Menjaga Kehormatan Diri Melalui Lisan dan Sikap
*Ronaldo Rozalino*
Dalam merajut kehidupan, wibawa dan kehormatan seorang manusia tidak diukur dari seberapa keras ia tertawa atau seberapa banyak ia mengumbar kata.
Kebijaksanaan sejati justru tumbuh dari kesanggupan menjaga lisan, memelihara kejujuran, dan menepati setiap janji yang terucap.
Ungkapan penuh perenungan yang menyadarkan kita akan empat pilar yang kerap mengikis kehormatan diri:
"Banyak tertawa hilang wibawa
Banyak bercanda tak ada harga
Banyak bicara isi dusta
Banyak janji tak dapat dipercaya"
(Ronaldo Rozalino - Coach RR)
Pesan puitis ini memiliki kedalaman makna yang selaras dengan nilai-nilai luhur dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits.
1. Membatasi Tertawa dan Gurauan berlebihan
Gurun kehidupan tidak memerlukan tawa yang berlebihan, melainkan ketenangan hati dan kematangan jiwa.
Tertawa berlebihan dapat melalaikan jiwa dari rasa ingat kepada Sang Pencipta dan mengurangi wibawa di mata sesama.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dan janganlah kamu banyak tertawa, karena banyaknya tertawa itu akan mematikan hati."
(HR. Tirmidzi no. 2305 & Ibnu Majah no. 4193)
2. Menjaga Lisan dari Kebohongan
Lisan adalah cerminan dari kedalaman sanubari. Ketika seseorang terlalu banyak bicara tanpa pertimbangan, keterlanjuran dalam perbuatan dosa dan kebohongan menjadi tak terhindarkan.
Oleh karena itu, diam yang penuh makna jauh lebih mulia daripada ucapan tanpa makna yang bernoda dusta.
Rasulullah SAW mengingatkan:
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
(HR. Bukhari no. 6018 & Muslim no. 47)
3. Menepati Janji sebagai Bentuk Integritas
Janji adalah hutang moral yang mengikat martabat seseorang. Seseorang yang sering memungkiri janji bukan hanya kehilangan kepercayaan manusia, tetapi juga mengundang murka Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya."
(QS. Al-Isra': 34)
Membangun Mental Tangguh dan Kaya
Menjaga kedisiplinan diri dalam bertutur kata dan bersikap merupakan pondasi utama dalam membangun mentalitas yang tangguh dan kaya.
Seorang teacherpreneur, pemimpin, maupun pribadi yang ingin berpengaruh, wibawanya tidak lahir dari kepalsuan, melainkan dari konsistensi antara kata dan perbuatan.
Mari kita jadikan setiap perenungan ini sebagai cermin untuk terus membenahi diri, merawat keheningan lisan, serta memancarkan keagungan akhlak dalam setiap langkah kehidupan.
Profil Penulis & Kontak:
Penulis / Motivator: Ronaldo Rozalino - Coach RR (Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach)
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino