Meneguk Hangatnya Teh Talua, Merawat Indahnya Silaturahmi Di Kedai Jus Rizki (Eri Gaek)
Bismillah. Di tengah riuk rendah kehidupan dan pekatnya rasa lelah yang menghampiri jiwa, selalu ada sudut sederhana yang mampu menawarkan ketenangan.
Malam itu, langkah kaki membawa saya menuju Jus Rizki (Eri Gaek) di Pasar Lumpur, Taluk Kuantan.
Semangkuk hangat Teh Talua minuman khas nan kaya rasa menjadi alasan untuk sejenak berhenti dari rutinitas, menikmati ruang jeda yang memanjakan raga.
Namun, sejatinya yang dihirup malam itu bukan sekadar pekatnya seduhan teh dan manisnya kocokan telur, melainkan hangatnya jalinan persahabatan. Eri, seorang konco sejak masa seragam SMKN 1 Teluk Kuantan, menyambut dengan senyum yang tak pernah pudar.
Memanggilnya dengan panggil terbaik dan memuliakan adalah cara menjaga kehormatan persahabatan, sebab setiap sapaan mulia adalah doa yang melangit.
Pertemuan malam itu terasa makin bermakna. Sejak memfokuskan diri mengelola usaha kuliner VDF - Vicella Drink & Food, waktu berkumpul memang berkurang.
Namun, ruang hati untuk seorang sahabat tak pernah menyempit. Mendukung ikhtiar dan niat baik seorang teman adalah bentuk kepedulian yang nyata.
Kehadiran kita, meski sederhana, menyalurkan energi positif, doa, serta dukungan moril yang tak ternilai harganya.
Dalam Islam, menjaga jalinan kasih sayang seperti ini memiliki keutamaan yang amat agung. Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sambil diiringi alunan musik pelan di kedai Eri, jemari ini menari di atas layar, menyelami literasi digital dan merangkai konten bermanfaat.
Tanpa beban target yang mengikat, cukuplah setiap detik yang terlewat menjadi jejak yang menginspirasi.
Rasanya nikmat ketika detik demi detik kehidupan diisi dengan hal yang memberi manfaat bagi sesama, sebagaimana pesan suci dalam Al-Qur'an:
"Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri..." (QS. Al-Isra': 7)
Membangun usaha maupun merajut cita-cita memang membutuhkan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas.
Saat usaha kuliner yang kita kelola harus beristirahat sejenak karena koki yang kurang sehat, di situlah kesabaran dan keikhlasan diuji.
Segalanya memerlukan ikhtiar bumi fokus, serius, dan konsisten yang berpadu indah dengan ikhtiar langit.
Berdoa, menegakkan shalat, serta menghidupkan amalan sunnah adalah fondasi utama agar setiap usaha berbuah keberkahan.
Jarum jam menunjukkan pukul 21.59 WIB.
Kantuk mulai bertamu, bertanda raga butuh diistirahatkan. Saya pun bergegas pamit, membawa pulang hangatnya rasa syukur dan indahnya kebersamaan.
Perjalanan malam itu menegaskan kembali bahwa sejauh apa pun kita melangkah, keberkahan hidup selalu berakar pada niat yang tulus, kerja keras yang konsisten, dan silaturahmi yang tak pernah putus.
Salam Kuliner, Salam Silaturahmi, Salam Persahabatan!
Kayuah, Kayuah, Kayuah!
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Writer • Business Leader • Composer & Arranger • Coach
Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site : s.id/RonaldoRozalino
Posting Komentar
Komentar ya