Antara Minyak Wangi dan Asap Besi: Tuntunan Syariat Menjaga Kesehatan Mental di Era Modern
Filtrasi Kalbu di Era Digital: Memahat Mental Sejahtera Bersama Jejak Hikmah Coach RR
Bismillah. Di tengah hiruk pikuk samudra digital yang tak pernah pasang surut, kita acapkali terhanyut oleh ombak informasi dan interaksi.
Media sosial, jembatan emas yang menghubungkan satu jiwa dengan jiwa lainnya, kadang berubah menjadi labirin gelap yang menyesakkan.
Kabut "toksik" merayap perlahan, menyentuh relung kalbu, mengikis ketenangan, dan meracuni jernihnya pikiran.
Adalah Ronaldo Rozalino, yang lebih akrab disapa Coach RR, seorang pengembara ilmu di ladang Teacherpreneurship, literasi, dan edukasi, hadir membawa secercah lentera hikmah.
Dengan balutan batik bermotif indah dan peci putih yang melambangkan kejernihan niat, Coach RR merenungkan sebuah pesan mendalam dari sang mentor bisnis kaliber internasional, Ippho Santosa.
Sebuah untaian kalimat yang tajam namun penuh kasih sayang terpampang nyata:
“Blokir saja (media sosialnya) bila bergaulnya sudah toksic.”
Kalimat ini bukanlah ajakan untuk memutus tali silaturahmi tanpa alasan, melainkan sebuah tindakan preventif yang agung.
Ia adalah wujud ikhsan kesempurnaan ibadah terhadap diri sendiri. Sebuah upaya untuk menjaga amanah terbesar yang Allah titipkan: hati dan pikiran kita.
Dalam bingkai keimanan, menjaga lingkungan pergaulan adalah sunnah yang sangat ditekankan.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, mungkin dia akan memberimu minyak wangi, atau kamu membeli darinya, atau kamu mendapat bau harum darinya. Sedangkan tukang pandai besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu, atau kamu mendapat bau busuk darinya.”
Pergaulan yang toksik di media sosial ibarat menetap terlalu lama di bengkel pandai besi digital.
Tanpa sadar, percikan api berupa kata-kata kasar, hasutan, pamer kemewahan yang memicu hasad (iri hati), atau drama yang tak berujung akan melubangi pakaian mental kita.
Aroma busuk berupa energi negatif akan melekat, mengganggu khusyuknya ibadah dan jernihnya pikiran dalam menatap masa depan.
Allah SWT pun berfirman dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 286, menegaskan bahwa Dia tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuannya.
Namun, kita diberi akal untuk menghindar dari beban yang kita ciptakan sendiri melalui pilihan pergaulan.
Jika sebuah interaksi digital sudah jelas-jelas meruntuhkan mental, bukankah melanjutkannya sama saja dengan membebani diri sendiri secara berlebihan?
Coach RR, sang pembawa pesan Growth Mindset (SGM), mengingatkan kita semua:
“Sahabat yang masih baca ini. Semoga terhindar dari hubungan dan pergaulan yang toksic. Jaga mental dan kesehatan jiwa yaa.”
Tindakan "blokir" atau unfollow bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kedewasaan spiritual.
Ia adalah wujud cinta pada diri sendiri, agar sisa waktu dan energi bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat, untuk tumbuh dan berkembang (growth), bukan untuk terus-menerus terluka.
Mari kita jadikan pesan ini sebagai kompas navigasi dalam menjelajahi dunia digital. Jadilah penjual minyak wangi di dunia maya, yang menyebarkan aroma inspirasi, literasi, dan edukasi.
Dan jika kita bertemu dengan asap toksik, jangan ragu untuk menutup pintu jendela kalbu demi menjaga cahaya iman agar tetap benderang.
Salam Growth Mindset (SGM)!
Jika Anda merindukan inspirasi yang menyejukkan jiwa, bimbingan bisnis yang beretika, atau ingin mendalami indahnya literasi dan edukasi bersama seorang mentor multi-talenta, Coach RR membuka pintu silaturahmi selebar-lebarnya.
Hubungi Coach RR melalui:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Situs Resmi: s.id/RonaldoRozalino
Mari rawat mental, penuhi kalbu dengan syukur, dan melangkah pasti menuju masa depan yang gemilang.
Posting Komentar
Komentar ya