Welcome My Blog

Coach RR

Mahkota Jiwa di Atas Kursi Fana: Ketika Hati Jauh Lebih Mulia dari Jabatan

Bismillah. Di panggung kehidupan yang fana ini, manusia sering kali terjebak dalam silau gemerlap atribut sosial.

Kita kerap mengukur kemuliaan seseorang dari apa yang melekat pada dirinya jabatan yang disandang, kekayaan yang dipamerkan, atau kuasa yang digenggam.

Padahal, alam semesta melalui benda-benda mati di sekitar kita sering kali menyimpan renungan yang jauh lebih jujur daripada ambisi manusia.

Sebagaimana sebuah ungkapan yang terukir penuh makna dari penulis :

"Kursi tidak pernah bertanya siapa yang duduk di atasnya. Tapi manusia sering bertanya: 'Dia punya apa?', 'Jabatannya apa?', 'Bisa kasih apa?'. Beginilah manusia, sering menghargai posisi, tapi lupa menghargai hati. Melihatlah dengan hati, bukan harta dan jabatan. Ingat: Tuhan melihat hati kita."

Hakikat Kemuliaan di Hadapan Sang Pencipta
Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin senantiasa mengingatkan kita bahwa ukuran kemuliaan manusia di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala bukanlah terletak pada status sosial, gelimang harta, ataupun singgasana kekuasaan yang bersifat sementara.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim:

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat kepada hati dan amal kalian."
(HR. Muslim)

Hadis ini menjadi cerminan agung yang sejalan dengan pesan moral yang diberikan. Kursi jabatan, meja kerja yang megah, atau kedudukan tinggi di masyarakat tidak akan pernah menambah nilai seseorang di hadapan Allah jika rongga dadanya kosong dari ketulusan dan kebersihan hati.

Kursi itu bisu; ia bersedia diduduki oleh siapa saja, baik seorang yang adil maupun yang zalim, tanpa pernah menyeleksi latar belakang penumpangnya.

Namun, Sang Pencipta Maha Mengetahui lagi Maha Teliti terhadap apa yang disembunyikan oleh hati manusia.

Di dalam Al-Qur'an, Allah SWT juga menegaskan standar kemuliaan sejati melalui firman-Nya dalam Surah Al-Hujurat ayat 13:
"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ayat ini menutup segala celah kesombongan manusia yang suka merendahkan orang lain berdasarkan status materi atau jabatan. Takwa, yang letaknya esensial di dalam hati, adalah satu-satunya mahkota abadi yang dihitung oleh-Nya.




Menghargai Manusia dengan Mata Hati
Sering kali, interaksi sosial kita tercemar oleh virus materialisme.

Kita menyapa seseorang karena kalkulasi keuntungan: “Apa jabatanmu?” atau “Apa yang bisa engkau berikan kepadaku?”.

Ketika seseorang kehilangan posisinya, dunia seolah runtuh dan ia dilupakan begitu saja.
Padahal, merawat kemanusiaan berarti belajar melihat sesama dengan mata batin yang jernih.

Seperti pesan penutup yang menyentuh jiwa: "Melihatlah dengan hati, bukan harta dan jabatan."
Ketika kita memandang orang lain dengan hati, kita akan melihat mereka sebagai hamba Allah yang memiliki kehormatan, rasa sakit, harapan, dan potensi kebaikan yang sama di hadapan-Nya.

Guru-guru inspiratif, relawan tanpa tanda jasa, hingga orang-orang biasa di pinggir jalan yang tulus berbuat baik, sering kali jauh lebih mulia di langit dibandingkan mereka yang duduk di kursi kekuasaan namun berhati batu.

Kembali kepada Esensi
Mari sejenak merenung di atas kursi kehidupan kita masing-masing. Jabatan, harta, dan popularitas hanyalah titipan sesaat yang suatu hari pasti akan tanggal.

Yang tersisa kelak bukanlah seberapa megah kursi yang pernah kita duduki, melainkan seberapa bersih hati kita dan seberapa banyak kebaikan yang telah kita tebarkan untuk sesama.

Semoga kita senantiasa dijauhkan dari penyakit hati berupa kebanggaan semu atas atribut dunia, dan dianugerahi hati yang senantiasa tunduk serta ikhlas dalam menggapai ridha Allah SWT.

Artikel inspiratif ini disarikan dari karya dan pemikiran:
Ronaldo Rozalino (Coach RR) 

Teacherpreneur, Writer, Motivator Literation & Education, Content Creator, Business Owner Leader, Composer & Arranger, Coach

Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site: s.id/RonaldoRozalino

0 Responses

Posting Komentar

Komentar ya

My Facebook

Best Friend

Bisnis Online Succes (BOS)

Blog Profesional

BP Grup

BP Grup
British Propolis

Kontak Whats Up (WA)

Kontak Whats Up (WA)
085363554777