Menyalakan Lentera Pemuda: Jejak Semangat Membangun Kuansing yang Berdaya Saing dalam Naungan Ilahi
Bismillah. Di bawah naungan langit Teluk Kuantan yang membentang luas, denyut nadi semangat kebangsaan berdegup kencang di Lapangan Limuno.
Pada Selasa, 27 Oktober 2026, lembaran sejarah Hari Sumpah Pemuda kembali diukir dengan tinta emas melalui perhelatan akbar Gebyar Pemuda Kuansing 2026.
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya melalui kehadiran langsung Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si., hadir membersamai langkah-langkah tegap para pemuda yang siap menatap masa depan.
Kehadiran H. Muhlisin PLT. Bupati Kuansing dan para pemimpin negeri di tengah-tengah generasi muda bukanlah sekadar formalitas seremonial, melainkan sebuah bentuk nyata dari kepedulian dan ikatan batin yang kuat.
Suasana hangat kian terasa tatkala penyerahan piagam penghargaan diberikan kepada para pemuda-pemudi berprestasi, menyalakan secercah cahaya kebanggaan di bumi Kuantan Singingi.
Pemuda sebagai Tiang Peradaban dalam Pandangan Islam
Islam menempatkan pemuda (syabab) pada posisi yang sangat istimewa dan mulia. Masa muda adalah musim semi kehidupan masa di mana tenaga, ide, dan gairah berpadu menjadi kekuatan paling produktif dalam membangun peradaban.
Rasulullah SAW, dalam sebuah hadis yang masyhur, mengingatkan kita tentang kemuliaan golongan yang menghabiskan masa mudanya dalam ketaatan dan amal kebajikan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi SAW bersabda mengenai tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya, salah satunya adalah:
"Dan seorang pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah Ta'ala." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjadi cerminan abadi bahwa energi seorang pemuda yang diarahkan pada jalan kebaikan, pengembangan diri, serta kerja keras membangun kemandirian ekonomi dan potensi usaha, bernilai ibadah yang agung di sisi Allah SWT.
Lebih dari itu, Al-Qur'an merekam keteladanan para pemuda Ashabul Kahfi sekelompok pemuda yang teguh pendirian, memiliki karakter kuat, dan berani mengambil langkah transformatif demi menegakkan kebaikan di tengah zaman yang menantang:
"Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambahkan petunjuk kepada mereka." (QS. Al-Kahfi: 13)
Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang kokoh harus selalu diiringi dengan pencarian ilmu, peningkatan kapasitas diri, serta langkah proaktif untuk menjadi pribadi yang unggul dan berdaya saing.
Semangat "Kayuah-Kayuah-Kayuah": Filosofi Perjuangan Bersama
Bersempena dengan momentum Sumpah Pemuda, pemuda Kuansing diajak untuk semakin giat menggali potensi usaha dan kreativitas. Semangat ini selaras dengan seruan khas daerah yang penuh makna:
"Salam kayuah-kayuah-kayuah."
Kata kayuah (mendayung) mencerminkan filosofi hidup masyarakat Kuantan Singingi bahwa perahu kehidupan tidak akan pernah berjalan jika dayung tidak dikayuh bersama-sama.
Tidak ada hasil gemilang tanpa keringat perjuangan; tidak ada Kuansing yang hebat tanpa sinergi antara pemerintah dan pemuda yang gigih mengayuh biduk kemajuan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an tentang pentingnya ikhtiar dan kerja keras:
"Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya)." (QS. An-Najm: 39-40)
Ayat ini menjadi penguat jiwa bahwasanya setiap tetesan keringat, setiap inovasi usaha, dan setiap detik ketekunan para pemuda Kuansing dalam mengembangkan potensi diri tidak akan pernah sia-sia di hadapan Sang Pencipta maupun di hadapan bangsa.
Menuju Kuansing Hebat yang Berkarakter dan Berdaya Saing
Gebyar Pemuda Kuansing 2026 bukan sekadar perayaan sesaat, melainkan sebuah titik tolak (turning point) untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter luhur, mandiri secara ekonomi, dan siap menghadapi tantangan global.
Mari kita terusayuh dayung kebersamaan ini, merajut asa dengan kerja nyata, dan membuktikan bahwa pemuda Kuansing adalah pilar utama penegak kejayaan bangsa.
Salam kayuah, kayuah, kayuah!
Demi Kuansing yang gemilang dan diridhai Allah SWT.
Ditulis : H. Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Ketua Forum Literasi Kuansing, Guru Penulis 5 Negara ASEAN, Guru Konten Kreator Riau, Motivator Literasi & Edukasi, Coach)