Menyemaikan Kedisiplinan dan Jiwa Kepemimpinan: Apel Pagi SMA Taruna Muhammadiyah Riau
Pada Senin pagi yang teduh, 19 Oktober 2026, suasana khidmat menyelimuti kompleks SMA Taruna Muhammadiyah Riau. Seluruh siswa-siswi berdiri tegap mengawali pekan dengan pelaksanaan Apel Pagi, sebuah ikhtiar membina karakter, kedisiplinan, serta rasa cinta tanah air.
(Dr. H. Ahdanan Shaleh, S.Ag., M.Pd Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau)
Kegiatan yang berlangsung tertib ini dipimpin langsung oleh Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, Dr. H. Ahdanan Shaleh, S.Ag., M.Pd., yang bertindak sebagai Pembina Apel.
Rangkaian acara diawali dengan penyiapan barisan, penghormatan, dan laporan dari pimpinan barisan.
Suasana semakin bergelora saat lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, disusul pembacaan Panca Prasetya SMA Taruna Muhammadiyah serta pengucapan teks Pancasila bersama seluruh peserta.
Dalam arahannya, Pembina Apel menyampaikan pesan-pesan moral dan kebangsaan guna membakar semangat para taruna-taruni agar terus membaja dalam menuntut ilmu serta menjaga integritas.
Kedisiplinan dan kerapian yang ditunjukkan oleh para siswa mencerminkan kesiapan mereka menjadi kader pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.
Kedisiplinan serta ketaatan dalam berbaris dan menata niat menggapai cita-cita ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.”
(QS. Ash-Saff [61]: 4)
Selain itu, keteguhan dan kedisiplinan yang dibentuk sejak dini merupakan bagian dari menata masa depan. Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan waktu dan kesiapan diri dalam sebuah hadis:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum datang sakitmu, kayamu sebelum datang miskinmu, waktu luangmu sebelum datang waktu sibukmu, dan hidupmu sebelum datang matimu.”
(HR. Al-Hakim)
Rangkaian apel ditutup dengan laporan akhir, penghormatan, dan kembalinya Pembina Apel ke tempat. Setelah apel selesai dibubarkan, para taruna-taruni kembali menuju kelas masing-masing dengan langkah pasti, siap menyerap ilmu pengetahuan demi meraih masa depan yang gemilang. (Coach RR)