Menjaga Marwah Pendidikan: Ketika Sekolah Bukan Sekadar Tempat Mengangguk
Oleh: Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Bismillah. Di sudut-sudut koridor sekolah, sering kali terdengar bisikan keheningan yang samar. Sebuah keheningan yang bukan lahir dari kedamaian belajar, melainkan dari rasa takut untuk bersuara.
Ketika ruang pendidikan mulai mengukur nilai seorang pendidik bukan dari dedikasi dan kinerjanya, melainkan dari tingkat kepatuhan buta, di situlah sebuah lembaga pendidikan berisiko kehilangan arah dan hakikat sejatinya.
Acap kali terjadi fenomena di mana guru yang kritis dan bersuara dianggap pembangkang, guru yang memberi masukan dicap melawan, sementara yang memilih diam justru dipandang sebagai sosok yang paling loyal.
Namun, timbul pertanyaan mendasar: sejak kapan kebungkaman dijadikan tolok ukur profesionalisme?
Sekolah bukanlah wadah untuk menghimpun pribadi-pribadi yang hanya pandai mengangguk setuju, melainkan tempat menumbuhkan jiwa-jiwa berani yang berpikir kritis, bertanggung jawab, dan menghadirkan karya nyata.
Pandangan Al-Qur'an dan Al-Hadits tentang Syura dan Kebenaran
Dalam ajaran Islam, keberanian menyampaikan pandangan yang membangun dan melakukan musyawarah adalah bagian penting dari tatanan kepemimpinan yang sehat. Allah SWT berfirman mengenai pentingnya ruang diskusi dan musyawarah:
“Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Rabb-nya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka...”
(QS. Asy-Syura: 38)
Seorang pemimpin, termasuk Kepala Sekolah, memang membutuhkan dukungan penuh dari para gurunya.
Namun, ekosistem pendidikan yang mulia membutuhkan sosok pemimpin yang lapang dada, tidak alergi terhadap perbedaan pendapat, serta mampu merangkul keberagaman gagasan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya saling memberi nasihat demi kebaikan bersama dalam sebuah hadits shahih:
dari Tamim ad-Dari RA, bahwasanya Nabi SAW bersabda: "Agama itu adalah nasihat." Kami bertanya: "Untuk siapa?" Beliau bersabda: "Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi seluruh kaum muslimin pada umumnya."
(HR. Muslim No. 55)
Nasihat dan masukan dari para guru bukanlah bentuk perlawanan, melainkan wujud kepedulian dan rasa cinta terhadap kemajuan sekolah.
Lingkungan yang hanya terasa nyaman bagi mereka yang selalu setuju belum tentu menjadi ruang yang sehat untuk bertumbuh dan berinovasi.
Mari Berdiskusi:
Menurut Anda, di lingkungan sekolah tempat Anda berada saat ini, mana yang lebih dihargai:
guru yang berprestasi dan berkinerja nyata, atau guru yang selalu sejalan dan sekadar patuh pada pimpinan?
Mari sampaikan pandangan jujur Anda secara bijak di kolom komentar!
Profil Penulis:
Ronaldo Rozalino - Coach RR
Teacherpreneur • Content Creator • Motivator Literation & Education • Business Leader • Writer • Composer & Arranger • Coach
Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site: s.id/RonaldoRozalino
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu