Buah Dari Ketulusan: Rahasia Guru Menanam di Tempat yang Tak Terlihat
Bismillah. Seorang dokter tersenyum tap kala menyaksikan pasien yang dirawatnya kembali pulih.
Seorang arsitek atau tukang bangunan menatap bangga saat dinding dan atap rumah kokoh berdiri di hadapannya.
Hasil karya mereka nyata, kasat mata, dan bisa disentuh jemari.
Namun, bagaimana dengan seorang guru?
Di balik dinding-dinding kelas yang tenang, guru hadir bukan sekadar menorehkan kapur pada papan tulis, melainkan menyemai benih kebaikan di dalam dada anak-anak manusia.
Mereka mendampingi murid-murid selama bertahun-tahun. Menghafal raut wajah dan nama, menyelami lekuk karakter, hingga mengerti bahasa tubuh sang murid yang mendadak diam karena menyimpan beban di rumahnya.
Lalu, hari kelulusan pun tiba. Tawa bahagia membuncah, foto bersama diabadikan, dan genggaman tangan hangat diayunkan saat berpamitan.
Setelah melangkah keluar dari gerbang sekolah, mereka pergi melintasi lorong-lorong kehidupan. Sebagian besar lantas berjalan jauh tanpa kabar.
Tak ada laporan berkala tentang siapa yang telah memetik sukses atau siapa yang tengah tertatih dalam perjuangan.
Profesi ini memang sebuah pengabdian dalam kesunyian. Buah dari peluh dan doa guru jarang bisa dipetik atau disaksikan secara langsung.
Akan tetapi, ketahuilah bahwa murid yang tak pernah memberi kabar bukanlah murid yang lupa. Mereka hanya sedang sibuk merajut asa dan menjalani kehidupan yang dahulu pernah dituntun dan disiapkan oleh guru-gurunya.
Landasan filosofis pengabdian nan ikhlas ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rahman ayat 60:
"Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan (pula)."
Setiap ilmu, adab, dan perhatian yang ditanamkan dengan tulus tak pernah hilang bagaikan debu tertiup angin. Dalam pandangan Islam, apa yang dilakukan pendidik merupakan investasi akhirat yang tak terputus.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Menyebarkan ilmu bermanfaat adalah bentuk menanam di tempat yang tak terlihat. Akarnya meresap ke dalam jiwa, sedangkan cabang-cabangnya menjulang ke langit, memberi ketenangan dan petunjuk bagi langkah anak didik di masa depan.
Jikalau sesekali ada seorang alumni yang datang menyapa, menyertakan senyum tulus saat berpapasan di jalan, bersyukurlah.
Biarlah sapaan kecil itu menjadi pendorong dan penguat bahwa dedikasi serta ketulusan yang pernah dicurahkan benar-benar berdampak nyata pada kehidupan mereka.
Teruslah menanam kebaikan dan ilmu di ruang-ruang kelas. Biarlah benih-benih itu tumbuh dan berbuah manis di tempat-tempat yang tak pernah bisa kita lihat, sebab balasan sejati dari setiap kebaikan telah tertulis indah di sisi Allah SWT.
(Ronaldo Rozalino - Coach RR)
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI )
[image: Cream Annisa Ok]
Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim)
DAPATKAN kulit muka yang...
14 tahun yang lalu
Posting Komentar
Komentar ya