Menenun Hangat Ukhuwah di Sela Secangkir Kopi: Refleksi Silaturahmi Lintas Profesi
*Ronaldo Rozalino*
Bismillahirrahmanirrahim,
Waktu berjalan tanpa pernah bertanya, mengalir tenang bak air sungai yang membelah bebukitan.
Tak terasa, lima belas tahun sudah berlalunya rentang kisah sejak keberadaan kami bersama dalam naungan perjuangan LPJ 2011 Kuansing.
Namun, takdir Allah Azza wa Jalla tak pernah salah menyapa. Di sebuah sudut kedai sederhana, di antara aroma sangrai kopi yang membumbung tipis ke udara, takdir kembali mempertemukan tawa yang sempat ter jeda.
Hari itu berjalan biasa, hingga seketika ruang dan waktu membawa perjumpaan yang tak disangka. Di sana, duduk sahabat lama, Pebri atau yang akrab disapa Ipeb seorang perawat RSUD yang selalu menghidupkan suasana dengan canda jenakanya.
Di sudut lain, hadir Nia, sosok Bu Kabid di kantor Pemda yang senantiasa murah senyum, santun, dan meneduhkan.
Kami, yang kini mengemban amanah di jalan dan profesi masing-masing, melangkah mendekat.
Menanggalkan sejenak lelah dan riuh profesi yang telah belasan tahun kami jejaki. Di atas meja kayu itu, tersaji cangkir-cangkir hangat yang menjadi saksi cairnya suasana.
Canda tawa berpadu hangat, meleburkan batasan jabatan dan sekat tugas rutin sehari-hari.
Makna Silaturahmi dalam Balutan Kebajikan
Perjumpaan singkat ini mengetuk dinding kesadaran kita: betapa berharganya sebuah silaturahmi.
Di tengah riuk pikuk duniawi, menyempatkan diri menyapa kawan lama bukan sekadar nostalgia, melainkan ibadah yang meluaskan ruang rezeki dan memperpanjang jejak usia.
Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadits yang sangat agung:
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."
(HR. Bukhari no. 5986 & Muslim no. 2557)
Silaturahmi bukan hanya soal berkumpul secara fisik, melainkan jembatan hati yang saling mendoakan dalam kebaikan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala pun mengingatkan kita dalam Al-Qur'an betapa pentingnya menjaga ikatan kekeluargaan dan persaudaraan:
"...Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan (silaturahmi). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
(QS. An-Nisa': 1)
Beranjak Kembali Menunaikan Tugas dan Takdir
Waktu jua yang akhirnya membatasi kebersamaan tersebut. Ipeb bergegas pamit lebih awal, menunaikan panggilan kasih sayang seorang ayah untuk menjemput buah hatinya yang dikabarkan sakit dari sekolah.
Sementara Nia beranjak kembali menuju meja pengabdiannya di kantor dinas, melanjutkan ikhtiar membangun negeri.
Meski langkah kaki terpisah oleh urusan dan amanah, ruang percakapan grup WhatsApp kini menjadi media pemelihara kehangatan yang tak boleh padam.
Lima belas tahun telah berlalu sejak awal cerita kami dirajut, namun indahnya rasa saling mendoakan dan menguatkan antar sesama akan terus bertumbuh.
Terima kasih atas traktirannya, wahai sahabat. Semoga setiap senyum yang terukir, setiap cangkir yang tertuang, dan setiap doa yang terucap menjadi benih-benih keberkahan bagi hidup kita.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah ini dalam kebaikan dunia dan akhirat.
Salam Kompak dan Doa Terbaik,
Sahabat LPJ 2011 Kuansing
Masyaallah pak guru... Trimaksh ats atensi dan waktu yg diluangkan demi silahturrahmi yg ttp terjalin... Salamkompakselalu lpj2011