Seteguk Pelepas Dahaga, Pengingat Hakikat Diri Sepulang Isya
Bismillah. Malam melingkupi Teluk Kuantan dengan ketenangan yang teduh. Usai melangkahkan kaki menunaikan ibadah shalat Isya berjamaah di Masjid Raya Teluk Kuantan rumah Allah tercinta yang menjadi muara kedamaian jiwa langkah berlanjut menuju tempat sederhana di area Pasar Lumpur.
Di sana, segelas Es Air Akar menanti untuk membasahi kerongkongan yang dahaga.
Dinginnya es dan lembutnya racikan segar itu tak sekadar menyejukkan perut dan melepaskan dahaga fisik.
Lebih dari itu, ia menyiratkan renungan mendalam tentang rasa syukur. Bahwa kenikmatan hidup tidak diukur dari kemewahan tempat, melainkan dari ketulusan hati dalam menerima setiap takdir-Nya.
Menjaga Hati dari Rasa Kufur dan Jumawa
Seteguk kesegaran di malam hari mengajarkan kita untuk terhindar dari sifat kufur. Sungguh, Allah SWT tidak pernah tidur dan senantiasa mendengar setiap doa yang dipanjatkan oleh hamba-Nya. Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:
“Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan; 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'”
(QS. Ibrahim: 7)
Menjaga kebaikan dan menjauhkan diri dari rasa jumawa (sombong) adalah benteng utama seorang muslim.
Apa pun yang melekat pada diri kita saat ini jabatan, harta, gelar, hingga helaan napas semuanya hanyalah titipan sementara dari Sang Maha Pencipta. Rasulullah SAW juga mengingatkan dalam sebuah hadits:
“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat sebesar biji zarrah dari kesombongan.”
(HR. Muslim)
Menjalani Hidup dengan Syukur dan Keberkahan
Menikmati rezeki sederhana sepulang dari rumah-Nya adalah pengingat bahwa kebahagiaan sejati bersumber dari rasa cukup dan ikhlas.
Ketika bersyukur, hal kecil seperti segelas es akar di sudut pasar pun terasa nikmat tiada tara. Semoga langkah kaki menuju kebaikan selalu terjaga, hati senantiasa terhiasi keikhlasan, dan keberkahan selalu menyertai kita semua.
Barakallahu fiikum.
Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Buah Dari Ketulusan: Rahasia Guru Menanam di Tempat yang Tak Terlihat
Bismillah. Seorang dokter tersenyum tap kala menyaksikan pasien yang dirawatnya kembali pulih.
Seorang arsitek atau tukang bangunan menatap bangga saat dinding dan atap rumah kokoh berdiri di hadapannya.
Hasil karya mereka nyata, kasat mata, dan bisa disentuh jemari.
Namun, bagaimana dengan seorang guru?
Di balik dinding-dinding kelas yang tenang, guru hadir bukan sekadar menorehkan kapur pada papan tulis, melainkan menyemai benih kebaikan di dalam dada anak-anak manusia.
Mereka mendampingi murid-murid selama bertahun-tahun. Menghafal raut wajah dan nama, menyelami lekuk karakter, hingga mengerti bahasa tubuh sang murid yang mendadak diam karena menyimpan beban di rumahnya.
Lalu, hari kelulusan pun tiba. Tawa bahagia membuncah, foto bersama diabadikan, dan genggaman tangan hangat diayunkan saat berpamitan.
Setelah melangkah keluar dari gerbang sekolah, mereka pergi melintasi lorong-lorong kehidupan. Sebagian besar lantas berjalan jauh tanpa kabar.
Tak ada laporan berkala tentang siapa yang telah memetik sukses atau siapa yang tengah tertatih dalam perjuangan.
Profesi ini memang sebuah pengabdian dalam kesunyian. Buah dari peluh dan doa guru jarang bisa dipetik atau disaksikan secara langsung.
Akan tetapi, ketahuilah bahwa murid yang tak pernah memberi kabar bukanlah murid yang lupa. Mereka hanya sedang sibuk merajut asa dan menjalani kehidupan yang dahulu pernah dituntun dan disiapkan oleh guru-gurunya.
Landasan filosofis pengabdian nan ikhlas ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Ar-Rahman ayat 60:
"Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan (pula)."
Setiap ilmu, adab, dan perhatian yang ditanamkan dengan tulus tak pernah hilang bagaikan debu tertiup angin. Dalam pandangan Islam, apa yang dilakukan pendidik merupakan investasi akhirat yang tak terputus.
Rasulullah SAW bersabda:
"Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Menyebarkan ilmu bermanfaat adalah bentuk menanam di tempat yang tak terlihat. Akarnya meresap ke dalam jiwa, sedangkan cabang-cabangnya menjulang ke langit, memberi ketenangan dan petunjuk bagi langkah anak didik di masa depan.
Jikalau sesekali ada seorang alumni yang datang menyapa, menyertakan senyum tulus saat berpapasan di jalan, bersyukurlah.
Biarlah sapaan kecil itu menjadi pendorong dan penguat bahwa dedikasi serta ketulusan yang pernah dicurahkan benar-benar berdampak nyata pada kehidupan mereka.
