Menyelami Keheningan Sore: Harmoni Ikhtiar Bumi dan Langit dalam Secangkir Kopi
Bismillah. Ketika matahari perlahan mengikis teriknya dan gumpalan awan sore menyelimuti cakrawala, bayang-bayang hari mulai memanjang.
Dalam keheningan setelah menunaikan kewajiban sholat Ashar, ada jeda sejenak yang menghadirkan kedamaian tiada tara.
Di sudut meja yang tenang, uap tipis membumbung tinggi dari cangkir berhias motif klasik yang menampung kehangatan kopi hitam.
Secangkir kopi di waktu sore bukan sekadar pelepas dahaga atau penawar lelah. Ia adalah cermin spiritualitas sebuah jeda contemplative di mana pahitnya kepekatannya mengingatkan kita pada perjuangan hidup, sementara kehangatannya memeluk jiwa yang senantiasa mendamba ketenangan.
Meredam Lelah dengan Ikhtiar Bumi
Manusia diciptakan untuk bergerak, berupaya, dan menabur benih-benih kebaikan di muka bumi. Bekerja keras dan memeras keringat adalah bentuk kehormatan seorang hamba. Rasulullah SAW pernah bersabda mengenai indahnya rezeki dari hasil kerja keras:
“Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan oleh seseorang melainkan makanan dari hasil usaha tangannya sendiri.”
(HR. Bukhari)
Kerja keras, ketekunan, dan kejujuran adalah ikhtiar bumi landasan di mana kita menegakkan tanggung jawab sebagai pemakmur bumi.
Namun, ikhtiar fisik semata tanpa melibatkannya dengan Sang Pencipta hanya akan melahirkan kepenatan jiwa.
Menjemput Keberkahan dengan Ikhtiar Langit
Di sinilah ikhtiar langit hadir sebagai penyeimbang. Setelah raga lelah bersujud dalam dahi yang menempel di sajadah sholat Ashar, jiwa diistirahatkan dalam kepasrahan total.
Tawakal, doa, dan zikir adalah tali yang menyambungkan kesibukan dunia dengan kedamaian akhirat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)-Nya.”
(QS. At-Talaq: 3)
Ketika ikhtiar bumi dan langit menyatu, rezeki yang didapatkan bukan sekadar hitungan angka, melainkan rasa cukup dan jiwa yang tenang (sakinah). Ketenangan hati itulah sebenar-benarnya kekayaan.
Memaknai Setiap Tegukan
Setiap seruputan kopi hangat yang menyentuh bibir di sore hari seolah membawa kesegaran baru, menjernihkan kembali pikiran dari riuh rendahnya urusan duniawi.
Ia mengajarkan kita untuk berhenti sejenak, bersyukur atas nikmat nafas dan waktu yang masih diamanahkan.
Semoga setiap tegukan kopi yang kita nikmati hari ini menyalakan kembali semangat untuk melangkah, melapangkan dada, serta mengiringi langkah-langkah perjuangan kita agar senantiasa berada dalam naungan berkah dan kemudahan dari Allah SWT.
Aamiin ya Rabbal 'Alamin.
Salam hangat dan salam penikmat kopi untuk Anda semua! ☕😊
Disarikan oleh:
Ronaldo Rozalino – Coach RR
Posting Komentar
Komentar ya