Posting Usaha Bukan Sombong: Tinjauan Personal Branding dalam Perspektif Islam
Pernahkah Anda scrolling Instagram atau TikTok, lalu melihat teman atau kenalan yang rajin sekali membagikan (posting) usaha, karya, atau pencapaian mereka?
Di dalam hati kecil mungkin sempat tebersit rasa, "Dih, pamer banget sih. Sombong amat!"
Tahan dulu!
Mari kita renungkan kembali ada garis batas yang sangat tegas antara kesombongan dan personal branding.
Punya usaha? Posting.
Punya karya? Posting.
Punya skill? Posting.
Punya pengalaman? Posting.
Itu namanya Personal Branding, bukan sombong.
Kecuali jika kamu melihatnya dari sisi iri."
Punya skill? Posting.
Punya pengalaman? Posting.
Itu namanya Personal Branding, bukan sombong.
Kecuali jika kamu melihatnya dari sisi iri."
Lantas, bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah mempromosikan hasil kerja keras atau usaha sendiri termasuk perbuatan tercela yang dilarang?
1. Membedakan Niat: Antara Syukur, Dakwah, dan Pamer (Riya')
Dalam ajaran Islam, segala sesuatu dinilai dari niatnya. Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang sangat terkenal:
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan..." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika seseorang memposting usahanya dengan niat:
Menyebarkan manfaat dan memudahkan orang lain yang sedang mencari produk atau jasa tersebut.
Bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki dan kemampuan yang telah Allah SWT berikan. Allah SWT berfirman dalam Surah Ad-Duha ayat 11:
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu siarkan (sebagai tanda syukur). (QS. Ad-Duha: 11).
Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu siarkan (sebagai tanda syukur). (QS. Ad-Duha: 11).
Maka, aktivitas personal branding ini bukanlah kesombongan, melainkan bentuk ikhtiar profesional di era digital.
Sombong (takabbur) yang dilarang dalam Islam adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain, sebagaimana sabda Nabi SAW:
"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia." (HR. Muslim).
Selama postingan tersebut tidak bertujuan untuk merendahkan orang lain atau merasa diri paling hebat, maka hal itu murni strategi komunikasi dan pemasaran.
2. Bahaya Penyakit Iri (Hasad)
Seringkali, tanggapan negatif seperti “sombong banget” muncul bukan karena orang lain benar-benar sombong, melainkan ada percikan rasa iri (hasad) di dalam hati pengamatnya.
Iri adalah penyakit hati yang berbahaya.
Rasulullah SAW memperingatkan umatnya:
"Jauhilah oleh kalian sifat dengki (iri), karena sesungguhnya dengki itu memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar."
(HR. Abu Dawud).
Ketika seseorang sukses atau bersemangat mempromosikan usahanya, alih-alih merasa kesal atau berprasangka buruk, Islam mengajarkan kita untuk mendoakan kebaikan atau menjadikannya motivasi untuk bangkit.
Berhentilah menjadikan kata "sombong" sebagai tameng untuk menutupi rasa malas dalam membangun potensi diri sendiri.
3. Semangat Produktif dan Etos Kerja dalam Islam
Islam adalah agama yang menjunjung tinggi etos kerja. Allah SWT memerintahkan hamba-hambanya untuk bekerja dan menunjukkan potensi terbaik mereka di muka bumi:
"Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu...'" (QS. At-Tawbah: 105).
Di era digital saat ini, menunjukkan hasil kerja atau skill ke publik (digital exposure) adalah bagian dari ikhtiar menjemput rezeki. Dunia berhak tahu potensi yang kita miliki agar manfaatnya bisa lebih luas.
Memiliki usaha, karya, atau keahlian lalu mempublikasikannya secara bijak bukanlah dosa dan bukan pula kesombongan, melainkan strategi profesional (personal branding).
Mari berbenah diri: jika melihat kesuksesan atau promosi orang lain, jadikan itu sebagai sinyal untuk ikut termotivasi, bukan malah dipandang dengan rasa iri.
Yuk, mulai melangkah, berkarya, dan tunjukkan versi terbaik dari usaha Anda tanpa ragu!
H.Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd
(Coach RR - Teacherpreneur • Content Creator • Motivator • Writer • Business Owner Leader • Composer & Arranger • Coach
Bisnis Owner Leader & Entrepreneur:
*Berkah Travel Perwakilan Kota Teluk Kuantan (Haji dan Umroh)
*Vicella Drink & Food - VDF
*British Propolis
*Madu Hutan Murni Madu Vicella Berlabel Halal Nasional
*Penulis Puluhan Buku ISBN
*Toko Jembatan Merah Sejak 1983
Kontak Person: 085363554777