Teruslah menanam kebaikan dan ilmu di ruang-ruang kelas. Biarlah benih-benih itu tumbuh dan berbuah manis di tempat-tempat yang tak pernah bisa kita lihat, sebab balasan sejati dari setiap kebaikan telah tertulis indah di sisi Allah SWT.
(Ronaldo Rozalino - Coach RR)
Menjemput Inspirasi Pagi Bersama Seteguk Kopi dan Keberkahan
Pagi hari selalu menyapa dengan keheningan yang syahdu, membawa janji tentang harapan baru dan lembaran putih yang siap diukir keberkahan. Di saat sang fajar menyingsing dan bumi pelan-pelan terbangun dari lelapnya, ada satu ritual sederhana yang sering kali menjadi pemantik semangat: menyeruput secangkir kopi hangat.
“Ngopi Pagi: KOPI (Ketika Otak Perlu Inspirasi Pagi)” bukan sekadar ajakan untuk menikmati cita rasa pahit-manis sang biji hitam. Lebih dari itu, ia adalah momentum untuk menenangkan pikiran, menjernihkan niat, dan membuka ketajaman berpikir sebelum melangkah mengarungi riuhnya dunia.
Di dalam setiap tetesnya, ada jeda untuk merenung. Pagi adalah waktu yang sangat istimewa dalam Islam, di mana keberkahan diturunkan melimpah bagi mereka yang bangun dan memulai aktivitasnya dengan mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW pernah mendoakan umatnya dalam sebuah hadis:
"Ya Allah, berkahilah umatku di waktu pagi mereka." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan Ibn Majah)
Ketika aroma kopi menyeruak dan menghangatkan suasana, benak kita diajak untuk berzikir dan bersyukur atas nikmat nafas serta kesempatan baru yang diberikan Sang Pencipta.
Mengawali hari dengan pikiran yang segar dan hati yang lapang adalah modal utama untuk melahirkan gagasan-gagasan besar, karya yang bermanfaat, serta ikhtiar yang bernilai ibadah.
Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an mengenai pentingnya bertindak dan melangkah dengan niat yang benar:
"Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu...'" (QS. At-Taubah: 105)
Mari jadikan setiap tegukan di pagi hari sebagai pemantik energi positif untuk terus berkarya, menginspirasi sesama, dan membagikan manfaat.
Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesamanya.
Semoga berkah senantiasa menyelimuti setiap langkah dan niat baik kita semua.
Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Teacherpreneur, Content Creator, Motivator Literation & Education, Writer, Business Leader, Composer & Arranger, serta Coach.
WhatsApp: 0853-6355-4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Website: s.id/RonaldoRozalino
Bismillah. Waktu mungkin terus bergulir dan ruang pengabdian dapat berpindah, namun benang merah persaudaraan yang terikat karena Allah tidak akan pernah pudar.
Momen bersua kembali dengan Bang Wiwin Satriadi, S.Pd., membangkitkan kenangan indah masa-masa pengabdian bersama di SMAN Pintar Kuantan Singingi (Kuansing) pada kurun waktu 2008 hingga 2012.
Pertemuan singkat dalam kehangatan meja diskusi ini bukan sekadar bernostalgia, melainkan sebuah ikhtiar merawat ukhuwah Islamiyah yang sarat makna.
Beliau adalah sosok senior dan rekan yang tak henti memberikan motivasi, bimbingan, serta teladan positif semasa berjuang bersama di dunia pendidikan.
Masyaa Allah Tabarakallah.
Silaturahmi dalam Balutan Al-Qur'an dan Al-Hadits
Dalam ajaran Islam, menyambung tali silaturahmi bukan hanya tradisi sosial, melainkan ibadah agung yang mendatangkan keberkahan umur dan rezeki.
Allah SWT berfirman mengenai indahnya persaudaraan sesama mukmin:
"Murni orang-orang beriman itu bersaudara..."
(QS. Al-Hujurat: 10)
Hubungan yang dibangun atas dasar kebaikan dan ketulusan di jalan pendidikan ini menjadi saksi bahwa persaudaraan sejati akan selalu menemukan jalannya untuk saling menguatkan.
Rasulullah SAW juga menegaskan keutamaan merawat silaturahmi melalui sabdanya:
"Siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi."
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menyemaikan Kebaikan untuk Masa Depan Education & Literasi
Bagi seorang pendidik dan pembelajar sepanjang hayat, setiap perjumpaan adalah ruang untuk saling menimba ilmu dan memperbarui semangat.
Jejak bimbingan dari masa lalu di SMAN Pintar Kuansing kini melahirkan energi baru untuk terus berkarya, membimbing generasi muda, dan menggemakan semangat literasi.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan kesuksesan untuk Bangda Wiwin Satriadi beserta seluruh rekan perjuangan pendidik di mana pun berada. Salam Ukhuwah!
Ronaldo Rozalino
Guru SMAN Pintar Kuansing (Riau)
2007 - 2013
Best Friend
Bisnis Online Succes (BOS)
-
ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) - ANISA SKIN CARE ( KOSMETIK HERBAL, AMAN, DAN BEBAS MERKURI ) [image: Cream Annisa Ok] Harga RP.150.000,- (Belum Ongkos Kirim) DAPATKAN kulit muka yang...14 tahun yang lalu
-