Ngopi Saja Sambil Diskusi, Baru Asyik: Menata Hati dan Ukhuwah di Ruang Digital
Oleh: Ronaldo Rozalino
Bismillah. Dinamika di ruang digital, khususnya grup percakapan Organisasi Masyarakat (ORMAS), kerap menjadi cermin dinamika kedewasaan kita dalam berinteraksi.
Niat awal dibentuknya wadah komunikasi digital adalah untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi informasi bermanfaat, serta memperkuat sinergi warga perantauan.
Namun, tak jarang riak-riak kesalahpahaman dan rasa tidak nyaman hadir di tengah jalan.
Sebuah pesan pribadi (japri) yang menegur keberadaan tulisan, promosi, hingga penokohan di dalam grup WA sering kali dipicu oleh rasa khawatir akan kenyamanan bersama.
Namun, jika tidak disikapi dengan bijak, dinamika semacam ini mudah tergelincir menjadi prasangka atau rasa tersaingi. Di sinilah kedewasaan berpikir dan ketenangan hati diuji.
Merawat Hati dari Kedengkian (Hasad)
Perbedaan sudut pandang dalam melihat sebuah karya atau ekspresi personal branding adalah hal yang wajar. Yang perlu diwaspadai adalah ketika prasangka dan kedengkian (hasad) mulai menyusup ke dalam dada.
Rasulullah SAW telah mengingatkan kita akan bahaya penyakit hati ini:
"Hati-hatilah kalian dari dengki (hasad), karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
(HR. Abu Daud no. 4903)
Ketika seseorang berkarya, menulis, atau membagikan gagasan positif, sejatinya itu adalah bentuk kontribusi intelektual dan ruang untuk berbagi manfaat.
Menilai karya orang lain secara spontan dengan nada sinis atau merasa tersaingi hanya akan mengerdilkan potensi kolaborasi yang sebenarnya bisa dibangun bersama.
Allah SWT juga mengingatkan umat-Nya untuk menjauhi sikap saling mencurigai dan berprasangka buruk:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa..."
(QS. Al-Hujurat: 12)
Bukan Berkompetisi, Tapi Berkolaborasi
Grup komunikasi seharusnya menjadi ruang inklusif yang saling menguatkan. Tidak perlu ada rasa cemas akan tersaingi, sebab setiap individu membawa rezeki, potensi, dan jalannya masing-masing.
Daripada menghabiskan energi untuk berdebat atau membatasi ruang gerak saudara sendiri, alangkah indahnya jika energi tersebut dialihkan ke arah kemajuan bersama.
Tak perlu bersaing, mari bersanding
Tak perlu berkompetisi, mari berkolaborasi
Tak perlu merasa diri hebat, mari mencari berkat
Tak perlu gelisah dan resah, mari bahagia karena ada Allah
Diskusi yang sehat, terbuka, dan cerdas jauh lebih bermakna daripada prasangka yang dipendam dalam diam.
Menyikapi teguran atau kritik dengan tetap tenang, tanpa emosi, serta memilih untuk tidak memperpanjang debat kusir adalah salah satu bentuk kematangan sikap.
Mari kita jaga kesehatan mental dan keindahan silaturahmi. Kelapangan dada untuk menerima keberhasilan orang lain adalah jalan menuju ketenangan jiwa.
Jangan lupa menyeduh kopi, duduk bersama, dan berdiskusi secara dewasa.
Salam Mental Sehat dan Bahagia.
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu