Kafein dan Karomah Alam: Catatan Sajian Sore Pendamping PJJ dari Kedai Kak Si Eng
Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Bismillah. Matahari sore di Teluk Kuantan mulai melentik, menyebarkan rona jingga di atas riak kecil sungai yang membelah kota.
Di sudut yang lebih membumi, di tengah denyut kehidupan Pasar Lumpur, Kedai Kak Si Eng menyajikan kehangatan yang tak biasa.
Bukan sekadar warung makan, sore ini, ia bertransformasi menjadi oase pembelajaran.
Sebuah tas selempang kulit cokelat yang tergeletak di meja menjadi tanda kehadiran, siap menyimpan perlengkapan tempur ide-ide kreatif.
Di seberang sana, meskipun tak kasat mata di atas meja, jalinan koneksi digital sedang menghubungkan para "Siswa Kreatif SMANSA SENTRA" dengan gurunya.
Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berlangsung karena dampak asap yang tebal, bukan di bawah atap sekolah yang formal, melainkan di bawah naungan semangat untuk terus maju, meskipun tantangan melilit.
Bukan sekadar untuk memantau, tapi sebagai pemantik inspirasi di tengah rutinitas sore.
Mengajar adalah sebuah amanah agung, sebagaimana Allah SWT berfirman:
"Katakanlah: 'Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?' Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran." (QS. Az-Zumar: 9).
Cahaya ilmu harus terus dipancarkan, di mana saja, kapan saja. Dan untuk menjaga api semangat itu tetap menyala, meja di Kedai Kak Si Eng telah menyiapkan ritualnya sendiri.
Pusat perhatian di atas meja sederhana ini adalah dua sajian yang beradu warna. Sebuah cangkir vintage bermotif bunga, lengkap dengan tutup kuningnya menyembunyikan kehangatan kopi cairan hitam pekat yang kaya kafein, pelumas bagi pikiran yang lelah, pemantik imajinasi yang tumpul.
Di sebelahnya, di atas piring kaca bening, tertata rapi potongan-potongan buah naga merah.
Warna merah menyalanya bak permata yang terserak, visualisasi dari energi alam yang paling murni. Buah ini adalah bentuk lain dari karomah bumi, sebuah nikmat yang tak terhingga.
Gelas air mineral dengan tutup biru siap menetralisir, memastikan keseimbangan tetap terjaga.
Nikmat dari tanah ini membawa kita pada syukur, sebagaimana firman Allah:
"Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah." (QS. An-Nahl: 114).
Kombinasi kopi dan buah naga ini bukan sekadar camilan sore. Ini adalah sintesis dari dua energi: kafein yang artificial untuk menjaga fokus, dan kesegaran buah alam yang natural untuk menutrisi tubuh dan jiwa.
Ini adalah bekal bagi guru untuk terus berkarya di tengah masyarakat.
Maka, tak salah jika sore ini, di tengah hiruk pikuk Pasar Lumpur, kami merasakan perasaan "Mantap dan Berkah". "Mantap" karena kelezatan sajian dan semangat belajar yang tak pernah surut.
Dan "Berkah" karena niat tulus untuk berbagi ilmu dan menjalin silaturahmi di kedai sederhana ini.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim).
Dari meja sederhana di Kedai Kak Si Eng, di bawah naungan PJJ sore ini, kita diingatkan bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja, asalkan ada hati yang terbuka dan niat yang tulus.
Selamat belajar, para Siswa Kreatif SMANSA SENTRA!
Teruslah bermimpi dan mencipta.
Profil & Media Sosial:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach
Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site : s.id/RonaldoRozalino