Antara Silau Dunia dan Ketenangan Hati: 5 Kearifan Menjaga Berkah Rezeki
Bismillah. Di balik gemerlapnya harta yang tiba-tiba hadir memeluk jemari, tersimpan ujian yang amat halus.
Bayang-bayang kelimpahan acap kali menguji ketenangan jiwa, seakan menuntut diri untuk segera mengabarkannya pada dunia.
Padahal, harta di bumi sejatinya adalah amanah yang berkedip sebentar di ranah fana.
Rasulullah SAW mengingatkan betapa halusnya fitnah kekayaan melalui sabdanya:
"Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku takutkan menimpa kalian. Namun aku takut dunia dibentangkan untuk kalian sebagaimana telah dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana mereka berlomba-lomba, hingga dunia itu membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka." (HR. Bukhari & Muslim)
Agar kelimpahan tak menjadi karang yang memecahkan bahtera kehidupan, simak lima kearifan menata diri saat Rezeki Agung itu mengetuk pintu rumahmu.
1. Simpan Rapat Kerahasiaannya dalam Hening
Saat nikmat melimpah, godaan terbesar adalah membagikannya ke telinga orang lain. Namun, menyikapi harta dengan keheningan adalah perisai paling kokoh dari kedengkian. Sifat iri adalah penyakit hati yang mampu mengikis kebaikan tanpa suara.
Rasulullah SAW bersabda:
"Bantulah penyelelesaian hajat-hajatmu dengan menyembunyikannya, karena setiap orang yang mendapatkan nikmat itu ada yang mendengki." (HR. Ath-Thabrani)
Tetaplah tenang. Biarkan kerendahan hati menjaga keselamatan jiwamu.
2. Berhentilah Sejenak Selama 90 Hari
Gelombang euforia sering kali membawa keputusan yang tergesa-gesa. Jangan terburu-buru berbelanja, bahkan untuk urusan investasi sekalipun. Beri jeda selama tiga bulan agar gelisah dan euforia mereda, sehingga logika kembali memegang kendali.
Islam melarang kita bersikap terburu-buru dalam mengambil keputusan penting:
"Sifat perlahan-lahan (tidak tergesa-gesa) berasal dari Allah, sedangkan tergesa-gesa itu berasal dari setan." (HR. Abu Ya'la)
Memberi jarak waktu pada emosi adalah cara terbaik menyelamatkan kekayaan dari penyesalan di masa depan.
3. Tetaplah Bersahaja, Tak Perlu Menjelma Mewah
Kemewahan fisik hanyalah panggung sandiwara yang menuntut perhatian manusia. Orang yang bijak memilih membangun aset secara diam-diam ketimbang memamerkan kemewahan yang semu. Sebagaimana firman Allah SWT mengenai hamba-hamba-Nya yang bersahaja:
"Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati..." (QS. Al-Furqan: 63)
Kesederhanaan menenangkan langkah, sedangkan pamer gaya hidup hanya mengundang prasangka dan kerumitan.
4. Jaga Sucinya Hubungan dari Silau Keuangan
Uang kerap menjadi ujian terberat dalam jalinan kasih sayang. Menjauhkan urusan finansial yang riskan dari lingkaran keluarga dan kerabat adalah ikhtiar untuk menjaga keutuhan silaturahmi. Rasulullah SAW mengingatkan kita untuk menjauhi perkara yang samar dan berpotensi merusak keharmonisan:
"Tinggalkanlah apa yang meragukanmu beralihlah kepada apa yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi)
Menjaga ikatan persaudaraan jauh lebih berharga ketimbang mempertaruhkannya dalam resiko bisnis yang belum pasti.
5. Didik Anak dalam Kesederhanaan
Harta yang melimpah bukan alasan untuk memanjakan buah hati secara berlebihan. Berikan apa yang menjadi kebutuhan pokoknya, namun ajarkan mereka arti perjuangan dan kemandirian. Allah SWT mengingatkan agar kekayaan dan keturunan tidak melalaikan kita dari hakikat hidup:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah..." (QS. Al-Munafiqun: 9)
Anak yang ditempa dalam kesederhanaan akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, tanggung jawab, dan menjadi tabungan kebaikan bagi kedua orang tuanya.
Kekayaan yang sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang terlihat oleh mata manusia, melainkan seberapa tenang jiwa saat mengelolanya di jalan yang diridhoi-Nya.
Ronaldo Rozalino - Coach RR
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu
Posting Komentar
Komentar ya