Welcome My Blog

Tampilkan postingan dengan label Meniti Jalan Syukur dan Memetik Iktibar: Refleksi Shalat Jumat di Masjid Syuhada Beringin Taluk_Ustadz Djumharis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meniti Jalan Syukur dan Memetik Iktibar: Refleksi Shalat Jumat di Masjid Syuhada Beringin Taluk_Ustadz Djumharis. Tampilkan semua postingan
Coach RR

Meniti Jalan Syukur dan Memetik Iktibar: Refleksi Shalat Jumat di Masjid Syuhada Beringin Taluk_Ustadz Djumharis, S.Fil.,MA

Bismillah. Di bawah naungan langit Kuantan Singingi yang tenang, tatkala sang surya tepat berada di titik puncaknya memancarkan kehangatan, langkah-langkah kaki penuh kerinduan berbondong-bondong memenuhi panggilan Ilahi.

Jumat, 30 Oktober 2026, Masjid Syuhada Beringin Taluk yang terletak di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuansing, Riau, tampak khidmat dipadati oleh para jamaah yang ingin menunaikan kewajiban agung: Shalat Jumat berjamaah.

Suasana sakral kian terasa ketika Ustadz Djumharis, S.Fil., M.A., selaku Ketua MUI Kecamatan Sentajo Raya, naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Bertindak sebagai imam adalah Ustadz Taqiyuddin Ahmad. Kehadiran para tokoh agama ini tidak hanya menyejukkan hati, tetapi juga menyalakan kembali pelita iman di dada setiap insan yang hadir.


Menjaga Hati di Tengah Gelimang Nikmat
Dalam khutbah pertamanya, Ustadz Djumharis membuka lembaran nasihat dengan mengingatkan sebuah hakikat kehidupan yang sering kali melalaikan manusia.

Betapa banyak nikmat yang dilimpahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, namun tanpa disadari, nikmat tersebut justru berangsur-angsur menjadi jalan kehancuran bagi hamba yang lalai.

“Tatkala kita diberikan nikmat oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, nikmat itulah yang terkadang didorong oleh-Nya menjadi jalan kehancuran apabila tidak disikapi dengan rasa syukur dan ketakwaan.”

Peringatan ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an, di mana Dia mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam kelengahan duniawi:

“...Sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al-An'am: 44)

Khatib berpesan kepada diri pribadi dan seluruh jamaah agar tidak pernah berhenti merawat kualitas keimanan.

Sering kali manusia merasa cukup dengan ibadah ritual yang dikerjakan seperti rajinnya langkah kaki menuju masjid, derma yang dikeluarkan, atau basahnya lisan dengan umrah dan haji namun lalai dari penjagaan hati yang dapat mengikis habis nilai pahala di hadapan-Nya.


Musibah sebagai Cermin dan Peringatan
Menghubungkan realitas zaman dengan Kalam Illahi, khutbah lantas membimbing pandangan jamaah pada surah Ad-Dukhan ayat 10:

“Maka nantikanlah hari ketika langit mendatangkan kabut yang tampak jelas.” (QS. Ad-Dukhan: 10)

Ustadz Djumharis menjelaskan bahwa berbagai ujian, bala, dan musibah yang hadir di muka bumi bukanlah bentuk kebencian mutlak Sang Pencipta, melainkan sebuah i'tibar (pelajaran) agar manusia kembali kepada jalan yang benar.

Hal ini dipertegas dalam firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam Surah Ar-Rum ayat 41:

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)

Kerusakan alam, memudarnya kepedulian sosial, serta hilangnya rasa aman adalah buah dari ulah manusia yang melampaui batas (wa kanu ya'tadu).

Namun, di tengah gelombang ujian tersebut, Allah Subhanahu wa Ta'ala memberikan jaminan keselamatan bagi dua golongan utama: mereka yang senantiasa berpegang teguh pada tali agama Allah (hablum minallah) dan mereka yang menjaga keharmonisan hubungan sesama manusia (hablum minannas).


Penutup dan Doa yang Menyejukkan
Memasuki khutbah kedua, suasana semakin khusyuk tatkala dzikir, puji-pujian kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad sallallahu 'alaihi wasallam, serta doa keselamatan dilantunkan.

Ayat suci kembali menggema mengingatkan firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 30:

“Dan musibah apa saja yang menimpa kamu, maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebahagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syura: 30)

Melalui mimbar Jumat di Masjid Syuhada Beringin Taluk ini, umat Islam diingatkan untuk senantiasa memohon ampunan, mempererat persaudaraan, serta mengembalikan segala urusan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Semoga Jumat yang penuh berkah ini menjadi titik balik bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri, merawat alam, dan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dalam lindungan rahmat-Nya.


Artikel pengetahuan keislaman dan laporan khutbah Jumat ini ditulis dan didokumentasikan oleh:
Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd
(Sekretaris Info & Komunikasi MUI Kab. Kuansing, Ketua Forum Literasi Kuansing, Penulis 5 Negara ASEAN).

READ MORE - Meniti Jalan Syukur dan Memetik Iktibar: Refleksi Shalat Jumat di Masjid Syuhada Beringin Taluk_Ustadz Djumharis, S.Fil.,MA

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777