Kopi Berkah: Menjelang Isya di Pelataran Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan
Bismillah...
Senja perlahan luruh di jantung Kota Teluk Kuantan. Lembayung magrib berganti syahdu, menyisakan kedamaian usai rakaat-rakaat shalat jamaah di Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan.
Di ruang utama masjid, gema dzikrullah dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an masih menyelimuti jiwa para hamba yang bersimpuh.
Sebagian jamaah tampak khusyuk berzikir, membaca Kalamullah, sementara yang lain melepas lelah dari perjalanan panjang di tengah denyut kota.
Di antara jeda emas waktu menanti azan Isya kehangatan tidak hanya tercipta dari zikir, tetapi juga mengalir dari pelataran masjid. Di sanalah Kopi Berkah disajikan secara gratis bagi siapa saja yang singgah.
Cangkir-cangkir hangat berisi kopi, teh, hingga air putih menjadi bentuk pelayanan tulus pengurus masjid untuk memuliakan para tamu Allah.
Makna di Balik Tegukan "Kopi Berkah"
Mengapa dinamakan Kopi Berkah? Sebab ia dirasa dan dinikmati di rumah Allah (masjid) sebuah tempat di mana setiap langkah kaki dicatat sebagai kebaikan dan setiap detik menunggu shalat dinilai sebagai ibadah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dinilai berada dalam shalat selama ia menunggu shalat, dan para malaikat mendoakannya..." (HR. Bukhari no. 659 & Muslim no. 649)
Di pelataran ini, harum aroma kopi menyatu dengan hangatnya ikatan silaturahmi. Jamaah duduk berdekatan, bertukar sapa, berdiskusi, dan berbagi kisah. Tegukan demi tegukan menjadi perantara untuk mempererat ikatan ukhuwah Islamiyah.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya orang-orang mu'min itu bersaudara..." (QS. Al-Hujurat [49]: 10)
Kebersamaan yang Terus Mengalir
Kehangatan di Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan tak berhenti di senja hari. Setiap fajar menyingsing, usai jamaah mendengarkan tausiyah dan nasihat kebaikan dari ustadz penceramah, santapan sarapan pagi disajikan hangat untuk mengawali hari (kecuali pada hari Senin dan Kamis saat jamaah menjalankan puasa sunnah).
Ngopi bukan sekadar menikmati rasa pahit dan manis dalam cangkir. Ia adalah simbol rasa syukur atas nikmat umur, kesehatan, dan sahabat-sahabat saleh yang Allah pertemukan.
Semoga dari cangkir-cangkir sederhana di pelataran rumah-Nya ini, terjalin keikhlasan yang merajut ukhuwah hingga ke surga-Nya.
Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.
Barakallahu Fiikum.
Salam Penikmat Kopi
KOPI BERKAH – Jamaah Masjid Raya Pasar Taluk Kuantan
H. Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd.