muda dalam ajang Pengambilan Nilai Kesemaptaan Taruna/Taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau.
Di bawah naungan megahnya tribun dan megahnya tekad, tampak barisan rapi para taruna dan taruni berbalut seragam olahraga berwarna merah-hitam.
Wajah-wajah muda itu memancarkan keteguhan hati, siap menempuh setiap ujian kebugaran, ketahanan, kekuatan, serta kelincahan fisik.
Kekuatan Fisik dalam Pandangan Islam
Dalam ajaran Islam, menjaga kebugaran dan kekuatan tubuh bukan sekadar rutinitas lahiriah, melainkan bagian dari bentuk rasa syukur atas amanah fisik yang dikurniakan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, walau pada masing-masing ada kebaikannya…” (HR. Muslim)
Latihan kesemaptaan ini menjadi wahana nyata untuk menempa jiwa dan raga agar tak mudah menyerah menghadapi tantangan zaman.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Anfal:
“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi…” (QS. Al-Anfal: 60)
Melalui gerakan pemanasan, lari, hingga ujian kelincahan, para taruna dan taruni diajarkan bahwa kebugaran adalah modal utama untuk menjalankan ibadah, menuntut ilmu, serta berbakti kepada agama, bangsa, dan negara.
Kebersamaan dan Keteladanan
Suasana kegiatan terasa semakin khidmat dan berkesan dengan hadirnya jajaran pimpinan sekolah. Dr. H. Ahdanan Saleh, S.Ag., M.Pd.
selaku Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, hadir mendampingi langsung bersama para guru dan karyawan.
Kehadiran para pendidik di tepi lintasan memberikan dorongan semangat, menjadi teladan nyata bahwa pendidikan karakter tidak hanya diajarkan di dalam ruang kelas, tetapi juga diuji di atas arena perjuangan fisik.
Terlihat dalam barisan, arahan demi arahan didengarkan dengan penuh kedisiplinan. Setiap tetes keringat yang jatuh di lintasan Sport Center pagi itu adalah saksi dari tekad mereka untuk menjadi pribadi yang tangguh.
Harapan Masa Depan
Kegiatan pengambilan nilai kesemaptaan ini diharapkan dapat membentuk pribadi taruna dan taruni yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan anggun secara spiritual, tetapi juga kuat secara fisik.
Kebugaran, daya tahan, dan kelincahan yang terasah menjadi benteng utama dalam membentuk kedisiplinan diri.
Semoga setiap usaha dan keringat yang dicurahkan para taruna dan taruni SMA Taruna Muhammadiyah Riau dicatat sebagai amal kebaikan, serta melahirkan generasi penerus bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, dan siap memimpin masa depan dengan penuh percaya diri. (Coach RR)
Narahubung / Official Media: SMA Taruna Muhammadiyah Riau WhatsApp: 0822-6127-0150
Instagram / TikTok: @smatarunamuriau.official
YouTube / Facebook: SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Informasi Laporan & Media:
Reportase: Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. (Ketua LSB PD Muhammadiyah Riau, Guru SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN PERRUAS, Motivator Literasi & Edukasi, Coach)
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-